
Keesokan paginya Rachel terbangun dengan senyum merekah di bibirnya, dia merasa sangat senang karena Satria terlihat memeluknya dengah erat.
Bahkan kini kepala satria berada di dadanya, deru napasnya yang hangat begitu terasa, karena dia belum memakai baju.
Berbeda dengan Satria yang sudah memakai piyama tidurnya, setelah bercinta Rachel yang kelelahan memang langsung tertidur.
"Kamu selalu tampan," kata Rachel seraya mengusap puncak kepala Satria dengan lembut karena dia tidak mau membangunkan suaminya.
"Hem, selalu. Dari dulu selalu saja tampan," jawab Satria dengan mata yang masih terpejam.
Rachel terlihat memundurkan wajahnya, dia ingin melihat apakah suaminya sudah terbangun atau hanya mengigau saja.
Namun, ternyata Satria hanya mamengigau karena dia terlihat tertidur dengan sangat pulas.
Rachel tersenyum, kemudian dia berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya dan segera turun dari tempat tidur.
Waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi, sebentar lagi adzan subuh pasti akan berkumandang.
Lebih baik dia mandi terlebih dahulu, agar bisa lebih segar. Biarlah Satria dibangunkan nanti saja, takutnya Satria malah akan mengajaknya kembali bergumpul jika dibangunkan sebelum adzan subuh.
Baru saja Rachel masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air hangat, tiba-tiba saja dia merasa ada yang memeluknya dari belakang.
Dia begitu kaget, apalagi saat merasakan ada sesuatu yang mengganjal di belakangnya. Rachel terlihat begitu kesal, dia langsung memukul lengan kekar yang melingkarkan indah di perutnya.
"Aduh, Yang. Jangan dipukul, sakit," kata Satria manja.
"Kamu tuh nyebelin, ngagetin aku aja. Awas sono, aku mau mandi!" kesal Rachel.
"Aku juga mau mandi," kata Satria seraya meremat dada istrinya yang walaupun kecil tapi terasa enak untuk disentuh.
Rachel terlihat menggeliat kegelian mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya, dia langsung mencubit pinggang suaminya.
"Duh, sakit, Yang. Jangan cubit, disayang aja." Satria mengecupi pundak istrinya.
"Iiih! Aku tuh mau madi, kamu mandi sendiri sana. Sebentar lagi waktu subuh," kata Rachel.
"Masih ada setengah jam lagi," kata Satria yang selalu merasa tidak tahan kala dia sudah berdekatan dengan istrinya
"Jangan ah, tadi malam Abang sudah melakukannya. Kaki aku aja masih berasa pegal, Ini lagi di dalam kamar mandi," protes Rachel.
__ADS_1
"Aku ngga mau tahu, pokoknya aku mau," kata Satria yang langsung membalikkan tubuh istrinya, lalu dia mengangkat Rahel dan melakukan penyatuan.
Rachel sampai memekik karena kaget, tapi tetap saja dia nerasa suka dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
Walaupun pada awalnya dia berkata tidak mau, tapi tetap saja pada akhirnya kegiatan panas yang mereka lakukan membuat keduanya terbang melayang dengan kenikmatan yang disuguhkan.
***
Di belahan dunia lainnya.
Sore ini Kinara terlihat sedang duduk di bangku taman seraya memikirkan keanehan yang terjadi pada Mich, menurutnya kemarin Mich bersikap sangat aneh.
Terkesan sangat perhatian, tapi dia juga terlihat salah tingkah saat berada dekat dengan dirinya. Padahal, biasanya pria itu terlihat dingin dan tidak peduli dengan orang lain.
Selepas shalat ashar dia memutuskan untuk melakukan jalan santai di taman seraya menikmati udara segar, menikmati wanginya bunga yang sedang bermekaran.
"Ck! Kenapa akau malah memikirkan dia?" tanya Kinara seraya bangun dan hendak melangkahkan kakinya.
Namun, langkahnya terhenti kala melihat wanita cantik yang kemarin Mich antarkan ke sebuah Rumah Sakit.
