Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 69


__ADS_3

Maka dari itu, untuk menjaga kedepannya tidak ada perdebatan antara Putri dan juga Ansel dan juga Alex, Reon sengaja membeli tanah tersebut.


Sebelum Reon memutuskan untuk menikahi Putri, tentu saja dia menyelidiki dulu silsilah keturnan dari calon istrinya.


Bukan ingin tahu kejelakan dari keluarga lnya, hanya saja asal-usul itu memang penting. Reon tidak masalah jika Putri terlahir dari rahim mantan pelakor, toh Putri belum tentu menuruni sikap ibunya.


Banyak di luaran sana yang bapaknya seaorang kiyai, tapi anaknya menjadi gembong narkoba. Banyak di luaran sana yang bapaknya seorang maling, tapi anaknya malah menjadi seorang polisi.


Reon bahkan sangat yakin jika Putri adalah wanita yang baik, karena setiap kali dia ingin mengecup bibir Putri saja, Putri selalu terlihat ingin menjaga kesuciannya.


"Jadi, mas Reon mau membuatkan aku rumah impian aku?" tanya Putri bersemangat.


Wajah Putri yang sedari tadi sendu kini berubah menjadi ceria, dia benar-benar merasa senang dengan kabar yang Juki sampaikan.


"Iya, dia sudah membeli semua bahannya," jawab Juki.


"Tapi, Ba. Apa mas Reon tahu bentuk rumah impian aku seperti apa?" tanya Putri.


"Tahu, Sayang. Dia tahu, dia pernah melihat desainnya di dalam laptop kamu," kata Juki.


"Loh, kok bisa? Jangan-jangan dia juga membuka file pribadi aku," keluh Pitri.


"Memangnya ada hal yang rahasia?" tanya Juki.


"Bukan seperti itu, hanya saja itu pivasi aku. Dia jahat banget ih liat-liat file pribadi aku," oceh Putri.


"Jangan marah, Sayang. Sepertinya Reon melakukan hal itu karena dia ingin memberikam kejutan sama kamu," jawab Juki.

__ADS_1


"Hem," jawab Putri pada akhirnya.


Awalnya Putri merasa sangat sedih, tapi setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Juki dia merasa sangat senang.


Dia benar-benar merasa begitu bangga kepada Reon, tapi ada sedikit rasa kesal dalam hatinya. Ada juga rasa sesal karena sudah betprasangka buruk terhadap ayah sambungnya tersebut.


"Terima kasih dan maaf," kata Putri seraya memeluk tubuh Juki dengan erat.


"Tunggu dulu, kamu minta maaf untuk apa? Baba rasa kamu tidak melakukan kesalahan apa pun," kata Juki.


"Pokoknya maafin Putri," kata Putri yang tidak mau menjelasjan tentang apa yang sudah dia tuduhkan terhadap Juki.


Dia takut jika Juki akan tersinggung jika dia mengatakan unek-uneknya alias tuduhannya terhadap Juki.


"Baiklah, kalau tidak mau bercerita tidak apa-apa. Sekarang kita makan malam, ibu sudah masak makanan kesukaan kamu," kata Juki.


"Benarkah?" tanya Putri.


Setelah obrolan mereka berakhir, Putri dan juga Juki terlihat melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Putri.


Mereka terlihat melangkahkan kaki mereka menuju ke ruang makan, Putri terlihat sangat kaget saat tiba di ruang makan. Karena ternyata di sana juga ada Reon beserta Tuan Andar dan juga Ibu Amara.


"Mas Reon? Ayah, Ibu?"


"Hai calon mantu!" sapa Ibu Amara dengan senyum ramahnya.


Wanita paruh baya itu terlihat menghampiri Putri dan langsung memeluknya dengan erat, Putri hanya diam dalam kebingungan.

__ADS_1


"Maaf kalau kedatangan kami mengagetkan kamu, kami hanya ingin berkanalan dengan calon besan. Sekalian makan malam bareng calon mantu," kata Ibu Amara seraya melerai pelukannya.


"Sayang, kok diem saja? Ajak calon mertua kamu untuk duduk dan makan malam," kata Jesicca.


"Eh, iya, Bu," jawab Putri.


Putri terlihat mengajak Ibu Amara untuk duduk, Putri terlihat duduk tepat di samping Reon. Semuanya seakan sudah di atur, hanya dia saja yang tidak tahu.


Dia tersenyum canggung, lalu dia terlihat menatap semua orang yang ada di sana dengan tatapan bingung.


Melihat akan hal itu, Reon yang berada di sampingnya langsung mencondongkan tubuhnya. Lalu, dia berbisik tepat di cuping telinga Putri.


"Hey! Jangan bengong terus, nanti aku cium," bisik Reon pada Putri.


Putri langsung menjauhkan wajahnya, lalu dia menatap Reon dengan tatapan sengitnya. Padahal dia sudah berencana dalam hati akan mengucapkan terima kasih kepada Reon dan akan membuatkan sarapan untuk pria itu.


Dia sudah berniat akan pergi ke kantor lebih pagi dan membuatkan sarapan spesial untuk Reon sebagai ucapan terima kasih.


Namun, mendengar apa yang dikatakan oleh Reon, dia seakan ingin menarik kata-katanya kembali. Dia menjadi sebal.


Jika Putri terlihat begitu kesal, berbeda dengan semua yang ada di sana. Mereka merasa jika sikap Putri dan Reon sangat romantis dan juga membuat Ibu Amara ingin merasakan masa mudanya kembali.


Dia terlihat tersenyum-senyum searaya meremat tangan tuan Andar, tuan Andar sampai berdehem beberapa kali saat merasakan sentuhan istrinya.


Jesicca dan Juki yang melihat akan hal itu terlihat tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, mereka merasa lucu saat melihat tingkah dari kedua calon besannya itu.


Jesicca sempat berpikir jika suaminya Juki adalah lelaki paling messum, tapi dia malah melihat jika ibu Amara adalah wanita yang terlihat lebih messum dari suaminya.

__ADS_1


****


Siang Bestie, dua bab meluncur. Jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa koment dan juga like, sayang kaleyan semua.


__ADS_2