
Kinara terlihat uring-uringan setelah seharian bersama Mich, bahkan setelah dia tahu bagaimana perasaan Mich terhadap dirinya, dia benar-benar merasa ada yang aneh di dalam dirinya.
Justru saat bersama dengan Mich seakan ada debaran aneh di dalam hatinya, saat dia bertemu dengan Jeremy malah tidak ada rasa apa pun.
Padahal, dulu Kinara bersikeras ingin mendapatkan cinta dari lelaki yang bernama Jeremy itu. Namun, saat tadi dia bertemu dengan Jeremy hanya ada rasa biasa saja, tak ada rasa apa pun lagi di dalam hatinya.
"Ck! Om Mich membuat aku resah," keluh Kinara.
***
Pagi ini Kinara sudah terlihat cantik dengan menggunakan kemeja kotak-kotak berwarna abu-abu dipadupadankan dengan celana jeans berwarna senada, rambutnya terlihat di kuncir kuda.
Bibirnya terlihat dipoleskan gincu berwarna merah muda, riasan tipis juga terlihat mempercantik wajahnya.
Seorang sopir sudah terlihat bersiap untuk mengantarkan Kinara menuju kampus, tentu saja sebelum dia berangkat dia berpamitan dulu kepada Mini.
"Kinar berangkat dulu," pamit Kinara.
"Makan siang di rumah ngga?" tanya Mini.
"No, Kinara mau ke tempat Om Mich dulu," jawab Kinara.
"Hem, kalau begitu Bunda mau pergi ke rumah Kakek saja. Di rumah sepi, si kembar juga pulangnya nanti sore. Soalnya sekarang sudah kelas dua belas, mereka sibuk les," kata Mini dengan wajah ditekuk.
Kinara terkekeh mendengar apa yang diadukan oleh bundanya tersebut, sebenarnya dia ingin sekali menemani Mini. Apalagi tidak ada Angga di sini, tapi dia juga merasa tidak rela jika tidak bertemu dengan Mich.
"Bersenang-senanglah dengan Nenek," kata Kinara.
"Kamu juga, belajar yang baik di kampus. Belajar yang baik juga dalam bekerja bersama dengan Mich, biar nanti kalau pulang bisa bekerja bareng sama Satria," kata Mini.
"Okeh, Bunda." Kinara terlihat memeluk Mini, kemudian dia mengecup pipi wanita yang sudah dia anggap seperti bundanya tersebut.
Setelah itu, dia pun berpamitan untuk pergi ke kampus. Hatinya terasa sangat riang saat mengingat jika siang ini dia akan kembali bertemu dengan Mich.
Kinara bahkan terlihat tersenyum-senyum sendiri kala mengingat wajah Mich, walaupun usia Mich sudah terbilang tua. Namun dia tetap saja wajahnya terlihat tampan.
Saat Kinara berada di dalam kelas, dia terlihat belajar dengan penuh semangat. Apalagi saat mengingat jika sepulang kuliah nanti dia akan kembali bersama dengan Mich.
"Ngga sabar pengen ketemu," ucap Kinara.
Akhirnya waktu yang dinanti pun telah tiba, setelah jam kuliah selesai Kinara terlihat melaksanakan salat dzuhur.
__ADS_1
Setelah itu dia pun berjalan menuju latar kampus, dia berharap jika di sana akan ada Mich yang sudah menunggunya.
Tiba di pelataran kampus, senyum di wajah Kinara langsung menghilang. Karena ternyata di sana sudah ada Jeremy yang menunggu dirinya.
Padahal Kinara benar-benar tidak ingin bertemu kembali dengan lelaki itu, lelaki yang dirasa sudah menyakiti hatinya. Lelaki yang dengan mudahnya mempermainkan dirinya, bahkan mempermainkan perasaannya.
Kinara terlihat dengan cepat melangkahkan kakinya, dia tidak ingin bertemu lagi dengan lelaki yang bernama Jeremy itu. Apalagi sampai berbicara dengan lelaki itu.
Melihat Kinara yang terlihat ingin menghindari dirinya, Jeremy dengan cepat menghampiri Kinara dan mencekal pergelangan tangannya.
"Kinar, tunggu!"
Dengan terpaksa Kinara menghentikan langkahnya, lalu dia membalikkan tubuhnya dan menatap Jeremy dengan tatapan tajamnya.
"Ada apa?" tanya Kinara dengan ekspresi wajah datarnya.
"Aku, aku mau minta kesempatan. Aku ingin kita dekat, aku mau melihat kamu yang seperti dulu lagi," kata Jeremy.
Dalam hati, Kinara ingin sekali menampar mulut Jeremy. Dia terlihat begitu mudah mengatakan jika Jeremy ingin melihat dirinya yang seperti dulu lagi.
Maksudnya apa? Terlihat seperti orang bodoh yang mengejar-ngejar seorang lelaki yang tidak berperasaan atau seperti apa, pikir Kinara.
"Maksudnya bagaimana ya? Aku tidak paham," kata Kinara seraya menghentakkan tangannya.
