Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 52


__ADS_3

Awalnya Satria tidak mau makan sandwich yang disodorkan oleh istrinya, tapi setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh istrinya, dia terlihat bersemangat memakan sandwichnya.


"Eh? Katanya Abang ngga laper, kok makannya rakus bener?" tanya Rachel keheranan.


"Kan biar kuat, aku itu mau jebol itu tuh. Kata kamu aku nanti lemes kalau ngga sarapan dulu," kata Satria seraya menunjuk milik istrinya dengan ekor matanya.


Sontak Rachel terlihat menelan sandwich yang ada di dalam mulutnya dengan susah payah, dia juga terlihat merepatkan kedua kakinya.


"Jangan dialangin kaya gini," kata Satria seraya melebarkan kedua kaki istrinya. Lalu, Satria terlihat mengusap milik istrinya yang masih terlindung dari celana pendek yang Rachel pakai.


"Ouwh, ya ampun, Abang!"


Rachel menahan rasa geli dan rasa yang entah apa itu, dia tidak tahu. Dia bahkan terlihat memejamkan matanya.


Satria tersenyum, lalu dia memeluk istrinya dan mengecupi pipinya. Rachel langsung membuka matanya, dia berusaha untuk mendorong wajah Satria.


"Aku... aku sarapan dulu, Abang tunggullah sebentar," pinta Rachel.


"Oke, aku akan menunggu. Setelah sarapannya habis, jangan lupa untuk meminum pil KB'nya. Aku tidak mau sampai ayah Ridwan marah," kata Satria.


Rachel menghentikan kunyahannya, lalu dia menatap netra Satria dengan lekat. Dia menyimpan sandwich yang dia pegang dan mengusap wajah Satria dengan lembut.


"Memangnya Abang tidak mau punya anak dari rahim aku? Kenapa harus minum pil kb?" tanya Rachel.


Satria tersenyum mendengar pertanyaan dari istrinya, kemudian dia mengecup bibir istrinya beberapa kali.


"Sangat, Sayang. Sangat ingin, tapi... kamu tuh masih kecil banget, aku takut nanti kamu. malah bermasalah dengan kandungan kamu," kata Satria.


"Baiklah, aku akan meminum pil KB'nya. Kalau memang itu alasan Abang memintaku untuk meminum pil itu," kata Rachel.


Satria tersenyum senang karena istrinya bisa mengerti dengan apa yang dia sampaikan, dia menyayangi Rachel.


"Ya, Sayang. Jangan tersinggung, aku hanya tidak mau kamu merasakan sakitnya melahirkan di usia kamu yang masih sangat muda. Jangan marah, oke?" pinta Satria.


Rahel paham, dia tahu jika Satria mencintai dirinya. Dia bisa merasakan hal itu, dari perlakuan Satria terhadap dirinya.


"Iya, Abang. Aku paham," jawab Rachel.


Setelah mengatakan hal itu Satria langsung menunggu Rachel di atas tempat tidur, sedangkan Rachel terlihat memakan sandwichnya kembali.


Setelah habis, dia langsung mengambil pil kb yang Satria beli dan meminumnya. Lalu, dia menghampiri Satria yang sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memandang wajahnya.


"Aku sudah siap," kata Rachel.

__ADS_1


"Hem, aku tahu. Kalau belum siap, pasti kamu tidak akan menghampiri aku," kata Satria.


Satria langsung bangun dan menuntun istrinya agar merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, Rachel menurut. Karena memang ini pasti terjadi, walaupun Rachel menundanya.


"Aku mau sekarang, kalau kamu sudah siap," kata Satria.


"Iya, lakukanlah. Aku milikmu, walaupun aku berusaha untuk menundanya, Abang pasti akan mencari cara agar Abang bisa segera mendapatkan apa yang Abang inginkan," kata Rachel.


"Kamu sangat pintar," kata Satria.


Satria langsung menunduk dan mulai mengecup kening istrinya, lalu dia mengecup pipi Rachel dan terakhir dia menautkan bibirnya ke bibir istrinya.


Ciuman yang awalnya terasa lembut kini berubah semakin menuntut, bahkan tangan Satria terlihat membuka kain yang menutupi tubuhnya.


Dia juga melepaskan kain yang melekat ditubuh istrinya dengan tergesa, dia sudah tidak sabar untuk segera memasuki tubuh istrinya.


