Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
Apa Kamu Tidak Takut?


__ADS_3

Jesicca masih merasa tidak percaya dengan apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Juki terhadap dirinya, dia merasa semua ini bagaikan mimpi.


Dulu, saat ia Ingin merasakan hidup bergelimang harta, dia harus rela merendahkan diri dengan menggoda suami orang.


Kini, dengan mudahnya Juki mengajaknya untuk berumah tangga. Rasanya semuanya terasa sangat tidak mungkin.


Bahkan saat dia berusaha untuk menolak, Juki tetap berusaha untuk meyakinkan dirinya dengan sebuah ciuman penuh cinta.


Putri yang sedari tadi memeluk Juki terlihat memundurkan wajahnya, dia menatap wajah Juki dengan lekat.


"Bababa, tututu." Tunjuknya pada boneka Hello kitty pemberian dari Juki.


Juki seolah mengerti dengan apa yang diinginkan oleh putri cantik dari Jesicca tersebut, kemudian dia bertanya.


"Putri mau main boneka?" tanya Juki.


Putri langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat, wajah gembil Putri terlihat sangat menggemaskan sekali di mata Juki.


"Baiklah!" kata Juki.


Juki melepaskan tangannya dari pinggang Jesicca, kemudian dia menurunkan Putri dan membiarkannya untuk bermain dengan boneka kesayangannya.


Melihat sikap manis Juki, Jesicca seakan kembali ke dunia nyata. Dia langsung mengeluarkan suaranya.


"Mas!"


"Hem!" jawab Juki.


Kembali Juki menghampiri Jesicca, kemudian dia kembali melontarkan pertanyaan kepada wanita yang dia ingin jadikan istri.


"Jadi, bagaimana jawabannya?" tanya Juki.


"Aku, aku." Jesicca terlihat meremat kedua tangannya secara bergantian.


Gugup, sudah pasti. Tapi, dia juga harus meyakinkan hatinya kembali. Dia tidak ingin nantinya Juki akan menyakitinya, hanya karena dia pernah menjadi seorang selingkuhan.


"Katakan saja, kalau mau bicara. Hanya saja, aku tidak akan menerima penolakkan!" kata Juki.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Juki, Jesicca terlihat mengerucutkan bibirnya tanda tidak suka.


Melihat akan hal itu, Juki terlihat gemas sekali. Kalau saja sudah sah, Juki ingin kembali melahap bibir berwarna merah muda itu dengan rakus.


"Ck! Posesif sekali, aku hanya ingin bertanya. Apa kamu tidak takut jika kita menikah nanti, aku akan kabur membawa semua harta kamu?" tanya Jesicca.

__ADS_1


Juki langsung terkekeh seraya menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka jika Jesicca akan menanyakan hal itu.


"Memangnya untuk apa kamu kabur dengan membawa semua uang milikku?" tanya Juki.


Jesicca menatap wajah Juki dengan lekat, lalu dia berkata.


"Untuk membiayai kehidupan aku dan juga Putri," kata Jesicca.


Dalam hati Juki tertawa saat mendengar jawaban dari Jesicca, jika hanya untuk membiayai kehidupan dirinya dan juga Putri, tentu saja tidak usah membawa kabur semua uang miliknya.


Karena dengan gaji yang dia punya dalam setiap bulannya pun, tidak akan habis hanya untuk membiayai kehidupan Putri dan juga Jesicca.


"Ya ampun, bawa saja sana kalau bisa! Asal kamu tahu, setelah kita menikah nanti kamu tidak akan pernah mau pergi dariku," kata Juki.


Juki terlihat percaya diri sekali saat mengatakan hal itu kepada Jesicca.


"Memangnya kenapa?" tanya Jesicca heran.


Juki terlihat memandang wajah Jessica dengan lekat, kemudian dia muncuil dagu Jesicca. Mendapatkan perlakuan seperti itu, Jesicca langsung menepis tangan Juki.


"Karena aku akan menjerat kamu dan Putri dengan cinta dan kasih sayang yang sangat tulus dariku," kata Juki.


Hati Jesicca seakan meleleh saat mendengar ucapan dari Juki, rasanya sangat manis sekali terdengar di telinganya.


Juki terlihat mendekatkan wajahnya, melihat akan hal itu Jesicca langsung mendorong wajah Juki dengan pelan.


"Jangan nyosor mulu ih, halalin dulu." Jesicca berucap seraya tersipu.


