Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 87


__ADS_3

Setelah mendengarkan apa yang diceritakan oleh Merlin, Kinara terlihat begitu canggung saat berhadapan dengan Mich.


Bahkan, saat Mich menegurnya saja Kinara bukannya menjawab, tapi dia hanya menatap Mich dengan tatapan yang begitu sulit untuk diartikan.


Entah kenapa dia begitu bingung untuk bersikap, dia merasa bingung haruskah bersikap biasa saja atau seperti apa.


Melihat perubahan sikap dari Kinara membuat Mich menjadi bingung, padahal Kinara tidak pernah bersikap seperti itu.


"Kamu kenapa sih? Kok jadi aneh gitu? Padahal tadi ngga kenapa-kenapa, apa mau kue yang lain?" tanya Mich bingung.


Bingung dan juga khawatir, itulah yang Mich rasakan. Dia lebih nyaman melihat Kinara yang cerewet dari pada diam saja tanpa kata dan hanya memandang dirinya.


"Eh? Engga kok, Om. Aku... aku hanya ingin pulang," jawab Kinara.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Kinara, Merlin yang sedang mengunyah kuenya langsung menatap wajah Kinara dengan lekat.


Dia baru saja bertemu dengan Kinara, dia yang awalnya merasa kesepian merasa senang dengan kedatangan dari Kinara.


"Kamu ngga betah ya?" tanya Merlin sendu.


Melihat wajah Merlin yang menatapnya dengan sendu, membuat Kinara menjadi tidak enak hati.


"Eh? Bukannya ngga betah, tapi tadi masih ada tugas kampus." Kinara nyengir kuda.


Dia sengaja berbohong agar Merlin tidak bersedih, karena dia ingin pergi memang bukan karena itu. Karena dia merasa tidak sanggup berlama-lama berdekatan dengan Mich.


"Oh ya ampun, kalau cuma tugas kuliah aku bisa bantu. Yang penting kamu jangan pulang," pinta Merlin mengiba.


Kinara benar-benar tidak enak hati jika harus menolak keinginan wanita hamil itu, tapi di sisi lain dia merasa tidak nyaman kalau harus berdekatan dengan Mich.


Entah kenapa, setelah mengetahui perasaan Mich terhadap dirinya, dia benar-benar merasa canggung kala berdekatan dengan pria matang itu.


Apalagi saat melihat tatapan mata Mich, Kinara baru sadar jika pria matang itu menatap dirinya dengan penuh cinta.


Dia juga bisa melihat rasa khawatir, rasa takut dan rasa canggung sama seperti dirinya. Namun, ada rasa bahagia juga yang dia lihat.

__ADS_1


'Oh ya Tuhan, kenapa aku bodoh sekali. Selama ini selalu saja mengejar kak Jeremy, padahal dia selalu mempermainkan hatiku. Ternyata, ada orang yang begitu mencintaiku,' batin Kinara.


"Eh? Ko malah diam saja?" tanya Merlin.


Kembali Kinara menatap wajah Merlin, raut sedih tergambar jelas di wajah wanita hamil itu. Kinara semakin tidak enak hati.


"Ngga apa-apa, aku... aku akan menemani Kak Merlin. Tapi tidak lama, ngga apa-apa, kan?" tanya Kinara.


Merlin terlihat sumringah mendengar apa yang dikatakan oleh Kinara, dia senang karena akhirnya dia ada temannya sebelum suaminya pulang.


"Oh, Kinar, Sayang. Terima kasih," kata Merlin senang.


"Sama-sama," jawab Kinara.


Awalnya Kinara memang terlihat begitu canggung, tapi tidak lama kemudian suasana terlihat mencair karena Merlin selalu saja bertingkah manja dan lucu. Mungkin itu adalah bawaan baby yang dia kandung.


Setelah cukup lama bertamu di rumah Merlin, akhirnya pukul empat sore, setelah melakukan shalat ashar Mich mengantarkan Kinara menuju rumah Angga.


