
Kini Jonathan dan juga Larasati sedang duduk berdua di taman belakan rumah, Larasati yang begitu penasaran langsung menanyakan tentang apa yang dikatakan oleh Angga.
Walaupun ada rasa takut di dalam hatinya jika Larasati tidak menerima dengan apa yang dilakukan oleh Jonathan selama ini, akhirnya Jonathan pun mengatakannya kepada wanita yang sangat dia cintai itu.
"Maaf jika selama ini aku terlalu ikut campur dengan urusan kamu, Ra. Terus terang aku tidak tega saat mengetahui jika si brengsek itu sudah menghianati kamu, apa lagi saat--"
Mendengar apa yang dikatakan oleh Jonathan, Larasati menjadi mengerti, tanpa Jonathan menjelaskannya dengan panjang lebar.
"Kamu mengawasiku, Jo?" tanya Larasati.
Jonathan menatap Larasati sekilas, kemudian dia pun menganggukkan kepalanya.
"Ya, selama ini aku mengawasimu. Aku"-- Jonathan terlihat menghela napas berat--"aku mencoba melindungi kamu dengan caraku."
Jonathan terlihat menunduk lebih dalam lagi, dia benar-benar merasa takut jika Larasati akan memutuskan hubungan dengan dirinya karena merasa kecewa.
Apa lagi saat dia melihat tatapan mata Larasati yang begitu tajam, namun tanpa Jonathan duga Larasati malah langsung menghambur ke dalam pelukannya.
Dia memeluk erat Jonathan dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang lelaki tampan tersebut.
"Terima kasih, Jo, atas cinta kamu yang begitu besar untukku." Larasati terisak.
Mendengar isak tangis Larasati, apa lagi saat merasakan dadanya yang basah. Jonathan terlihat kaget, dia langsung melerai pelukannya dan menatap wajah Larasati dengan lekat.
"Jangan menangis, aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintaimu. Maaf jika selama ini aku lancang," kata Jonathan.
Larasati langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak, Jo. Justru aku yang berterima kasih, karena cintamu begitu besar untukku. Aku saja yang terlalu menutup mata, aku saja yang selalu dibutakan oleh cintanya mas Yudha kala itu. Maaf karena selama ini aku sudah mengecewakanmu, pasti kamu sering sakit hati sama aku," ucap Larasati.
Kembali air matanya luruh, ketika dia mengingat wajah Jonathan yang sering terlihat sedih dan sendu saat melihat kebersamaannya dengan Yudha dulu.
"Tak apa, yang terpenting sekarang kita sudah bersama kembali, i love you Rara." Satu kecupan lembut mendarat di bibir Larasati.
Larasati langsung tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari Jonathan, hari ini dia benar-benar menyadari jika Jonathan memanglah sangat mencintai dirinya.
Hari ini dia baru menyadari, jika Jonathan benar-benar mempunyai rasa yang begitu tulus dan dalam untuk dirinya.
Jonathan terlihat mengusap pipi Larasati yang terlihat masih basah dengan air mata, kemudian dia pun mengecup kening Larasati dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Sekarang kita harus bersiap, kamu harus ke Cafe dan aku harus ke Rumah Sakit." Jonathan nampak bangun dan mengulurkan tangannya.
Larasati pun dengan senang hati menyambut uluran tangan Jonathan, lalu mereka pun berjalan bersama untuk masuk kedalam rumah
*/*
Yudha terlihat mengantarkan Leana ke kampusnya, setelah Leanna turun dari mobilnya, Yudha nampak menunggu tak jauh dari kampus tempat Leana menimba ilmu.
Dia sudah memutuskan jika hari ini dia akan memata-matai wanita yang sudah hampir dua bulan ini menjadi partnernya di atas ranjang.
Hampir satu jam dia menunggu, namun tak ada tanda-tanda Leana keluar dari kampusnya.
Ting!
Ponsel milik Yudha nampak berdenting, hal itu menandakan jika ada satu pesan masuk ke dalam ponselnya.
"Pak, saya orang yang kemarin. Di dekat taman ada sebuah tempat yang hendak disewakan, kalau Bapak berminat bisa langsung datang." Satu pesan chat masuk ke dalam ponselnya.
