Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 64


__ADS_3

Kinara terlihat mendongakkan kepalanya, dia merasa penasaran dengan siapa orang yang sudah menutupi tubuhnya yang memang terekspos di beberapa bagian.


Dia mengerutkan keningnya kala melihat lelaki dewasa yang tadi pagi dia temui. Lelaki itu terlihat tampan dan juga gagah.


"Om!" celetuk Kinara.


Ya, pria yang kini berada di hadapan Kinara adalah Mich. Lelaki yang selalu saja Kinara sebut dengan panggilan om, lelaki tampan tapi terlihat tua bagi Kinara.


Mich terlihat menghela napas berat, dia tidak suka jika Kinara menyebut dirinya dengan panggilan om.


Menurutnya, dia masih sangat muda, gagah dan juga tampan. Hanya saja dia memang kini usianya mencapai angka tiga puluh dua.


Sampai saat ini dia belum menikah, dia masih betah di dalam masa lajangnya. Namun, tetap saja dia merasa masih muda.


"Hem, aku Om, kamu yang sangat tampan dan gagah. Kamu tuh masih anak-anak apa tidak bisa berpakaian sesuai dengan usia kamu?" tanya Mich.


Kinara merasa tidak suka dengan apa yang dikatakan terhadap dirinya, dia bahkan terlihat bangun dan langsung mendekati Mich.


"Ya ampun, Om. Aku tuh sudah besar, Om ngga bisa lihat!" kata Kinara seraya membusungkan dadanya.


Untuk sesaat Mich terdiam, dia memperhatikan dada Kinara yang nampak menyembul dari tempat perlindungannya.


Jakunnya terlihat naik turun, tapi dia sebisa mungkin mengontrol perasaannya. Dia terlihat menghela napas panjang kemudian menghembuskannya secara perlahan.


Walau bagaimanapun juga, Mich adalah lelaki normal. Melihat pemandangan seperti itu membuat jiwa kelelakiannya meronta-ronta.


"Ya, itunya besar!" celetuk Mich tanpa sadar.


Kinara nampak mengerutkan alisnya, dia tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh lelaki dewasa yang berada di hadapannya.

__ADS_1


"Maksud Om, apa sih? Kinar ngga paham," kata Kinara.


Mendengar pertanyaan dari Kinara, Mich seakan tersadar dari apa yang sudah dia pikirkan. Dengan cepat dia menetralkan pikirannya, lalu dia menjawab.


"Ah, tidak apa-apa. Sudahlah, lupakan saja. Aku ingin ke kamar mandi dulu, sebaiknya kamu segeralah pulang dan ganti baju yang lebih layak untuk dipakai," kata Mich.


Kinara juga sebenarnya memang sangat ingin pulang, dia juga ingin segera berganti baju karena rasanya sudah sangat tidak nyaman.


Namun, dia tidak enak dengan om Hendry. Takutnya lelaki tua itu akan tersinggung, dia tidak mau jika hal itu sampai terjadi.


"Tapi, Om. Aku ngga enak sama kakek kalau aku harus pulang duluan," kata Kinara.


"Biar aku nanti yang meminta izin agar kamu bisa segera pulang," jawab Mich.


Setelah mengatakan hal itu, dia terlihat ingin melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Namun, sebelum itu dia kembali berkata.


"Tunggulah sebentar, karena aku akan mengantarkan kamu pulang," kata Mich.


Kinara hanya bisa memandang kepergian Mich dari ruang keluarga tersebut, tidak lama kemudian dia tersenyum dan menutupi tubuhnya dengan jas yang diberikan oleh Mich.


"Dia itu terlihat sangat jutek, tapi dia juga baik dan perhatian. Dasar Om rese!" kata Kinara seraya memeluk tubuhnya sendiri.


Sesekali dia terlihat menunduk dan mencium aroma yang menguar dari jas milik Mich, wangi yang terasa begitu maskulin langsung menyeruak memenuhi rongga hidungnya.


"Wangi, Kinar suka wanginya!" kata Kinara seraua menghirup aroma maskulin itu dalam-dalam.


"Hey! Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Mich yang kini sudah berada tepat di samping Kinara.


Mendapatkan pertanyaan dari Mich, membuat Kinara terlonjak kaget. Dia sampai tidak menyadari kedatangan Mich yang entah sejak kapan. Dia akan merasa sangat malu, jika Mich tahu dirinya terus saja mengendusi jas mikiknya.

__ADS_1


"Eh? Tidak apa-apa, Om. Oiya, Om. Jadi, kan mengantarkan Kinara pulang?" tanya Kinara.


"Hem,'" jawab Mich seraya melangkahkan kakinya.


Mau tidak mau Kinara langsung menyusul Mich, karena dia takut ditinggalkan. Tiba di pelataran rumah, Mich langsung menghampiri tuan Hendry.


Pria tampan itu terlihat membungkukkan tubuhnya, lalu dia berbisik tepat di telinga om Hendry. Entah apa yang dibisikkan oleh Mich Kinara tidak tahu.


Tidak lama kemudian, om Hendry nampak tersenyum. Lalu, dia menghampiri Kinara dan berkata.


"Kamu sudah ngantuk, ya, Sayang?" tanya Om Hendry.


"Iya, Kakek. Aku sangat mengantuk, bolehkah aku pulang terlebih dahulu?" tanya Kinara.


"Ya, pulanglah. Mich akan mengantarkanmu," kata Om Hendry.


"Terima kasih, Kakek. Kinar sayang Kakek," kata Kinara.


Setelah mengatakan hal itu, Kinara terlihat memeluk om Hendry. Dengan senang hati om Hendry terlihat membalas pelukan dari Kinara.


"Aku titip cucuku," kata Om Hendry terhadap Mich.


"Iya, Tuan. Maaf karena saya tidak bisa berada di sini sampai pesta berakhir," jawab Mich.


"Tidak apa, tolong antarakan cucuku," kata Om Hendry lagi.


"Siyap," jawab Mich.


**

__ADS_1


Selamat malam Bestie, sebenarnya Othor pengen banget up banyak. Cuma waktunya benar-benar tersita, di fizzo aku nulis juga.


Belum ngurusin kedua anakku, keknya buat di sini selalu saja ngga kebagian waktunya. Karena terkadang aku yang sudah lelah malah ketiduran, maafkeun, ya.


__ADS_2