Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
Keseriusan Juki


__ADS_3

Brugh!


"Abang!" teriak Ridwan dari ambang pintu.


Ridwan terlihat menjatuhkan barang bawaannya, dia terlihat sangat kaget saat melihat adegan romantis yang dilakukan oleh Juki.


Dia tidak menyangka jika Juki akan menikungnya, padahal sudah jelas-jelas jika Ridwan menginginkan Jesicca untuk menjadi istrinya.


Ridwan langsung melangkahkan kakinya untuk menghampiri Juki dan Jesicca, tatapan matanya terlihat begitu sulit untuk diartikan.


Dia tepis tangan Juki dari tangan Jesicca, kemudian dia menggenggam tangan Jesicca. Sayangnya dengan cepat Jesicca melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ridwan.


"Kenapa, Kak Jes? Kenapa kamu malah terkesan tidak suka sama aku? Padahal aku tulus mau memperistri dirimu?" tanya Ridwan seraya menatap mata Jesicca dengan lekat.


Mendengar pertanyaan dari Ridwan, Jesicca berusaha untuk memberanikan diri membalas tatapan dari Ridwan.


"Maaf, aku--"


Belum sempat Jesicca menyelesaikan ucapannya, namun Ridwan sudah menyelak ucapan Jesicca terlebih dahulu.


"Kak Jes, menolakku? Ya ampun, hatiku sakit!" Ridwan memegangi dadanya dengan wajah dibuat sesedih mungkin.


Ridwan terlihat mendramatisir keadaan, dia seolah sedang mencari perhatian dari Jesicca. Wanita yang mampu membuat dirinya tidak lena saat tidur.


"Bukan, bukan seperti itu. Hanya saja--"


Seolah tak ingin mendengar apa pun dari bibir Jesicca, Ridwan kembali berkata.


"Please... Kak Jes. Terima cintaku, aku serius ingin menikahimu. Menikahlah denganku, aku lebih muda dan tampan. Aku juga lebih gagah," kata Ridwan seraya menaik-turunkan alisnya.


Mendengar penuturan dari Ridwan, Juki dan bu Sari terlihat memutar bola matanya. Mereka seakan malas menanggapi ucapan Ridwan yang terkesan sedang berbicara dengan bocah SMA.


"Wan!"


"Abang ngga usah panggil-panggil aku, Abang bikin gedek!" protes Ridwan.


Mendengar perkataan dari Ridwan, Juki terlihat menghela napas berat. Melihat akan hal itu, Jesicca merasa tidak enak hati berada di dalam situasi tersebut.


Jesicca langsung bangun dari duduknya, begitupun dengan Juki, dia langsung bangun saat melihat Jesicca.


"Maaf, saya bukan wanita yang pantas untuk direbutkan. Saya hanya wanita biasa yang berlumur dosa, yang ingin saya lakukan saat ini hanya memperbaiki diri dan berusaha untuk menata kehidupan saya."

__ADS_1


Jesicca terlihat menatap Juki dan Ridwan secara bergantian, kemudian dia mengelus lengan Ridwan dengan lembut.


"Maafkan saya, bukan niat saya ingin menolak. Hanya saja, kamu masih muda. Tampan dan mempunyai pekerjaan yang bagus, carilah wanita yang sebaya denganmu. Aku yakin di luar sana banyak perempuan yang sudah pasti mau menerimamu," kata Jesicca lembut.


Raut wajah Ridwan berubah menjadi sendu tatkala mendengar penuturan dari Jesicca.


Setelah mengatakan hal itu, Jesicca nampak melangkahkan kakinya menghampiri bu Sari. Dia mengambil Putri dari pangkuan bu Sari, lalu dia pun berpamitan untuk segera kembali ke dalam kamarnya.


"Saya pamit, Bu. Maaf kalau kehadiran saya malah membuat kekacauan di sini," ucap Jesicca penuh sesal.


Bu Sari tidak dapat berkata apa-apa, dia hanya diam seraya memandang wajah Jesicca dan juga Putri secara bergantian.


Rasanya sangat tidak rela, jika nanti Putri dan juga Jesicca benar-benar pergi dari kehidupannya.


"Iya," jawab Bu Sari seraya memalingkan wajahnya.


Setelah mendapatkan persetujuan dari bu Sari, Jesicca terlihat menundukkan kepalanya kepada Juki dan juga Ridwan.


Kemudian, dia berlalu dari sana. Selepas kepergian Jesicca, Juki mengajak Ridwan untuk duduk bersama.


