Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 43


__ADS_3

Hari-hari yang Satria lalui terasa sangat berat, karena dia tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan Rachel.


Sebuah aturan yang dipercaya harus dilakukan sebelum acara pernikahan tiba, alias pingitan.


Ya, setelah berunding akhirnya pernikahan Rachel dan juga Satria akan segera dilaksanakan satu minggu lagi.


Rachel tidak boleh ditemui oleh Satria, bahkan hanya untuk menelpon saja Satria tidak diizinkan.


Satria merasa kesal. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Sudah lima hari ini Satria terlihat uring-uringan.


Sungguh dia begitu merindukan wanita pujaan hatinya. Walaupun tidak melakukan apa-apa, setidaknya dia bisa melihat wajahnya secara langsung.


Sayangnya tidak ada yang mengizinkan dirinya untuk bertemu dengan Rachel, dia sudah berusaha untuk datang pagi-pagi ke rumah Rachel.


Tujuannya tentu saja agar bisa bertemu dengan wanitanya sebelum Rachel berangkat kuliah.


Namun, ternyata dia tidak pernah bertemu dengan Rachel sama sekali. Karena tanpa Satria tahu, Rachel memang sudah mengambil cuti kuliah selama dua minggu.


Tentu saja hal itu dia lakukan agar dia bisa menjalani masa pingitannya dan juga masa pernikahannya dengan Satria dengan tenang dan juga lancar.


Larasati dan juga Jonathan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat tingkah dari Satria.


Dulu Satria terlihat pendiam dan juga jarang bicara. Namun, dia akan hangat terhadap siapa pun.


Dia juga selalu bergaul dengan siapa pun, tidak pernah sekalipun Satria membedakan orang miskin dan juga orang kaya.


Namun, mereka tidak menyangka jika saat ini justru Satria terlihat kebalikan dari Rachel. Rachel lebih banyak diam dan juga kalem.

__ADS_1


Namun, Satria malah terlihat cerewet dan juga tidak sabaran. Dia bahkan berulang-ulang meminta izin untuk bertemu dengan kekasih hatinya.


Sayangnya, Satria tidak pernah mendapatkan izin itu. Pada akhirnya dia hanya bisa menghela napas berat dan kembali ke kamarnya.


Baru saja Satria merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur kesayangannya. Namun, dia merasa jika suasana di rumah Jonathan terasa sangat ramai. Karena penasaran, Satria langsung keluar dari dalam kamarnya.


"Abang!"


Satria terlihat sangat kaget karena ternyata yang membuat keributan di rumah daddy Jo adalah Kinara dan ketiga sepupunya.


Dia melihat ada Mini dan juga Angga di sana, tentu saja mereka harus pulang untuk menyaksikan pernikahan Satria dan juga Rachel.


Kinara yang baru saja datang langsung berlari ke arah Satria, tanpa Satria duga Kinara langsung melompat dan langsung menubrukkan tubuhnya pada Satria.


Kinara kini terlihat seperti anak koala, karena Kinara langsung memeluk Satria dan melingkarkan kedua kakinya di pinggang abangnya.


"Ya Tuhan, Kinar. Jangan seperti ini," keluh Satria.


"Aku rindu sama, Abang. Tentu saja aku akan melakukan hal ini, karena nanti setelah Abang menikah, Abang sudah menjadi milik Rachel. Nanti, aku tidak bisa memeluk Abang lagi," kata Kinara.


Setelah mengatakan hal itu, Kinara langsung memeluk Satria kembali dengan erat seraya menyandarkan kepalanya di pundak Satria.


"Nanti setelah Abang menikah, kamu masih boleh peluk Abang. Tapi ngga kaya gini," kata Satria.


"Hem, makanya izinkan Kinar memeluk Abang seperti ini sebelum Abang menikah," kata Kinara. Satria pasrah.


Ketiga putra Mini yang melihat akan hal itu langsung menghampiri Satria, kemudian Abian menurunkan tubuh Kinara dari dalam pelukan Satria.

__ADS_1


Mendapatkan perlakuan seperti itu, Kinara terlihat begitu kesal. Dia langsung memelototkan matanya ke arah Abian.


"Sudah, jangan marah!" kata Cakra.


"Lagian bukan kamu saja yang kangen sama Abang, aku juga kangen," kata Bryan yang langsung memeluk Satria dan menepuk-nepuk punggungnya dengan perlahan.


Kinara yang mendengar perkataan dari Bryan terlihat mencebikkan bibirnya, dia masih kangen. Namun, harus memberikan kesempatan kepada orang lain untuk saling meluapkan rasa rindu.


"Selamat ya, Bang. Karena akhirnya kamu akan menikah dengan kak Rachel," kata Brian.


"Terima kasih," jawab Satria.


Setelah mengucapkan selamat dan menumpahkan rasa rindunya, Bryan terlihat melerai pelukannya.


Kemudian, Cakra dan juga Abian terlihat memeluk Satria secara bergantian. Tinggal bersama selama lima tahun membuat mereka saling merindu.


"Abang! Kinar masih rindu," kata Kinara seraya merentangkan kedua tangannya.


Satria terkekeh, lalu dia melerai pelukannya dan menghampiri adik perempuannya itu. Satria lalu memeluknya dengan erat.


"Ya, Abang juga rindu," jawabnya.


"Nanti malam kita habiskan malam bersama ya, Bang? Soalnya dua hari lagi Abang akan menikah, anggap saja malam ini malam kebersamaan kita. Iya nggak, Bi?" kata Kinara mencari pembenaran.


Abian, Cakra dan juga Bryan langsung mengangguk setuju. Satria terkekeh kemudian dia berkata.


"Baiklah, terserah apa pun kata kalian," jawab Satria pada akhirnya.

__ADS_1


****


Masih berlanjut, yuk ramai kolom komentar. jangan lupa like dan komen ya Buat penyemangat motor.


__ADS_2