Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 5


__ADS_3

Satria yang memang sudah berusia tujuh belas tahun diberikan kebebasan oleh Jonathan dan juga Larasati untuk menaiki motor sport kesayangannya, karena memang dia sudah memiliki SIM.


"Baiklah, Ade mau. Ade suka Abang boceng," kata Putri seraya nyengir kuda.


Satria tersenyum, lalu dia merangkul pundak adik tirinya itu.


Sebelum Satria mengantar Putri, tentu saja Satria dan juga Putri berinisiatif untuk berpamitan terlebih dahulu kepada Yudha.


"Kita pamit dulu sama Papa," ajak Satria.


Putri tersenyum, dia setuju dengan ajakan dari Satria. Tentu saja mereka harus berpamitan kepada Yudha terlebih dahulu, karena Yudha bisa mencari mereka dan panik jika mereka pergi begitu saja.


"Ya, Abang," jawab Putri.


Mereka lalu mencari Yudha ke dalam Panti, saat mereka masuk ke dalam Panti, mereka melihat Yudha yang sedang duduk bersama dengan perempuan yang tadi datang ke sana.


"Pa," panggil Putri.


Yudha yang sedang mengobrol dengan perempuan tersebut pun, langsung menolehkan wajahnya ke arah Putri.


"Ya, Sayang," jawab Yudha.


Putri terlihat duduk tepat di samping kanan Yudha, begitupun dengan Satria, dia langsung terlihat duduk tepat di samping kiri Yudha.


Wanita matang yang sedari tadi memperhatikan kedua buah hati Yudha langsung bersuara.


"Kalau boleh, saya mau mengadopsi kedua anak remaja ini. Mereka terlihat tampan dan juga cantik," ucap wanita itu tersenyum sumringah.


Wanita itu bahkan berkata dengan mata yang tidak berkedip, dia seolah begitu mengagumi ketampanan Satria dan juga kecantikan dari Putri.


Mendengar apa yang dikatakan oleh wanita matang tersebut, Yudha langsung terkekeh. Dia merangkul pundak Satria dan juga Putri, lalu membawa kedua buah hatinya ke dalam pelukannya.


"Mereka adalah buah hati saya, anak kandung saya. Jika anda mencari anak untuk diadopsi, maka saya akan mengajak anda untuk menemui anak-anak Panti," kata Yudha.


Wanita itu terlihat kecewa, karena ternyata dia tidak bisa mengadopsi Putri dan juga Satria. Tentu saja tidak akan bisa, karena mereka berdua mempunyai kedua orang tua.

__ADS_1


"Kirain aku mereka tidak mempunyai orang tua," ucapnya lesu.


Dia terlihat menunduk seraya meremat kedua tangannya secara bergantian, Putri yang melihat kesedihan di mata wanita tersebut langsung bangun dan menghampirinya.


Kemudian, dia terlihat mengelus lembut lengan wanita tersebut. Putri memang mempunyai sikap yang kalem dan juga lembut.


Yudha bahkan terkadang bertanya-tanya, dari mana sikap dan sifat Putri berasal. Karena dirinya tidak seperti itu, apa mungkin dari sikap Jesicca yang sebelum bertemu dengan dirinya?


"Tante nggak usah sedih, kalau Tante mau, setiap hari minggu Tante bisa ke sini. Kita bisa bermain bersama," kata Putri.


Wanita itu terlihat mendongakkan kepalanya, kemudian dia menatap wajah Putri dengan lekat.


"Tante maunya yang bisa diajak pulang, biar bisa tiap hari nemenin Tante. Di rumah sangat sepi," jawab wanita tersebut.


"Anak-anak di Panti ini semuanya baik-baik, mereka tidak nakal, tampan dan juga cantik. Tante pasti ngga bakal nyesel kalau adopsi salah satu dari mereka," kata Putri.


"Benarkah?" tanya wanita itu.


Putri terlihat tersenyum seraya mengangguk-anggukkan kepalanya, dia membenarkan apa yang ditanyakan oleh wanita tersebut.


Wanita yang berada di hadapan Putri seolah tahu jika Putri menanyakan namanya, dengan cepat dia menjawab.


"Mira, aku Mira," jawabnya.


"Oh, iya Tante Mira. Tante keliling Panti saja dulu, nanti Tante bisa melihat-lihat," kata Putri lagi.


"Oke," jawabnya sumringah.


Putri terlihat begitu senang melihat wajah dari wanita tersebut, wanita itu begitu ceria setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Putri.


Putri terlihat bangun dan menghampiri Yudha, dia memeluk Yudha dan menyandarkan kepalanya di pundak papanya itu.


"Sepertinya Papa akan sibuk, Putri mau pulang saja," kata Putri.


Yudha terlihat kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Putri, karena biasanya Putri akan berada di Panti sampai sore hari tiba.

__ADS_1


Namun, kali ini Putri malah ingin pulang. Padahal, dia belum setengah hari berada di sana.


"Loh, nanti kamu pulang sama siapa? Papa lagi ada tamu," jawab Yudha.


Putri tersenyum mendengar pertanyaan dari Yudha, dia terlihat melerai pelukannya. Kemudian, Putri menatap Yudha dengan lekat.


"Putri mau dianterin sama Abang, iya, kan Bang?" tanya Putri.


Putri langsung bangun, kemudian dia duduk tepat di samping Satria. Tatapan mata Putri kini tertuju kepada Satria, abang tirinya itu.


"Ya, Pa. Satria yang akan mengantarkan Putri pulang," jawabnya.


Yudha terlihat bernapas lega, karena Putri ternyata pulang dengan Satria. Yudha bisa saja memesankan taksi online untuk mengantarkan Putri menuju rumah Juki.


Namun, rasanya dia tidak tega. Tapi, jika mendengar Satria akan mengantarkan Putri, hati Yudha benar-benar merasa senang.


Dia benar-benar merasa bersyukur, karena Satria dan juga Putri selalu saja terlihat akur. Mereka sama sekali tidak pernah bertengkar, ataupun hanya sekedar berdebat.


"Baiklah, kalau begitu kalian berhati-hati. Ingat, ya, Sayang. Jangan ngebut!" ucap Yudha.


Yudha menepuk pundak Satria, dia seolah berpesan kepada putranya tersebut untuk berhati-hati.


"Iya, tentu saja aku tidak akan ngebuat. Aku masih menyayangi nyawaku dan juga aku menyayangi Putri," jawab Satria.


"Bagus, Papa percaya kepada kalian," ucap Yudha.


Putri dan juga Satria terlihat meraih punggung tangan Yudha, lalu menciumnya dengan takjim. Setelah itu dia juga berpamitan kepada Mira, lalu beranjak pergi dari sana.


Tiba di parkiran, Satria meraih helm lalu memakainya. Setelah itu dia meraih satu helm lainnya dan memakaikannya untuk Putri.


Satria lalu menaiki motor sport miliknya tersebut, dan mulai menyalakannya. Putri ikut naik dan langsung memeluk tubuh Satria dengan erat.


Dia bahkan terlihat menyandarkan kepalanya di punggung abang tirinya tersebut, Satria tersenyum karena Putri selalu saja bertingkah manja kepada dirinya. Walaupun mereka berbeda ibu.


***

__ADS_1


Selamat sore, maaf telat up. Othornya sibuk di dunia nyata, semoga masih menunggu.


__ADS_2