Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 90


__ADS_3

Kinara merasa lucu dengan sikap Mich yang malah bersikap biasa saja, bahkan dia terlihat terkesan menjaga jarak. Kinara menjadi gemas dibuatnya.


Padahal jika memang Mich mencintai Kinara, dia ingin melihat perjuangan Mich seperti apa. Dia ingin melihat bagaimana cara Mich memperjuangkan dirinya.


Karena jika urusan cinta, Kinara bisa melihat cinta Mich yang begitu besar untuk dirinya, Mich selalu menatap dirinya dengan penuh cinta.


"Om," panggil Kinara seraya mendekatkan wajahnya pada Mich.


Mich terlihat kaget dengan apa yang Kinara lakukan, apalagi saat ini tubuh Kinara semakin menempel pada dirinya. Wajah mereka bahkan terlihat saling berdekatan.


Mich benar-benar terlihat gugup, bahkan dia juga terlihat salah tingkah. Berbanding terbalik dengan Kinara yang terlihat tersenyum, dia seakan ingin menggoda Mich lebih lagi dari itu.


"Jangan dekat-dekat," kata Mich seraya mendorong wajah Kinara.


Jantung Mich kini malah berdetak lebih kencang lagi, karena Kinara tetap saja tidak menjauhkan wajahnya dari Mich.


Justru dia malah semakin dekat, bahkan hidung mereka saling menempel. Hal itu membuat Mich seakan tidak bisa bernapas, karena sapuan napas hangat dari hidung Kinara malah membuat jantungnya menggila.


"Jangan macam-macam, Kinara!" seru Mich dengan suara tertahan.


Kinara seolah tidak peduli dengan apa yang Mich katakan, dia malah terlihat lebih nekat lagi. Dia langsung naik ke atas pangkuan Mich dan mengalungkan kedua tangannya di leher pria matang itu.


"Oh, Kinar. Menyingkirlah!" kata Mich dengan suaranya yang mulai serak.


"Tidak mau, sebelum Om mengatakan semuanya. Kinar akan terus seperti ini," kata Kinara seraya menatap Mich dengan tatapan menantang.


"Ck! Jangan salahkan aku Kinara, aku sudah memperingatkan kamu!" kata Mich seraya tersenyum.

__ADS_1


Kinara terlihat mengernyitkan dahinya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Mich, dia sungguh ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Mich terhadap dirinya.


Pria itu selama ini hanya diam dan berusaha untuk menghindari dirinya, Kinara sengaja melakukan hal itu karena penasaran.


"Memangnya Om mau apa?" tantang Kinara semakin menempelkan bibir mereka.


Tanpa banyak bicara Mich langsung menidurkan tubuh Kinara di atas sofa, lalu dia mengungkung tubuh Kinara.


"Om mau, mau apa?" tanya Kinara gugup.


Apalagi kini Mich terlihat melepaskan jas yang dia pakai dan melemparkannya secara sembarang, lalu dia kembali mengungkung pergerakkan tubuh Kinara.


Kinara semakin gelisah melihat akan hal itu, dia benar-benar takut jika Mich akan berbuat nekat. Apalagi setelah melihat Mich yang kini menatap dirinya dengan lekat.


Justru kini Kinara mulai menyesali apa yang sudah tadi dia perbuat, sepertinya Kinara sudah salah karena membangunkan Singa yang sedang tidur.


"Mau makan kamu," kata Mich.


Kinara langsung membulatkan matanya dengan sempurna kala Mich mengatakan hal itu, jika dia berkata seperti itu berarti


Mich akan memerawani dirinya.


Karena setiap kali dia menonton drama Korea, pasangan prianya akan mengatakan hal itu ketika meminta jatahnya di atas ranjang.


"Jangan, Om. Jangan sekrang, kita belum nikah Om. Nanti saja itunya kalau kita sudah nikah, Kinar minta maaf. Jangan ya, Om. Kinar masih perawan. Bibir Kinar aja baru Om doang yang nyicip," kata Kinara panjang lebar.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Kinara, Mich terlihat menyunggingkan senyumannya. Dia merasa bangga karena ternyata dirinya adalah yang pertama mencicipi bibir mungil itu.

__ADS_1


Namun, Mich benar-benar ingin tertawa dengan terbahak-bahak ketika Kinara mengatakan hal itu.


Lagi pula siapa yang mau memrawani Kinara, pikirnya. Dia begitu mencintai Kinara, dia pasti akan melindungi wanitanya. Bukan merusaknya.


Mich melakukan hal itu karena dia ingin memberi pelajaran kepada Kinara, karena gadis kecil itu sudah berani-beraninya menggoda dirinya.


"Siapa yang mau memerawani kamu? Geer, lagian itunya aja masih kecil banget. Emanganya udah bisa diemut?" tanya Mich seraya menatap dada Kinara.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Mich, Kinara terlihat memelototkan matanya. Dia merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Oh ya Tuhan, itu namanya penghinaan. Tentu saja sudah bisa diem--"


Kinara terlihat tidak melanjutkan ucapannya, dia langsung menutup bibirnya dengan kedua telapak tangannya.


Dia terlihat malu karena sudah berkata seperti itu, sedangkan Mich langsung tertawa dengan terbahak-bahak.


Lalu, dia bangun dan mengangkat tubuh Kinara. Dia mendudukan kembali Kinara di atas pangkuannya.


"Jangan suka bicara sembarangan, dengarkan aku. Aku hanya akan mengucapkannya sekali saja, tidak ada kata ulangan," kata Mich.


"Apa?" tanya Kinara seraya memandang wajah Mich dengan lekat.


"Aku sudah mencintai kamu dari usiaku delapan belas tahun, aku ingin menikahi kamu. Bukan hanya menginginkan tubuh kamu, jadi... kapan kamu siap menikah denganku?" tanya Mich dengan sungguh-sunghuh.


"Hah?" tanya Kinara seperti orang linglung.


***

__ADS_1


__ADS_2