
Kinara terlihat salah tingkah, dia duduk dengan tidak nyaman. Sesekali dia melihat ke arah Mich yang sedang fokus melajukan mobilnya.
Sesekali dia juga akan melihat wanita cantik yang berada di bangku penumpang lewat kaca tengah, perempuan itu terlihat menatap tajam ke arah Kinara.
Kinara yang tidak sanggup membalas tatapan mata wanita cantik itu, langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.
Sebenarnya dia ingin sekali mengatakan kepada Mich untuk diantar pulang saja, tapi dia tahu jika Mich pasti akan mengantarkan wanita cantik itu terlebih dahulu dari pada mementingkan dirinya.
'Ya Tuhan, kenapa aku bisa berada di dalam keadaan yang sulit seperti ini?' tanya Kinara dalam hati.
Sebenarnya Kinara merasa sangat heran karena Mich sama sekali seolah tidak peduli terhadap dirinya dan juga wanita cantik yang duduk di bangku penumpang itu, dia hanya terlihat fokus dalam menyetir dengan pandangan matanya yang lurus ke depan.
'Haish! Lihat sini bentar kek, Om. Kinar takut sama tatapan Aunty yang ada di belakang,' kata Kinara dalam hati.
Tentu saja dia hanya bisa mengucapkannya dalam hati, karena dia takut akan dimarahi jika dia benar-benar mengungkapkan isi hatinya.
Setelah lima belas menit melakukan perjalanan, akhirnya mereka tiba di sebuah Rumah Sakit.
Mich terlihat menepilkan mobilnya dan berhenti tepat di depan lobi Rumah Sakit, wanita cantik itu hanya berdiam seraya menatap kearah Mich.
Mich terlihat mendengkus sebal, lalu dia turun dan membukakan pintu untuk wanita cantik itu. Kinara hanya bisa memperhatikan Mich saat memperlakukan wanita cantik itu dengan kurang baik.
__ADS_1
Akan tetapi, saat berada di luar mobil mereka terlihat mengobrol dengan intens. Bahkan wanita itu terlihat memeluk lengan Mich dengan erat.
Kinara hanya bisa memperhatikan keduanya dari dalam mobil saja, cukup lama mereka mengobrol hingga Kinara tidak tahan dan segera keluar dari dalam mobil Mich.
"Om, Kinar mau pulang. Jangan lama-lama ngobrolnya," kata Kinara penuh protes dengan tangannya yang menarik ujung jas yang dipakai oleh Mich.
Mich yang sedang mengobrol dengan wanita cantik itu terlihat menolehkan wajahnya ke arah Kinara, dia menghela napas berat dan berkata.
"Sudah aku katakan jika aku banyak keperluan, aku sibuk. Salah sendiri kamu mau ikut denganku," kata Mich dengan tatapan datarnya.
Kinara terlihat memajukan bibirnya dua centi, dia terlihat begitu kesal dengan apa yang dikatakan oleh Mich.
"Haish! Om nyebelin!" keluh Kinara seraya menghentakkan kakinya, lalu dia masuk ke dalam mobil dan duduk dengan rasa kesal di dalam hatinya.
Dia malah kembali mengobrol dengan wanita cantik itu, tidak lama kemudian wanita cantik itu terlihat mengecup pipi Mich dan setelah itu dia terlihat masuk ke dalam Rumah Sakit.
Melihat akan hal itu Kinara langsung membelalakan matanya, dia jadi yakin jika wanita cantik itu adalah pacar dari Mich.
"Gile bener si Om, di depan banyak orang mau aja disosor," kata Kinara seraya menggelengkan kepalanya seraya mengelus pipinya.
Dia seakan lupa tinggal di negara mana, dia seakan lupa jika mengecup pipi adalah hal yang wajar di negara tersebut, bahkan berciuman di depan umum pun sudah tidak masalah lagi.
__ADS_1
Setelah melihat wanita cantik itu masuk ke dalam Rumah Sakit, Mich langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di balik kemudian.
Tidak perlu menunggu waktu yang lama, dia langsung melajukan mobilnya. Kinara masih tetap terdiam, tapi sesekali dia melirik ke arah Mich dengan ekor matanya.
"Jangan melihatku seperti itu, salah sendiri kamu mau ikut denganku!" kata Mich tanpa menoleh ke arah Kinara.
Kinara terlihat kaget karena Mich menyadari jika dirinya terus saja menatap ke arahnya, padahal sedari tadi Mich terus fokus mengendarai mobil dengan tatapan lurus ke depan.
"Om nyebelin, nanti di sangka nyulik aku loh kalau ngga buru-buru nganterin ku pulang," kata Kinara.
"Tidak akan, aku sudah menghubungi tuan Hendry. Aku sudah meminta izin untuk mengantarkan kamu pulang setelah aku selesai bekerja," kata Mich.
Kinara kembali membelalakan matanya, dia merasa tidak percaya dengan apa yang sudah dikatakan oleh Mich.
Dia merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Mich, karena seingatnya dia tidak melihat Mich membawa ponsel untuk menghubungi seseorang.
"Om pasti bohong!" kata Kinara.
"Tidak, aku tidak berbohong. Jika tidak percaya kamu bisa menelpon kakekmu itu, kalau tidak kamu bisa menelpon tuan Angga. Karena dia sekarang sudah selesai meeting," kata Mich.
Mendengar apa dikatakan oleh Mich, Kinara langsung mengambil ponselnya dan segera menghubungi lelaki yang sudah dia anggap sebagai ayahnya sendiri itu.
__ADS_1
***
Selamat malam kesayangan, selamat beristirahat. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky, sayang kalian semua.