Wanita itu terlihat sedang memakan Ice cream seraya mengelus lembut perutnya, Kinara yang awalanya ingin berjalan untuk pulang malah melangkahkan kakinya untuk mendekat pada wanita itu.
Mendapatkan sapaan dari Kinara, wanita cantik itu terlihat mengerutkan dahinya. Dia menatap ke arah Kinara dengan lekat. Namun, tidak lama kemudian dia nampak tersenyum.
"Hay anak kecil, sedang apa di sini?" tanya wanita cantik itu.
"Aku sedang jalan santai," jawab Kinara.
"Duduklah di sini, biar aku ada temannya." Perempuan cantik itu nampak menepuk bangku taman yang terlihat kosong di sampingnya.
Kinara tersenyum, kemudian duduk tidak jauh dari wanita itu. Dia tersenyum seraya memandang wanita itu yang bertingkah seperti anak kecil. Dia memegang dua ice cream di tangannya.
"Oh iya, kita belum kenalan. Nama kamu siapa?" tanya wanita cantik itu.
"Oh, nama aku Kinara," jawab Kinara seraya mengulurkan tangan kanannya.
Wanita itu terlihat tersenyum, kemudian dia membalas luluran tangan dari Kinara dan berkata.
"Nama aku, Merlin. Senang berkenalan dengan kamu, Kinara," kata Merlin.
__ADS_1
"Ehm, kenapa. Tante sendirian?" tanya Kinara.
"Suamiku masih bekerja, padahal aku mau makan ice cream. Jadinya ya... aku sendiri jalan di taman untuk menikmati Ice cream kesukaanku," jawab wanita itu santai.
Mendengar apa dikatakan oleh wanita itu, Kinara langsung menyimpulkan jika wanita yang bernama Merlin itu adalah istri dari Michael, lelaki yang satu hari kemarin bersama dengan dirinya.
Ada rasa yang entah apa itu tiba-tiba saja hinggap di dalam hatinya, dia pun tidak paham. Dia berusaha untuk tersenyum dengan tatapan matanya yang terus aja memandang perut Merlin yang terus saja dia elus.
"Oh, begitu ya. Tante lagi hamil ya?" tanya Kinara.
Merlin langsung tersenyum senang saat mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Kinara, dia menatap Kinara dengan lekat lalu berkata.
"Kamu tahu, dua belas tahun aku menikah. Akhirnya aku bisa hamil juga, aku sangat bahagia," ucap Merlin dengan wajah berbinar.
"Oh, selamat, ya?" kata Kinara lesu.
"Terima kasih," kata Merin senang.
Merlin yang begitu senang atas kehamilannya, terlihat menceritakannya kepada Kinara dengan sangat antusias.
Dia juga menceritakan bagaimana pertama kali bertemu dengan suaminya, sampai saat tiba di mana mereka memutuskan untuk menikah.
Dia juga tanpa ragu menceritakan tentang kisah rumah tangganya sselamadua belas tahun ini, suaminya begitu setia menemaninya tanpa berniat untuk menikah kembali.
Kinara hanya mengangguk-anggukan kepalanya dengan perasaan campur aduk, entah kenaoa dia tidak tahu.
"Baby! Sepertinya kamu sangat senang, sampai lupa kalau tadi merajuk karena tidak aku temani."
Suara berat seorang pria mengalihkan tatapan Kinara dan juga Merlin, Merlin terlihat tersenyum lebar saat melihat pria tampan bertubuh tegap dan juga memiliki mata berwarna kebiruan itu berada di hadapannya.
Dia bahkan sampai membuang es krim yang dia pegang dan melompat ke dalam pelukan lelaki itu, lelaki itu nampak kaget dan mencubit Merlin dengan gemas.
"Baby! Ingat, kamu sedang hamil," kata lelaki tampan itu.
"Sorry my husband, aku lupa," kata Merlin.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Merlin, Kinara terlihat kaget luar biasa. Padahal dia sudah menyangka jika Mich adalah suami dari Merlin.
**
__ADS_1
Selamat malam Bestie, maaf lama tidak up. Othornya sibuk real life, nuhun yang sudah nunggu cerita Othor ini.