Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 18


__ADS_3

Ridwan dan bu Airin nampak menghampiri Satria, mereka terlihat tidak enak hati terhadap Satria dan juga Yudha.


"Maaf atas perlakuan Rachel tadi," ucap Ridwan.


"Tidak apa-apa, Om. Dia masih anak-anak," kata Satria.


"Ya," jawab Ridwan.


Dalam hati Ridwan membenarkan jika Rachel memanglah masih anak-anak, tapi dari sorot matanya Ridwan bisa merasakan jika Rachel benar-benar tulus mencintai Satria.


Walaupun usianya memang masih sangat kecil, tiga belas tahun. Hal itu membuat Ridwan bingung, tapi dia tidak ambil pusing.


Biarlah semuanya berjalan sesuai dengan alurnya, toh Rachel juga masih bisa bersikap wajar di depan Satria.


Mungkin saja dia melakukan hal ini karena ini tanda perpisahannya sebelum Satria pergi menuju negara adidaya.


"Oiya, kami pamit saja kalau begitu," kata Ridwan.


"Ya, Tuan," jawab Yudha.


Ridwan dan juga bu Airin nampak berlalu dari Panti, mereka langsung menyusul Rachel yang sudah pasti sedang menunggu di dalam mobil.


Padahal mereka baru saja datang, tapi sepertinya mereka tidak bisa lama. Karena Rachel pasti akan merasa tidak nyaman jika bersama dengan Satria.


Selepas kepergian keluarga Ridwan, Satria kembali mengobrol dengan Yudha. Karena memang masih banyak hal yang ingin dia bicarakan sebelum dia pergi.


"Ehem, Pa. Apa Tante Mira masih suka ke sini?" tanya Satria.

__ADS_1


mendengar Satria yang menanyakan tentang Mira, Yudha terlihat menghela napas berat. Kemudian, dia menghembuskannya dengan perlahan.


"Tentu saja dia masih sering ke sini, seperti biasanya, dia selalu saja menggoda Papa. Padahal, Papa sudah berkata jika Papa ingin menikmati masa tua Papa bersama kamu Putri dan juga anak-anak Panti, tanpa dirinya."


Selama ini Mira memang selalu datang ke Panti, bahkan tanpa malu dia selalu saja menggoda Yudha.


Namun, memang masih dalam batas wajar. Mira juga tanpa ragu selalu mengajak Yudha untuk berumah tangga.


Namun, Yudha merasa ragu. Bukannya dia tidak ingin, hanya saja dia takut Mira tidak akan merasa bahagia hidup bersama dengan dirinya.


Apalagi Yudha sempat mencari tahu tentang Mira, ternyata Mira adalah janda kaya yang mempunyai banyak usaha.


Mira mempunyai banyak usaha di bidang makanan siap saji, penghasilannya perbulannya pun sangatlah besar.


Dia mempekerjakan janda-janda dan anak-anak jalanan, hal itu dia lakukan agar mereka memiliki penghasilan.


Rasanya Yudha yang hanya bekerja sebagai pengurus Panti, merasa tidak percaya diri jika harus bersanding dengan Mira.


Yudha terlihat menggelengkan kepalanya, Satria bisa saja berkata seperti itu. Namun, berumah tangga bukan hanya tentang saling mencintai saja.


"Kenapa, Pa? Apa Papa merasa tidak percaya diri karena tante Mira merupakan seorang janda kaya?" tanya Satria.


Yudha merasa sangat kaget mendengar apa yang ditanyakan oleh Satria, kenapa Satria bisa tahu, pikirnya.


"Itu salah satunya," jawab Yudha jujur.


"Aku tidak mempermasalahkan hal itu, Bang Duda. Aku beneran cinta sama kamu, aku beneran suka sama kamu. Aku tidak memandang status di antara kita," kata Mira.

__ADS_1


Mira sebenarnya sudah datang dari sepuluh menit yang lalu, hanya saja saat dia mendengar percakapan antara Yudha dan juga Satria, Mira memilih untuk mendengarkannya. Karena, dia mendengar namanya disebut-sebut.


"Mi--Mira?"


Mira tersenyum, kemudian dia menghampiri Yudha dan duduk dapat di sampingnya. Dia meraih tangan dmYudha lalu menggenggamnya dengan erat.


"Aku itu beneran suka sama kamu, Bang Duda. Aku mencintai kamu sejak pertama kita bertemu, katakanlah jika cinta pada pandangan pertama itu memang tidak ada. Namun, entah kenapa aku jatuh cinta terhadap sikap kamu yang begitu manis terhadap kedua anakmu dan juga terhadap anak-anak Panti," kata Mira dengan sorot mata yang tulus.


Yudha tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya diam membeku. Satria tersenyum melihat kedua tingkah orang dewasa di hadapannya tersebut.


"Bang, jawab Neng Janda dong. Abang mau, kan, nikahin Neng Janda?" tanya Mira.


"Ya ampun, kamu tuh ngga ada malunya. Masa kamu yang ngebet kaya gitu," kata Yudha.


"Biarin napa Bang Duda, yang penting Neng Janda tulus cinta sama Abang," kata Mira.


Yudha tidak menjawab ucapan dari Mira, dia merasa sangat pusing mendengar ocehan dari Mira. Dia hanya merespon dengan memijat kepalanya.


"Ya ampun, Bang. Neng Janda serius, nikahin aku, Bang?" pinta Mira.


"Pa! Nikah saja sama Tante Mira, aku yakin Tante Mira bisa menjadi istri yang baik untuk Papa. Lagian, Papa nanti tidak akan kesepian selama tidak ada aku," kata Satria.


"Akan Papa pikirkan," jawab Yudha.


"Yes!" jawab Mira.


***

__ADS_1


Masih berlanjut....


Kuy ramein kolom komentar biar Othor makin semangat, selamat malam semuanya.


__ADS_2