"Wan, maaf. Bukan maksud Abang mau nikung kamu, tapi pada kenyataannya Abang memang membutuhkan seorang istri. Abang serius mau memperistri Mbak Jesicca, Abang mohon pengertiannya," kata Juki.


Untuk sesaat, Ridwan terdiam. Dia menatap lekat ke dalam bola mata Juki, dia seolah sedang mencari pembenaran atas apa yang diucapkan Juki terhadap dirinya.


"Baiklah, aku mengalah. Kejarlah cinta Abang, tapi ingat satu hal Bang. Satu kali saja Abang menyakiti Kak Jes, aku akan merebutnya dari tangan Abang!" ancam Ridwan.


"Tidak akan!" jawab Juki pasti.


"Ck! Julian! Cepat susul Jesicca ke kamarnya, ibu takut dia marah pada kalian." Bu Sari berucap penuh semangat.


"Ya, Bu." Juki terlihat menghampiri bu Sari kemudian mengecup keningnya.


Dia terlihat begitu bersemangat untuk menyusul Jesicca, sedangkan Ridwan hanya bisa menghela napas pasrah melihat kepergian Juki untuk menyusul wanita yang dia sukai.


Tiba di depan kamar Jesicca, Juki mengetuk pintu kamar tersebut. Tak lama kemudian nampaklah Jesicca yang membukakan pintu kamarnya.


Untuk sesaat Jesicca terlihat kaget, karena Juki menyusul dirinya. Namun, tak lama kemudian Jesicca berkata.


"Ada apa, Mas?" tanya Jesicca.


"Itu, Anu. Mas mau ngomong, Boleh?" tanya Juki.

__ADS_1


"Boleh, Mas. bicara saja!" kata Jesicca.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Jesicca, Juki melongokkan kepalanya ke dalam kamar kost tersebut.


Dia melihat Putri yang sedang anteng bermain dengan boneka Hello Kitty pemberian darinya, dia tersenyum.


Kemudian, Juki langsung mendorong pelan tubuh Jesicca untuk masuk ke dalam kamar kostannya. Setelah itu, dia menutup pintu kamar kostan Jesicca.


"Loh, kok Mas mas--"


"Dengerin Mas sebentar saja, Mas mau bicara." Juki terlihat memeluk pinggang Jesicca, lalu menarik tubuh mungil itu ke dalam dekapannya.


Jesicca nampak panik, dia takut jika Juki akan melakukan hal yang tidak-tidak terhadap dirinya.


"Jangan takut! Aku hanya ingin bicara sebentar saja, izinkan aku untuk menjadi suami kamu. Izinkan aku untuk menjadi Ayah sambung untuk Putri, izinkan aku untuk segera menikahi kamu. Aku serius dengan rasa ini," kata Juki seraya memandang lekat kedua bola mata Jesicca.


"Ta-tapi, aku--"


"Aku tidak mempermasalahkan masa lalu kamu, yang terpenting bagaimana cara kita menjalani masa depan kita. Kamu mau, kan jadi istri aku?" tanya Juki.


Jesicca terlihat bingung harus menjawab apa, begitupun dengan Putri. Dia yang tadinya sedang asyik bermain boneka Hello Kitty, malah terlihat kebingungan melihat Juki yang memeluk ibunya.


Juki tersenyum, kemudian dia melepaskan pelukannya dan membawa tubuh mungil Putri ke dalam dekapannya.


Putri terlihat senang sekali, dia bahkan langsung melingkarkan kedua tangan mungilnya di leher Juki.


"Setidaknya, kamu harus memikirkan Putri. Dia membutuhkan kasih sayang yang utuh," kata Juki.


Setelah mengatakan hal itu, Juki langsung mendekati Jesicca. Kembali dia menarik pinggang Jesicca, tanpa Jesicca duga, Juki langsung menautkan bibirnya ke bibir Jesicca.


Juki terlihat begitu menikmati bibir janda muda itu, bahkan dia sampai memejamkan matanya seraya memagut bibir yang dia rasa begitu manis itu.


Berbeda dengan Jesicca, dia hanya terdiam seraya mengerjapkan matanya beberapa kali. Jesicca benar-benar tidak menyangka jika Juki akan melakukan hal itu terhadap dirinya.


Jesicca yang terlihat syok, hanya bisa terdiam dengan debaran jantungnya yang seakan sedang berdisko.


"Sudah bisa merasakan ketulusan hati aku?" tanya Juki setelah melepaskan pagutannya.


BERSAMBUNG....


*

__ADS_1


*


Aduh, Othor baper euy sama apa yang dilakukan Babang Juki. Jadi pengen di sun, Pak bangun. Mama pengen di sun, mumpung belum imsak ini.


__ADS_2