Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 9


__ADS_3

Walaupun kemarin sempat ada drama Kinara yang tidak mau melakukan makan malam, bahkan dia sama sekali tidak mau keluar kamar.


Namun, setelah Larasati membujuknya akhirnya Kinara luluh juga. Namun, hari ini Kinara sudah bersikap seperti biasanya.


Padahal, Larasati sudah sempat merasa jika Kinara akan rewel dalam beberapa hari ini. Nyatanya, pagi ini anak itu terlihat baik-baik saja.


Bahkan, Kinara sudah terlihat sangat cantik dengan seragam sekolah hari seninnya. Walaupun terasa aneh, tapi Larasati bersyukur akan hal itu.


Kinara kini nampak asik menikmati sarapan paginya, Larasati duduk tepat di samping Kinara. Lalu, Larasati mulai berbicara.


"Kinar, Sayang. Jam empat sore ini kamu sudah mulai latihan balap di sirkuit, jadi... selepas shalat ashar kamu langsung berangkat saja sama Abang. Biar ngga telat," kata Larasati mengingatkan.


Kinara yang terlihat tengah asik menikmati sarapannya, terlihat menghentikan kunyahannya. Kemudian, dia mengalihkan pandangannya ke arah Larasati.


Wajah Kinara yang selalu ceria dan selalu saja cerewet, kini terlihat datar tanpa ekspresi. Larasati bahkan tidak bisa membaca apa yang ada di dalam pikiran anaknya tersebut.


"Iya, terima kasih karena Buna sudah mengingatkan," kata Kinara.


Setelah mengatakan hal itu,Kinara nampak melanjutkan sarapan paginya. Larasati, Satria dan Jonathan saling pandang, kemudian mereka terlihat menggedikkan kedua bahunya.


Mereka merasa jika tingkah Kinara terlihat aneh pagi ini, namun mereka tidak berkata apa pun karena takut Kinara akan marah.


Selang beberapa menit kemudian, semua orang telah selesai dengan sarapannya. Kinara terlihat bersiap untuk berangkat, setelah mengambil tasnya dia langsung menghampiri Satria.


Jonathan menghampiri Kinara lalu merangkul pundak dari putrinya tersebut, karena tidak biasanya Kinara menghampiri Satria.


"Kamu mau berangkat bareng Daddy atau mau berangkat bareng Abang?" tanya Jonathan.


Untuk sesaat Kinara terdiam kemudian dia mengalihkan wajahnya ke arah Satria.


"Aku ikut Abang saja," kata Kinara.


Saat mendengar jawaban dari Kinara, kembali Satria, Jonathan dan juga Larasati terlihat saling pandang. Mereka benar-benar merasa aneh dengan tingkah Kinar hari ini.


Padahal biasanya Kinara tidak akan pernah mau jika berangkat ke sekolah naik motor bersama Satria, Kinara selalu beralasan jika nanti penampilannya akan kusut karena terkena angin.


Namun, kali ini dia malah memilih untuk pergi bersama dengan Satria. Jonathan mengalah.


"Ya sudah, terserah kamu aja, Sayang. Yang penting kamu senang," kata Jonathan.


Setelah mengatakan hal itu Jonathan terlihat melerai pelukannya, kemudian menghampiri Satria dan menepuk punggungnya.


"Jaga adiknya baik-baik, ya, Boy!" pinta Jonathan.


"Yes, Daddy," jawab Satria.

__ADS_1


Akhirnya Satria dan juga Kinara terlihat berpamitan kepada Larasati dan juga Jonathan, setelah itu mereka pun berangkat menuju sekolah tempat di mana mereka menimba ilmu.


Larasati memang sengaja menyekolahkan Kinara dan juga Satria di sekolah yang sama, hal itu dia lakukan agar Satria bisa memantau kegiatan dari Kinara.


Satria terlihat sudah bersiap untuk melajukan motornya menuju sekolahan, Kinara langsung memeluk Satria dengan erat, lalu menyandarkan kepalanya di punggung abangnya itu.


Satria tersenyum karena sudah dua hari ini sikap Kinara benar-benar berubah, sepanjang perjalanan menuju sekolah, Kinara terlihat diam saja.


Satria bahkan sampai merasa kehilangan sosok Kinara, karena biasanya Kinar akan sangat cerewet jika berada di dekatnya.


Namun, Satria paham jika saat ini Kinara sedang gundah gulana. Satu hal yang Satria anehkan, kenapa di usia Kinara yang masih begitu belia sudah memiliki keinginan untuk berpacaran dengan lawan jenis?