Yudha pun tersenyum, kemudian dia mengetik balasan pesan untuk pak Budi yang sudah dia mintai tolong.
"Otewe, Pak." Balas Yudha.
Tak lama setelah kepergian Yudha, Leana nampak keluar dari kampusnya. Dia meminta izin untuk keluar, karena Leana mendapatkan telepon dari Rumah Sakit jika hasil lab-nya telah keluar.
Setelah lima belas menit melakukan perjalanan, akhirnya Leana pun tiba di Rumah Sakit tempat dia memeriksakan dirinya.
Dia pun berjalan dengan tergesa untuk menemui dokter yang memegang hasil lab-nya tersebut.
"Bagaimana hasilnya, Dok?" tanya Leana ketika sudah duduk tepat di depan dokter Fauzy.
Dokter Fauzi terlihat tersenyum kecut, kemudian dia pun memberikan selembar kertas hasil tes lab yang sudah dilakukan beberapa hari yang lalu.
Melihat senyum dari dokter, Leana merasa ketar-ketir. Dengan tangan bergetar dia pun menerima selembar kertas tersebut, saat membaca secarik kertas yang diberikan oleh dokter tersebut, air mata Leana pun langsung lurus seketika.
"Positif, Dok?" tanya Leana.
"Ya," jawab Dokter.
Setelah mengetahui hasil lab-nya, dengan tergesa Leana langsung pergi dari Rumah Sakit tersebut.
__ADS_1
Tentu saja tujuannya bukan untuk ke kampus, namun dia ingin segera pulang ke rumah kontrakannya.
Saat di perjalanan pulang, Leana sempat mengirimkan pesan kepada Yudha.
"Kamu di mana, Mas?" tanya Leana.
"Lagi nyari tempat untuk usaha," balas Yudha.
"Oh, hati-hati." Pesan dia kirimkan.
"Ya, Sayang." Balas Yudha.
Setelah mengetahui jika Yudha berada di luar rumah, Leana terlihat menyeringai. Tiba di rumah kontrakannya, Leana pun langsung masuk ke dalam kamarnya.
Dia membuka lemari pakaian yang ada di sana, lalu senyumnya pun mengembang ketika dia melihat uang milik Yudha hasil dari menggadaikan rumah, tergeletak begitu saja.
Tak lama kemudian, wajah Leana terlihat sendu. Dia menjatuhkan tubuhnya, memeluk kedua lututnya dan menenggelamkan wajahnya diantara kedua kakinya. Kemudian, air matanya pun luruh begitu saja.
"Aku harus segera pergi sebelum aku dicampakkan," kata Leana.
Setelah mengatakan hal itu, dia pun langsung memasukkan baju miliknya ke dalam tas besar. Tak lupa, uang milik Yudha pun dia masukkan ke dalam tas tersebut.
Leana terlihat begitu tergesa-gesa saat merapikan pakaiannya, setelah selesai dia mengambil ponselnya, membuang kartunya dan segera bersiap untuk pergi.
Tentu saja hal itu dia lakukan, karena Leana tak ingin Yudha berusaha untuk menghubungi dirinya. Bahkan Leana berniat akan menjual ponselnya dan menggantinya dengan yang baru, sebelum dia pergi nanti.
"Maafkan aku, Mas. Maaf," ucap Leana sebelum dia pergi dari rumah kontrakan tersebut.
*
*
Terima kasih buat kaleyan yang selalu setia membaca karya Othor, tanpa kaleyan apalah aku. Terima kasih juga untuk kaleyan yang sudah memberikan like, koment, vote, rate, gift, pokoknya terima kasih.
Sekedar info.
Hiperseksualitas adalah kelainan seksual, yang ditandai dengan fantasi, gairah, dan kecanduan berhubungan intim, yang sulit dikendalikan. Hal ini berdampak negatif pada kesehatan, pekerjaan, dan hubungan dengan orang lain.
Orang seperti itu rela meninggalkan pekerjaannya dan kegiatan bermanfaat lainnya hanya untuk menghabiskan waktu untuk hubungan intim, kalau tak ada pasangan pun dia bisa berfantasi sendiri.
__ADS_1
Berbeda dengan yang mempunyai gairah seksualitas tinggi, dia mudah terangsaang dan tergoda tapi masih dalam batas wajar.