Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
Butuh Waktu


__ADS_3

Berbekal alamat yang diberikan oleh Jonathan, Angga terlihat melajukan mobilnya menuju puncak. Dia ingin segera bertemu dengan Mini dan meminta maaf kepada wanita tersebut.


Dia juga ingin mengungkapkan isi hatinya, dia ingin mengungkapkan perasaannya. Dia ingin mengatakan jika dirinya juga mencintai Mini, wanita yang setiap hari mengganggunya.


Dua jam perjalanan menuju puncak dia rasa begitu lama, karena perasaan yang tidak sabar untuk segera bertemu dengan wanita yang sudah mencuri perhatiannya itu.


Selama perjalanan menuju puncak, Angga sibuk merangkai kata-kata yang harus dia ucapkan kepada Mini.


"Semoga saja dia tidak marah dan semoga saja dia mau bertemu denganku," ucap Angga lirih.


Tak lama kemudian mobil yang Angga kendarai tiba di sebuah Villa mewah dan megah, Angga sempat terpaku seraya menatap bangunan megah tersebut dengan raut ragu.


Namun, niatnya untuk mengungkapkan isi hatinya lebih besar ketimbang rasa malu yang kini menghantui dirinya.


Tak lama kemudian, dia turun dari mobilnya dan menghampiri seorang penjaga Villa yang berada di sana.


"Permisi, Pak. Apa benar Villa ini milik keluarga Huntler?" tanya Angga.


"Ini pasti Den Angga, ya?" tanya penjaga tersebut.


"Iya, Pak. Saya Angga," jawab Angga.


"Oh, sudah sampai rupanya. Den Jonathan sudah bilang, katanya Den Angga mau ke sini. Mau nyusul Non Mini, ya? Silakan masuk, Non Mini ada di taman belakang," kata penjaga Villa tersebut.


Mendengar akan hal itu, Angga sangat senang sekali. Karena ternyata Jonathan sudah memberitahukan tentang kedatangannya tersebut.


Angga langsung memasukkan mobilnya ke dalam Villa, kemudian dia berjalan sesuai dengan instruksi dari penjaga Villa tersebut.


Tiba di taman belakang, Angga melihat Mini yang sedang berdiri sambil menatap indahnya bunga-bunga di taman tersebut.


Tanpa ragu, Angga langsung menghampiri dan memeluk wanita yang sangat dia rindukan itu dari belakang.


Mendapatkan perlakuan seperti itu, Mini terlihat kaget. Dia mendongakkan kepalanya dan langsung memukul tangan yang melingkar indah di perutnya.


Tak hanya itu, Mini langsung membalikkan tubuhnya. Lalu, dia mendorong dada Angga.


"Pergi sana! Jangan terus hadir, aku bosan. Setiap waktu kamu selalu saja hadir, dalam mimpiku kamu datengin aku, bahkan dalam keadaan aku sadar kamu masih aja datang," ucap Mini seraya memukul-mukul dada Angga.


Angga sempat mengernyit heran dengan apa yang dilakukan oleh Mini, maksudnya apa? Dia baru saja datang. Kenapa Mini menuduhnya selalu saja datang?


"Kamu itu gangguin pikiran aku terus, di mana-mana ada kamu. Sudah pergi sana! Kamu nolak aku, tapi herannya kamu muncul terus," ucap Mini lagi.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Mini, Angga jadi paham kenapa Mini berkata seperti itu. Mungkin setiap hari Mini selalu berhalusinasi tentang kedatangan Angga.

__ADS_1


Angga langsung mencekal pergelangan tangan Mini, lalu dia mengecupi kedua tangan tersebut secara bergantian.


"Ini benar-benar aku, bukan khayalan kamu," kata Angga.


Setelah mengatakan hal itu, Angga langsung mengecup pipi kanan dan pipi kiri Mini. Lalu, Angga mengecup kening Mini dengan lembut.


Mini sampai terbelalak kaget mendapatkan perlakuan seperti itu dari Angga, dia berusaha melepaskan tangan yang digenggam erat oleh Angga.


Lalu, dia memundurkan langkahnya. Dia tatap Angga dari atas sampai bawah, kemudian dia berkata.


"Ini beneran kamu, Mas?" tanya Mini.


"Iya," jawab Angga seraya menganggukkan kepalanya.