"Geli, Bang!" kata Rachel ketika Satria melebarkan kedua kaki istrinya dan mengecupi pangkal pahanya.


Rachel bahkan sampai menjepit kepala suaminya karena tidak kuat dengan rasa geli dan nikmat yang datang secara bersamaan.


"Yang, kepala aku sakit ini!" protes Satria.


"Maaf, abisan Abang nakal," keluh Rachel.


Lalu, Satria mulai mengecupi area inti istrinya dengan bibirnya. Rachel sampai menggeliatkan tubuhnya, dia merasa ada sesuatu yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Abang!"


Rachel terlihat mendongakkan kepalanya, dia ingin tahu apa yang dilakukan oleh suaminya tersebut.


"Abang jorok," keluh Rachel kala melihat Satria yang terlihat sedang menikmati miliknya bak es krim yang dingin dan sangat enak.


"Enak, Yang," kata Satria di sela aktivitasnya.


"Oh ya, ampun!"


Rachel langsung menjambak rambut suaminya kala merasakan kenikmatan yang luar biasa, rasa itu terasa menyengat dan membakar gairahnya.


"Udah, Bang. Aku ngga tahan," kata Rachel.


Satria tersenyum, belum apa-apa tapi istrinya sudah terengah-engah. Dia menjadi tidak tega, dia langsung menghentikan aktivitasnya.


Lalu, dia mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh istrinya. Kemudian, dia mulai menautkan bibirnya ke bibir istrinya.

__ADS_1


Tangan kirinya dia gunakan untuk menumpu tubuhnya, sedangkan tangan kanannya dia gunakan untuk mengarahkan miliknya yang sudah sangat tegak menuju liang kelembutan milik istrinya.


"Emph!"


Rachel mengerang dan menahan rasa sakit secara bersamaan kala milik Satria mulai menerobos masuk, dia bahkan sampai menitikan air matanya.


Tangannya terlihat mencengkram pundak Satria dengan kencang, sungguh tulangnya seakan patah, area intinya terasa terbelah.


"Sakit ya, Sayang?" kata Satria.


Padahal miliknya belum masuk dengan sempurna, tapi Rachel terlihat begitu kesakitan. Satria jadi tidak tega.


"Sakit," keluh Rachel.


"Ya udah ngga usah diterusin," kata Satria lesu.


Satria langsung mengeluarkan miliknya dari milik istrinya, lalu dia merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


Rachel menjadi tidak tega dibuatnya, walaupun rasanya sangat sakit, tapi Satria sudah sangat menginginkan dirinya.


Rachel memeluk Satria dengan erat, dia sandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Tangannya mulai mengusap dada Satria, dia berusaha untuk memancing hasratnya sendiri.


"Ngga usah diteruskan lagi, Sayang. Nanti kamu kesakitan lagi," kata Satria.


Rachel tidak mendengarkan apa kata Satria, dia malah bangun dan duduk di atas perut suaminya. Dia sudah bertekad akan memberikan mahkotanya untuk suaminya saat ini juga.


Rachel mulai menunduk dan mengecupi dada suaminya, tangannya juga begitu nakal mengusap milik Satria.


Satria tersenyum melihat dan mendapatkan perlakuan manis dari istrinya, Satria yang tidak tahan langsung mendongakkan wajahnya dan menarik lembut tengkuk leher istrinya.


Dia menautkan bibirnya dengan penuh hasrat, hal itu membuat Rchel ikut terpancing gairah. Rachel terlihat mengerang dan menggeliatkan tubuhnya.


Melihat akan hal itu, Satria langsung membalikkan tubuh istrinya. Lalu dia mulai mencoba mengarahkan miliknya kembali menuju liang kelembutan milik istrinya.


"Ahh, Abang!" keluh Rachel.


Namun tangannya memeluk erat pinggang suaminya, hal itu membuat Satria tersenyum. Itu artinya Rachel mengizinkan dirinya untuk melanjutkan keinginannya.


Satria mulai menggerakkan pinggulnya, Rachel nampak memejamkan matanya dengan kuat. Dia menahan rasa sakit dan nikmat yang datang secara bersamaan.


"Sayang, rapet banget inih," kata Satria seraya mengayunkan pinggulnya. Dia merasakan jika miliknya terjepit kuat oleh milik istrinya.


****/

__ADS_1


Selamat siang, bab kedua sudah meluncur. Besok lagi, ya. Othor mau ngerjain yang lainnya dulu, sayang kalian selalu.


__ADS_2