Juki terlihat salah tingkah saat mendengar jawaban dari Jesicca, dia jadi bertanya dalam hatinya. Apakah Jesicca sudah menerima ajakan darinya untuk menikah atau bagaimana?


"Maksudnya, kamu mau menikah sama aku?" tanya Juki.


Tanpa banyak bicara Jesicca langsung mengangguk-anggukan kepalanya, ya... lebih baik menikah dengan Juki pikirnya, karena Jesicca bisa merasakan ketulusan dari Juki.


"Oh Tuhan, aku sangat bahagia." Juki terlihat mengangkat tubuh Jesicca dan memeluk pinggangnya dengan erat.


Jesicca diperlakukan bak anak koala oleh Juki, dia terlihat mendongakkan kepalanya hendak menggapai bibir Jesicca.


Namun, hal itu urung dia lakukan, karena pintu kostan milik Jesicca nampak terbuka. Bu Sari dan juga Ridwan terlihat menatap mereka berdua dengan tatapan yang begitu sulit untuk diartikan.


Mendapatkan tatapan maut dari Ridwan dan juga bu Sari, Jesicca terlihat memukul pundak Juki. Juki yang paham dengan maksud dari Jesicca, langsung menurunkan tubuh wanita itu.


"Sepertinya Abang sudah kebelet kawin, nikahin dulu, Bang!" kata Ridwan.

__ADS_1


Sebenarnya hati Ridwan terasa ngilu saat melihat kemesraan antara Juki dan juga Jesicca, duo JJ itu benar-benar membuat hatinya panas.


Namun, dia rela meredam rasa itu. Yang penting Juki, kaka sepupunya bisa berbahagia dengan Jesicca.


"Sepertinya besok Ibu harus memanggil pak Ustadz untuk menikahkan kalian," goda Bu Sari.


*/*


Di sebuah butik ternama.


Angga terlihat sedang kebingungan dalam mencari kemeja dan jas untuk acara nanti malam, setiap kemeja yang dia coba serasa tidak ada yang cocok di tubuhnya.


Bi Narti sampai menggelengkan kepalanya karena tidak paham dengan pemikiran putranya itu.


Padahal semua pakaian yang sudah dia coba merupakan pakaian mahal dengan merek ternama, tetap saja dia merasa kesulitan dalam mencocokannya.


"Le, Ibu cape loh nemenin kamu nyoba baju. Kamu itu sudah seperti anak perawan saja, sudah mau dua jam milih baju tapi ngga ada yang cocok. Acara nanti malam bisa bubar jalan kalau kamu tidak segera memilih baju," kata Bi Narti.


"Aduh, Bu. Jangan berbicara seperti itu! Aku bingung loh ini, ibu bantu aku aja. Do'ain yang baik-baik, jangan ngomong yang ngga-ngga!" pinta Angga.


Sebenarnya bukan hanya bi Narti yang merasa lelah menemani putranya dalam memilih baju.


Pemilik butiknya juga sudah terlihat jengah, karena Angga tidak juga menentukan pilihan. Karena tidak mau menunggu lama lagi, akhirnya sang pemilik butik langsung mengeluarkan stelen kemeja dan jas terbaik yang ada di butik tersebut.


Setelah itu, pemilik butik itu nampak menyerahkannya kepada Angga.


"Saya rasa ini sangat cocok untuk anda, tidak ada lagi kemeja dan jas yang lebih bagus dari ini," ucap pemilik butik tersebut.


Mendengar apa yang dikatakan oleh pemilik butik tersebut, Angga sadar betul jika dirinya sudah terlalu lama berada di sana.


Apa lagi saat melihat raut wajahnya, Angga yakin jika pemilik butik tersebut sudah mengharapkan kepergian Angga.


Akhirnya, Angga mengambil kemeja dan jas yang diberikan oleh pemilik butik tersebut. Setelah membayarnya, Angga terlihat mengajak ibunya untuk segera pulang dan mempersiapkan acara lamarannya yang akan dilaksanakan sebentar lagi.


'


BERSAMBUNG....


*


*


*

__ADS_1


Selamat sore, maaf telat up. Othornya baru pulang, ceritanya sibuk di dunia nyata. Cerita Angga dan Mini kita sambung habis Maghrib, terima kasih untuk kalian yang selalu memberikan dukungan baik berupa like, koment yang membuat hati Othor berbunga, vote, kopi, kembang dan juga tipsnya.


__ADS_2