Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 30


__ADS_3

"Bapak ini kenapa sih?" tanya Putri bingung.


"Tidak apa-apa, pokoknya nanti kamu pergi sama aku aja," kata Reon seraya memalingkan wajahnya karena tidak tahan saat mendapatkan tatapan tajam dari Putri.


"Ck! Kita lanjutkan makan siangnya," ajak Satria.


"Iya, Tuan," jawab Putri.


Selama makan siang berlangsung, ketegangan terus saja terjadi di antara Satria dan juga Reon. Reon begitu kesal karena Satria terkesan begitu akrab dengan Putri.


Begitupun dengan Satria, dia merasa kesel karena Reon terkesan begitu posesif. Dia seolah-olah terlihat begitu menyukai Putri, padahal pada kenyataannya Reon sudah menjadi kekasih dari Rachel.


Pikiran kedua pria tampan itu sama-sama negatif, keduanya saling mengira dan saling menyangka tanpa ada yang mau bertanya terlebih dahulu.


"Aku sudah kenyang," kata Reon seraya menyimpan garpu dan sendok.


Putri terlihat menolehkan wajahnya ke arah Reon, lalu dia berkata.


"Bukankah Bapak berkata jika Bapak belum sempat sarapan? Malahan tadi bilangnya Bapak lapar banget, saya lihat makannya baru sedikit loh. Kok udahan aja?" tanya Putri.


"Udah ngga berselera," jawab Reon.


"Ya sudah, terserah Bapak," jawab Putri ketus.


Putri, Satria dan juga Evan terlihat melanjutkan acara makan siangnya, setelah beberapa menit kemudian akhirnya acara makan siang pun telah selesai.


Reon akhirnya memulai acara meetingnya siang itu, sesekali Putri terlihat menjelaskan apa yang menjadi materi dari meeting kali ini.

__ADS_1


Dia terlihat mencondongkan tubuhnya ke arah Satria, hal itu membuat Reon semakin cemburu. Reon langsung mengambil berkas dari tangan Putri, lalu dia berkata.


"Biar aku saja yang menjelaskan, kamu diam saja," kata Reon.


Putri merasa aneh dengan tingkah Reon saat ini, tapi dia berusaha untuk tidak memedulikan apa yang Reon lakukan.


Putri terlihat menggedikkan kedua bahunya, lalu dia diam dan memperhatikan Reon yang mulai menjelaskannya kepada Satria dan juga Evan.


Hampir dua jam acara pertemuan mereka berlangsung, meeting pun telah usai. Satria dan Evan lalu berpamitan kepada Reon dan juga Putri.


"Senang bisa bekerja sama dengan Anda tuan reuni kata Satria Seraya mengulurkan tangan kanan dengan senang hati Reon membalas uluran tangan dari Satria Saya juga merasa senang bisa bekerja sama dengan perusahaan Dinata kata Ryan setelah berpamitan kepada Reon dia menghampiri Putri lalu dia berkata


"Aku pulang dulu, jaga diri baik-baik.Kalau ada apa-apa langsung telepon aku, apa mau sekalian aku antar ke kampung?" kata Satria.


"Iya, aku akan hati-hati. Aku nanti berangkat sendiri aja," jawab Putri.


Dia merasa tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Satria, Reon yang merasa kesal langsung mendorong pundak Satria dengan cukup kencang.


"Hey, slow. Anda kenapa?" tanya Satria.


"Ck! Anda bertanya kenapa? Apakah anda tidak sadar dengan apa yang sudah anda lakukan? Itu termasuk pelecehan," kata Reon.


Satria langsung tertawa, kemudian dia menepuk-nepuk pundak Reon. Reon yang merasa kesal langsung menepis tangan Satria dari pundaknya.


Satria malah terbahak melihat akan kelakuan dari Reon, Satria lalu mencondongkan tubuhnya. Kemudian dia berbisik tepat di telinga Reon.


"Putri adalah adikku, wajar jika aku memperlakukan dia seperti itu," kata Satria.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh Satria, Reon langsung membulatkan matanya dengan sempurna. Selama enam bulan dia mengenal Putri, belum pernah sama sekali melihat kebersamaan Putri dengan Satria.


Sesekali Reon akan melihat Putri pergi bersama dengan Alex dan juga Ansel, bahkan terkadang Putri pergi bersama dengan Rachel, Raja dan juga Rama.


Tidak pernah sama sekali dia melihat keberadaan Satria, tapi... tunggu dulu. Reon baru mengingat jika Satria selama ini berada di negara A, apakah mungkin ada yang dia lewatkan?


Namun, seberapa keraspun dia berpikir tetap saja dia tidak mendapatkan jawabannya. Karena setahunya Juki hanya mempunyai tiga anak, yaitu Putri, Alex dan juga Ansel.


Tidak ada nama Satria di sana, yang dia tahu Satria adalah putra pertama dari keluarga Dinata. Anak dari Larasati dan juga Jonathan.


"Maksudnya bagaimana? Aku tidak paham?" tanya Reon.


"Oh, ya ampun. Aku puta dari papa Yudha, begitupun dengan Putri. Kami satu ayah namun beda ibu," jelas Satria.


Snyum di bibir Reon langsung terbit seketika, itu artinya Satria tidak akan merebut Putri dari dirinya. Jujur saja selama enam bulan ini Reon begitu tertarik dengan Putri.


Bahkan dia sengaja mengangkat Putri untuk menjadi sekretaris dirinya, dia beralasan jika sekretarisnya akan cuti lahiran.


Padahal, dia memindahkan sekretarisnya ke kantor cabang. Hal itu dia lakukan agar dirinya bisa berdekatan dengan Putri.


"Oh, maaf. Aku kira kalian--"


Reon terlihat menepuk-nepuk pundak Satria, lalu dia tersenyum hangat ke arah abangnya Putri. Satria hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah dari Reon.


****


Masih berlanjut, kuy ramein kolom komentar. Jangan lupa likenya juga, kalian luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2