"Kenapa kamu menyusulku?" tanya Mini tak percaya karena lelaki yang sudah membuatnya kecewa kini berada di hadapannya.


"Karena aku mencintaimu," kata Angga.


"Bohong, kamu tidak mencintaiku," ketus Mini.


"Serius, aku cinta sama kamu. Aku sayang sama kamu, aku mau jadi pacar kamu," kata Angga.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Angga, Mini langsung tersenyum lebar. Lalu, tanpa Angga duga dia langsung melompat kepelukan Angga.


Dengan senang hati Angga langsung mengangkat Mini dan membawanya ke dalam pelukannya, Angga menggendong Mini seperti anak koala.


"Iya, Sayangku." Angga langsung membawa Mini ke dalam Villa dan menidurkan Mini di atas sofa yang ada di ruang keluarga.


Angga nampak mengungkung tubuh Mini dan dengan tidak sabarnya dia langsung menautkan bibirnya, dia memagut bibir wanita yang berada di bawah kuasanya dengan lembut.


"I love you Michele Naima Huntler," ucap Angga penuh cinta.


"I love you too," ucap Mini.


Mini terlihat mendongakkan kepalanya, lalu dia menautkan bibirnya. Kali ini mereka saling mengungkapkan kasih sayang lewat ciuman lembut penuh cinta.


Angga terlihat melepas pagutannya, kemudian dia mengusap bibir Mini yang terlihat basah karena ulahnya.


"Maaf karena kemarin aku sudah membuat kamu kecewa," kata Angga.


"Iya, Mas. Tidak apa-apa, aku mengerti. Terus, Mas tahu dari mana aku di sini?" tanya Mini.


"Dari Bang Jo," jawab Angga.

__ADS_1


"Aaah, Kak Jo baik banget sih. Aku jadi terharu," kata Mini.


Angga langsung terkekeh mendengar penuturan Mini.


"Ehm, Mas. Mas'nya jangan kaya gini terus, nanti aku ngga bakal tahan," kata Mini seraya tersenyum malu.


"Ngga tahan apa?" tanya Angga tidak mengerti.


"Nanti aku ngga tahan mau buru-buru dikawinin sama kamu," ucap Mini.


"Hus, ngga boleh ngomong gitu. Kita nikah dulu, tapi aku mau ngumpulin uangnya dulu buat biaya pernikahan. Kamu mau nunggu, kan?" tanya Angga.


Angga terlihat bangun dan menegakkan tubuhnya, dia duduk seraya mengulurkan tangannya kepada Mini.


Mini menyambut uluran tangan Angga dan ikut duduk di samping Angga.


"Berapa lama?" tanya Mini seraya memeluk Angga dari samping, kepalanya dia sandarkan pada dada bidang pujaan hatinya.


"Satu tahun, karena aku ingin menikahimu dengan layak. Aku takut kamu akan malu ka--"


"Jangan berkata apa pun lagi, kalau memang kamu mau mengumpulkan uang untuk menikahiku, aku akan menunggunya." Mini melerai pelukannya, lalu dia mengusap lembut bibir Angga.


"Mau sun lagi," kata Mini manja.


Angga langsung tertawa mendengar permintaan wanita manja dan menggemaskan di hadapannya itu.


"Jangan lagi, nanti aku yang tidak akan tahan kalau kamu meminta sun terus," kata Angga.


"Maksudnya?" tanya Mini tidak paham.


"Nanti ular berbisa milikku bisa bangun dan bersiap untuk mencari sarangnya," kata Angga seraya mengerling nakal.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Angga, sontak Mini langsung melerai pelukannya. Kemudian, dia bangun dan menatap Angga dengan tajam.


"Dasar messum!" seru Mini.


Mini terlihat meninggalkan Angga seraya menghentak -hentakkan kakinya. Angga hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Memangnya aku salah apa? Aku hanya bicara jujur saja, aku lelaki normal. Apa salah kalau ular berbisaku bangun karena ulahnya?" gumam Angga.


*


*

__ADS_1


Bersambung....


Selamat pagi, selamat beraktivitas. semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky, jangan lupa tinggalakan jejak yes. I Love you sekebon kembang 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌼🌼🌼🌻🌻🌸🌸🌷🌷🍁🍁🍁


__ADS_2