Setelah tiba di kediaman Angga, Mich terlihat memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah megah itu.


Untuk sesaat dia terdiam seraya memejamkan matanya, tidak lama kemudian dia menolehkan wajahnya ke arah Kinara.


Wajah Mich yang begitu dekat membuat jantung Kinara terasa berdetak dengan cepat, apalagi saat hembusan napas hangat yang menerpa kulit wajah Kinara.


Hal itu membuat tubuh Kinara meremang seketika, dia memejamkan matanya. Menikmati setiap momen yang terjadi hari ini. padanya.


Mich terlihat mengernyitkan dahinya, karena Kinara malah memejamkan matanya dengan senyum di bibirnya.


"Hey! Kenapa malah merem? Ngantuk?" tanya Mich seraya menatap wajah Kinara dengan lekat.


Wajah wanita yang sangat dia cintai itu terlihat tidak bosan untuk dia pandang, walaupun pada kenyataannya dia tidak berani mengungkapkan isi hatinya.


"Eh? Ngga, Om. Itu, anu, Ehm. Kinar ngga ngantuk, cuma cape aja," jawab Kinara asal.


Dia menatap wajah Mich yang begitu dekat, lalu dia mendorong wajah Mich. Rasanya tidak nyaman jika jarak mereka terlalu dekat seperti itu. Mich terkekeh lalu berkata.

__ADS_1


"Maaf, kalau kamu kecapean, besok ngga usah kerja aja. Pulang kuliah aku jemput terus anter pulang, oke?" kata Mich.


Di satu sisi saat mendengar Mich berkata seperti itu Kinara sangat senang, itu artinya Mich begitu perhatian terhadap dirinya.


Namun, di sisi lain dia merasa kecewa. Karena itu artinya, dia tidak akan bisa berlama-lama bersama dengan Mich.


Lagi pula selain bisa terus bersama dengan Mich, dia bisa belajar cara berbisnis yang baik. Rasanya tidak akan enak jika pulang kuliah hanya diam saja di rumah.


Satu hal yang tidak dia paham, dia merasa tidak rela jika besok tidak ada kebersamaan antara dirinya dan Mich.


"Ngga cape ko, Om. Besok selepas kuliah jemput aja, aku mau kerja sama Om lagi," kata Kinara seraya tersenyum canggung.


Senyum kebahagiaan langsung terbit dari bibir Mich, dia sangat senang mendengar apa yang dikatakan oleh Mich.


"Baiklah, besok aku jemput. Sekarang kamu istirahat gih," kata Mich seraya mengelus lembut lengan wanita yang dia cintai.


Kinara tersenyum canggung seraya memperhatikan lengan kekar Mich, sentuhan itu terasa nyaman dan. membuatnya tenang.


"Iya, Om," jawab Kinara yang juga terlihat enggan untuk turun.


Melihat Kinara yang hanya diam saja seraya menatap dirinya, Mich merasa heran. Kemudian, dia kembali bersuara.


"Kenapa diam saja?" tanya Mich.


Kinara menjadi salah tingkah mendapat pertanyaan seperti itu dari Mich, karena entah kenapa dia seakan-akan tidak rela untuk turun dan meninggalkan Mich.


"Eh? ngga apa-apa kok, Om. Aku turun dulu," kata Kinara gugup.


Setelah mengatakan hal itu, Kinara langsung turun dari mobilnya. Walaupun dia terlihat enggan, tapi dia harus segera turun dan masuk.


"By, Om." Kinara melambaikan tangannya.


Mich tersenyum, lalu dia menutup pintu mobilnya dan segera melajukan mobilnya dari sana. Kinara nampak menghela napas kasar, dia merutuki dirinya sendiri.


"Ck! Ada apa dengan aku? Kenapa malah seperti ini? Kenapa dengan hatiku?" tanya Kinara lirih.

__ADS_1


***


Selamat pagi kesayangan, salam santun subuh. Love sekebon kembang, terima kasih karena sudah meninggalkan like dan juga komentarnya. Terima kasih.


__ADS_2