Padahal Satria yang sudah berusia tujuh belas tahun saja tidak pernah ada niatan untuk berpacaran, karena menurutnya kalau berpacaran maka dia akan terikat dengan satu perempuan saja.


Namun, jika berteman, maka dia akan bisa berkomunikasi dengan banyak teman wanita, ataupun teman laki-laki. Lebih tepatnya, Satria memang belum ada niatan untuk berpacaran.


****


Pukul 15:37.


Kinara nampak sudah bersiap untuk pergi menuju tempat pelatihannya, Satria juga sudah terlihat bersiap di samping Kinara.


Tentu saja tugasnya hari ini adalah menemani adik tercintanya, Larasati juga menyiapkan beberapa bodyguard untuk menjaga keamanan kedua buah hatinya tersebut.


"Sore Coach," sapa Kinara.


Untuk sesaat Jefry memandang Kinara dari atas kepala sampai ujung kaki, dia melihat Kinara sebagai sosok gadis yang cantik, manis dan juga lihat berpenampilan elegan.


Namun, kenapa wanita seperti Kinara harus memilih balap motor, pikirnya.


"Selamat sore, pasti kamu yang namanya Kinara dan kamu Abangnya Satria," tebak Jefry.


"Iya," jawab keduanya.


"Ya sudah, kalau begitu bersiaplah untuk pemberian materi terlebih dahulu. Setelah itu, baru kita akan latihan di atas lintasan," kata Jefry.


"Ya," jawab Kinar.


"Ehm, anu Coach. Boleh ngga saya nemenin ade saya?" tanya Satria.


"Boleh saja," jawab Jefry.


"Tanks, Coach," kata Satria.


"Sama-sama," jawab Kak Jefry.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Jefry meminta Kinara untuk bergabung dengan yang lainnya di sebuah ruangan khusus pembelajaran.


Kinara sempat terpaku saat masuk ke dalam ruangan tersebut, karena di sana juga ada Jeremy yang terlihat sedang duduk sambil bercanda dengan wanita yang dia lihat kemarin.


untuk sesaat Kinara terdiam, namun dia terlihat berusaha untuk mengontrol dirinya. Dia menarik napas panjang, lalu mengeluarkannya dengan perlahan.


Setelah itu dia nampak duduk tak jauh dari Jeremy, Satria yang takut adiknya kenapa-napa langsung menghampirinya dan duduk tepat di sampingnya.


"Are you oke?" tanya Satria.


"Yes, i'm oke," jawab Kinara.


Tanpa Kinara duga Jeremy terlihat menghampiri dirinya, lalu Jeremy membungkukkan tubuhnya. Lalu, dia berbisik tepat di telinga Kinara.


"Pas pelatihan di arena balap, gue tantang elu. Kalau elu menang, elu bisa jadi pacar gue," kata Jeremy pongah.


Kinara hanya membalas ucapan Jeremy dengan anggukan kepala, dia sama sekali tidak menolehkan wajahnya ke arah Jeremy.


Satria terlihat sangat kesal, Jefry yang tidak tahu apa-apa hanya bersikap biasa-biasa saja. Lalu, tidak lama kemudian dia memulai pelajarannya.


Dia menjelaskan hal-hal apa saja yang merupakan poin penting dalam melakukan balap motor di atas lintasan, Kinara terlihat begitu fokus mendengarkan.


Berbeda dengan Jeremy, dia memang berbicara dengan wanita cantik itu. Namun, sesekali pandangannya dia alihkan kepada Kinara.


Satu jam pemberian materi telah selesai, Kak Jefry meminta murid-muridnya untuk keluar dari ruangan tersebut dan melakukan pelatihan secara langsung di atas lintasan.


Kinara terlihat bersemangat sekali, Satria menjadi bingung dibuatnya. Namun, tidak masalah. Karena yang terpenting Kinara tidak bersedih lagi, pikirnya.


Saat pelatihan di atas lintasan hendak dimulai, Kinara terlihat menoleh sebentar ke arah Jeremy. Lalu, beberapa detik kemudian dia melurus pandangannya.


Jeremy tersenyum, dia berpikir jika Kinara pasti akan mengerahkan kekuatannya agar bisa menang dan berusaha untuk menjadi pacarnya kembali.


Satu!


Dua!


Tiga!


Kinara terlihat melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, Jeremy bahkan sampai tidak bisa mengimbangi kecepatan motor yang diajukan oleh Kinara, Satria terlihat was-was dibuatnya.


****


Masih berlanjut....


Selamat pagi, selamat beraktivitas. Jangan lupa tinggalkan jejak, yes.

__ADS_1


__ADS_2