Tanpa Kinara duga, Jeremy terlihat bersimpuh tepat di hadapannya. Lalu, dia menggenggam kedua tangan Kinara dengan erat.
"Aku mau kita bisa lebih dekat," kata Jeremy.
Kinara hanya bisa terdiam seraya menatap tangannya yang digenggam oleh Jeremy, tapi jauh di dasar hatinya dia tidak ingin kembali berhubungan dengan lelaki itu.
Tanpa Kinara dan Jeremy duga, Mich yang baru saja datang ingin menjemput Kinara terlihat begitu syock melihat apa yang dilakukan oleh Jeremy terhadap Kinara.
Dia bahkan terlihat memundurkan langkahnya beberapa kali dan menyadarkan tubuhnya pada mobilnya, tubuhnya seakan limbung.
Dia benar-benar merasa kecewa dengan apa yang dia lihat saat ini, Mich bahkan mengira jika kedua insan muda di hadapannya itu mempunyai hubungan istimewa.
"Sorry," kata Kinara.
Kinara dengan cepat melepaskan genggaman tangannya dari Jeremy, dia berniat untuk segera pergi dari sana.
Namun, saat dia membalikkan tubuhnya. Dia benar-benar merasa kaget saat melihat Mich yang sedang bersandar pada mobilnya seraya memegangi dadanya.
__ADS_1
Bahkan, Kinara bisa melihat dengan jelas jika wajah Mich terlihat begitu sendu. Melihat akan hal itu Kinara merasa sangat bersalah, dia langsung berlari untuk menghampiri Mich.
Kinara sangat tahu jika dirinya dan Mich tidak memiliki hubungan apa pun, tapi entah kenapa saat melihat wajah Mich yang begitu menyedihkan, Kinara ingin menjelaskan semuanya.
Dia ingin berkata jika dirinya dan juga Jeremy tidak mempunyai hubungan apa pun. Kinara berpikir jika Mich tidak boleh salah sangka dengan apa yang baru saja terjadi antara dirinya dan juga Jeremy.
"Om, aku... aku--"
Belum juga Kinara menyelesaikan ucapannya, Mich dengan tidak sabarnya langsung menyelak ucapan dari Kinara.
"Aku apa? Kamu pasti mau bilang kalau kamu ngga mau pulang bareng aku, tapi kamu mau pergi sama Tuan Jeremy," kata Mich seraya tersenyum kecut.
"Haish! Bukan seperti itu, ini tidak seperti apa yang Om lihat. Justru Kinar maunya Om jangan salah sangka, aku sama Kak Jeremy ngga ada hubungan apa-apa!" jelas Kinara.
Mich terlihat tersenyum getir mendengar apa yang dikatakan oleh Kinara, untuk apa juga Kinara membela dirinya, pikir Mich.
Lagi pula mereka tidak mempunyai hubungan apa-apa, Mich juga sangat sadar kalau dirinya memang tidak pantas bersanding dengan Kinara yang masih terlihat sangat muda.
"Kalian mempunyai hubungan yang istimewa juga tidak apa-apa, lagi pula kita dapat tidak punya hubungan apa pun. Jadi, tidak ada kewajiban kamu untuk menjelaskan apa pun kepadaku," kata Mich dengan sendu.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Mich, Kinara benar-benar merasa sangat kesal. Padahal dia sangat tahu dengan pasti jika Mich begitu mencintai dirinya, karena dia baru sadar saat melihat tatapan mata Mich.
"Ck! Om cerewet," kata Kinara.
Setelah mengatakan hal itu, Kinara nampak menangkup kedua pipi Mich dengan telapak tangannya.
Lalu, dia berjinjit dan menempelkan bibirnya pada bibir Mich. Dia benar-benar merasa frustasi karena Mich tidak mau mendengarkan apa yang dia ucapkan.
Mich terlihat begitu kaget, bahkan matanya langsung membulat dengan sempurna mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kinara.
Jeremy yang melihat akan hal itu terlihat mengepalkan kedua tangannya dengan sempurna, bahkan buku-buku tangannya terlihat memutih karena dia begitu kencang mengepalkan kedua tangannya itu.
"Aku, aku... aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Kak Jeremy, ayo kita pergi," kata Kinara setelah melepaskan tautan bibirnya.
Mich masih terdiam di tempatnya, dia benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi.
Berbeda dengan Kinara, dia terlihat membuka pintu mobil milik Mich lalu duduk di samping kemudi dan menutup pintunya kembali dengan cukup kencang.
Hal itu membuat Mich tersadar dari lamunannya, dengan cepat dia menyusul Kinara dan segera duduk di balik kemudi.
"Sialan!" kesal Jeremy seraya menatap mobil mewah milik Mich yang terlihat berlalu.
__ADS_1
****
Selamat siang kesayangan, selamat beraktifitas. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky, selamat menikmati hari libur. Terima kasih selalu menunggu, jangan lupa untuk tinggalkan like dan juga komentarnya.