
Mich terlihat begitu salah tingkah ketika mendapatkan pertanyaan dari Kinara, apalagi setelah dia salah berucap.
Padahal dia ingin mengatakan jika dirinya ingin minum air putih, tapi kenapa dia malah berucap ingin meminum susu.
Rasanya dia ingin memukul lidahnya sendiri, dia merasa malu pada Kinara. Beruntung Kinara masih polos, sehingga dia tidak berpikir yang macam-macam.
Kini Kinara bahkan memandang aneh ke arah Mich, karena biasanya Mich terlihat santai, berwajah dingin dan jarang sekali berbicara.
Namun, kini Kinara melihat Mich yang sangat berbeda di depan matanya. Mich terlihat seperti seorang abege yang baru saja mengenal perempuan dan pertama kalinya jatuh cinta.
"Om, sebenarnya Om kenapa sih? Kok Om aneh banget siang ini?" tanya Kinara.
"Eh? Itu, Anu. Ngga apa-apa, kok. Beneran, Om ngga apa-apa," jawab Mich.
Kinara terlihat menatap wajah Mich dengan lekat, dia seolah sedang mencari apa yang sebenarnya Mich rasakan dan apa yang sedang terjadi pada Mich.
"Walaupun Om berkata ngga apa-apa, tapi hari ini Om terlihat aneh," kata Kinara.
Mich terlihat semakin salah tingkah, dia menjadi ingin cepat menghindari Kinara karena takut ketahuan dengan apa yang dia rasakan saat ini.
Dia juga takut jika dirinya akan mengungkapkan rasa cintanya, dia belum siap ditolak.
"Ehm, kamu nggak usah mikirin aku. Lebih baik kamu mulai bekerja saja, kamu periksa berkas-berkas saja, ya?" kata Mich.
"Tapi, Om. Aku--"
Mich terlihat menarik tangan Kinara dengan lembut, kemudian dia segera mengajak Kinara untuk duduk di kursi kebesarannya.
Kinara langsung mengerutkan dahinya, lalu dia menatap ke arah Mich dengan tatapan penuh pertanyaan.
"Loh, kok aku duduk di sini sih, Om? Terus Om Mich duduk di mana?" tanya Kinara.
Mich kembali salah tingkah mendapatkan tatapan mata yang begitu intens dari Kinara, dia merasa jika dirinya kini tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Apalagi setelah merasakan detak jantungnya yang berdebar dengan sangat cepat, dia merasa ingin segera menghindari Kinara dengan secepatnya.
"Oh itu, aku mau meeting. Kamu duduk saja di sini, ngga apa-apa. Aku perginya cuma sebentar kok, meetingnya paling cuma sebentar," kata Mich.
"Yah Om, kok Kinar ditinggal?" keluh Kinara dengan bibir mengkrucut.
"Hanya sebentar, Kinar. Om hanya akan meeting sebentar, kamu tolong periksa berkas-berkas ini dulu, ya?" pinta Mich seraya menepuk berkas yang ada di atas mejanya.
Walaupun merasa kesal karena akan ditinggal sendirian, Kinara tetap menurut. Dia mengangguk patuh lalu mengambil berkas yang berada di atas meja tersebut.
"Good girl!" puji Mich.
"Hem, aku akan memeriksa berkasnya karena ini hanya sedikit," kata Kinara seraya menatap tiga berkas yang ada di tangannnya.
"Bagus, kalau begitu Om tinggal dulu. Kalau ada apa-apa kamu langsung telepon Om," kata Mich. Mich terlihat bersiap untuk pergi.
Kinara langsung terdiam kala Mich mengatakan hal tersebut, bagaimana bisa menghubungi nomor ponsel Mich, pikirnya. Karena dia tidak punya nomor ponsel Mich.
"Ya," jawab Mich yang baru saja handak melangkahkan kakinya.
"Aku nggak punya nomor ponsel, Om," kata Kinara.
"Oh ya ampun, sebentar," jawab Mich. Mich terlihat menyebutkan nomor ponselnya, lalu Kinara terlihat mencatat nomor ponsel Mich.
"Sudah, Om. Sekarang Om boleh pergi, aku mau bekerja," kata Kinara.
Mich langsung menyunggingkan sebuah senyuman di bibirnya kala mendapatkan pengusiran dari Kinara, menurutnya itu lucu.
Dia pemilik dari ruangan tersebut, tapi malah dia yang diusir oleh Kinara. Karena Kinara merasa ingin cepat mengerjakan tugasnya.
"Dasar bocah!" gumam Mich seraya keluar dari ruangan miliknya.
Selepas kepergian Mich, Kinara terlihat memeriksa berkas yang diberikan oleh Mich. Ternyata berkas tersebut sudah ditandatangani dan sudah diperiksa oleh Mich.
__ADS_1
Kinara terlihat menggelengkan kepalanya, dia seakan merasa dikerjai oleh Mich. "Semuanya sudah siap, dasar! Pria tua itu ternyata mengerjaiku," kata Kinara seraya terkekeh.
Setelah mengatakan hal itu Kinara nampak bangun dan mengelilingi ruangan Mich, ruangan yang terasa sangat nyaman.
Saat sedang asyik mengelilingi ruangan Mich, dia teringat akan foto anak kecil yang dia lihat. Kinara pun akhirnya kembali mengambil foto tersebut, dia terlihat memperhatikan wajah anak kecil yang ada di dalam foto tersebut.
Tidak lama kemudian, dia terlihat menepuk jidatnya. Dia merasa tidak percaya setelah dia mengingat foto tersebut.
"Oh ya Tuhan, bukankah ini fotoku?" tanya Kinara. "Kok om Mich punya fotoku? Jangan-jangan masih ada foto yang lainnya lagi," kata Kinara.
Setelah mengatakan hal itu dia terlihat membuka laci yang ada di sana, dia penasaran dengan praduganya.
Dia berpikir, siapa tahu masih ada foto-foto dirinya di sana. Setelah beberapa saat mencari, dia nampak menghela napas berat.
Dia melihat foto dirinya yang ada di sampul album foto bertukiskan 'Bocah Kecilku', Kinara yang penasaran langsung mengambil album foto tersebut. Lalu dia duduk di atas sofa dan mulai membuka album foto itu.
Pada lembar pertama menampilkan dirinya yang sedang menjulurkan lidahnya ke arah Satria, Matanya Kinara langsung membola.
Dia benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dia jadi bertanya-tanya dalam hatinya. Kenapa Mich mempunyai fotonya bersama dengan Satria, pikirnya.
Karena merasa penasaran, dia kembali membuka lembar album foto tersebut. Di dalam setiap lembar album foto tersebut terlihat dirinya dengan berbagai fose.
Ada dirinya yang sedang membawa bola, ada yang sedang mengerjai Satria saat hendak berangkat sekolah. Ada juga dirinya yang sedang mandi hujan, Kinara terlihat begitu riang. Semua foto yang ada di sana tentang dirinya, potret kenakalannya saat masih kecil.
"Oh ya Tuhan, kenapa om Mich mempunyai fotoku di masa kecil?" tanya Kinara
Dia benar-benar bingung kala melihat album foto yang berisikan foto dia semuanya, dia juga merasa penasaran kenapa ada tulisan 'Bocah Kecilku' di sana.
"Aku harus bertanya kepada om Mich, aku sangat penasaran," kata Kinara.
****
Selamat malam Bestie, selamat beristirahat. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky, jangan lupa untuk tinggalkan like dan komentarnya, sayang kalian semua.
__ADS_1