
Hari masih terlihat gelap, tapi Yudha sudah terbangun dari tidurnya. Setelah kemarin malam dia merenungkan nasibnya, dia mulai berpikir untuk memperbaiki dirinya.
Yudha masuk ke dalam kamar mandi dan mulai melakukan ritual mandinya, dia mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar terasa lebih segar.
Keluar dari kamar mandi, Yudha langsung memakai baju koko lengkap dengan sarungnya. Sudah sangat lama sekali dia tidak pernah melakukan shalat, dia ingin melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid yang tak jauh dari tempat dia tinggal.
Tiba di masjid, dia berbaur dengan orang-orang yang ada di sana. Lalu dia melakukan shalat berjamaah dengan khusyuk.
Lima belas menit kemudian, dia pun kembali pulang ke rumah. Dia duduk terpaku dengan tatapan matanya yang kosong, pikirannya berkelana entah kemana.
Hanya satu yang menjadi penyemangatnya saat ini, Satria. Dia ingin sembuh, dia ingin bisa melihat putranya tumbuh dan berkembang.
Seulas senyum terbit dari bibirnya kala dia mengingat dirinya yang telah menghabiskan waktu bersama dengan Satria.
Namun, tak lama kemudian senyum di bibirnya nampak meredup kala dia mengingat Jesicca dan juga Putri.
Dia benar-benar merasa sedih, dia benar-benar merasa tidak berguna. Dia pun jadi berpikir untuk menemui Juragan Juki, dia ingin menanyakan tentang keberadaan Jesicca dan juga putrinya.
"Maafkan aku Jesicca, maafkan Papa, Nak!" buliran bening terlihat berlomba turun dari kelopak mata Yudha.
Dia benar-benar sedih. dia benar-benar rindu terhadap Putri. Dia juga rindu terhadap Jesicca, dia juga merasa sangat bersalah dan ingin meminta maaf terhadap wanita tersebut.
Karena walau bagaimanapun juga, Jesicca masih istrinya. Dia belum mengucapkan kata talak terhadap Jesicca.
"Sepertinya mulai saat ini aku harus memperbaiki diri, aku harus meminta maaf kepada orang-orang yang sudah aku sakiti," ucap Yudha lirih.
Selama ini Yudha belum meminta maaf kepada Larasati, meminta maaf secara tulus dan juga benar.
Hari ini Yudha memutuskan setelah pergi ke rumah Juragan Juki dan mengetahui di mana keberadaan Jesicca bersama dengan putrinya, dia juga akan menemui Larasati dan meminta maaf terhadap apa yang sudah dia lakukan selama ini.
Dia tak pernah berharap jika Larasati mau kembali terhadap dirinya, karena dia sangat sadar diri akan posisi dan keadaannya saat ini.
Hanya satu yang diinginkan oleh Yudha, dia bisa menjalani kehidupannya lebih baik lagi walaupun dalam keadaan terburuk sekalipun.
🍎🍎🍎
Pukul delapan pagi, setelah Yudha melakukan sarapan paginya dengan menghabiskan sepotong roti dan segelas susu, Yudha berangkat menuju rumah Juragan Juki.
__ADS_1
Setelah melakukan perjalanan selama dua puluh menit dengan motor maticnya, akhirnya Yudha pun sampai di depan rumah mewah milik Juragan Juki.
Beberapa bodyguard yang mengenali wajah Yudha, langsung menghampirinya dan bertanya.
"Ada perlu apa lagi?" tanya Bodyguard A
"Sa--saya, mau bertemu dengan Juragan Juki. Bisa?" tanya Yudha.
Salah satu orang yang berbadan besar itu nampak menghampiri Yudha, lalu dia pun bertanya.
"Memangnya ada perlu apa?" tanya Bodyguard C.
"Saya hanya ingin menanyakan tentang keberadaan anak dan istri saya," kata Yudha.
sebenarnya Yudha sangat takut, dia takut jika dirinya akan di tagih uang yang dia pinjam. Dia juga takut akan menjadi perkedel karena tidak bisa membayar uang yang dia pinjam beserta dengan bunganya.
Namun, ia sangat penasaran dengan keberadaan Jesicca dan juga Putri. Dia tidak mungkin membiarkan dirinya terus terpuruk dalam rasa bersalah, tanpa mengetahui di mana Jesicca dan juga putrinya berada.
Beberapa bodyguard yang ada di sana nampak mencemooh Yudha, namun tak lama kemudian salah satu dari mereka berkata.
Mendengar apa yang diucapkan oleh pria bertubuh besar tersebut, Yudha pun nampak menganggukkan kepalanya.
Setelah lima belas menit Yudha menunggu, Juragan Juki nampak keluar dari rumahnya. Lalu, dia pun menghampiri Yudha.
"Ada perlu apa ingin menemui saya?" tanya pria bertubuh tambun tersebut.
"Sa--saya ingin bertanya tentang keberadaan anak dan istri saya, sebenarnya di mana mereka?" tanya Yudha.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Yudha, Juragan Juki langsung tergelak. Dia tertawa dengan terbahak-bahak, seolah menemukan hal yang sangat lucu di matanya.
Yudha sangat kesal sekali melihat reaksi dari Juragan Juki, namun dia berusaha bersabar. Dia berusaha menahan gejolak amarah yang kini bergelora di dalam hatinya.
"Kau itu suami macam apa? Keberadaan Anak dan istrimu saja tidak tahu, cari yang benar sana! Jangan menanyakan kemari," ucap Juragan Juki.
Lalu, setelah mengatakan hal itu dia kembali tertawa dengan terbahak-bahak. Bahkan dia sampai memegangi perutnya yang terasa sakit karena terlalu banyak tertawa.
Yudha terlihat menggeretakkan giginya, dia benar-benar sangat kesal dengan apa yang diucapkan oleh Juragan Juki terhadap dirinya.
__ADS_1
"Bukankah dulu anda yang membawa putri saya sebagai jaminan? Lalu di mana anak saya sekarang?" tanya Yudha lagi.
Juragan Juki pun menghentikan tawanya, lalu dia menghampiri Yudha dan berkata.
"Ya, aku memang pernah mengambil putrimu untuk menjadikannya sebagai jaminan. Namun, di hari itu juga istrimu datang bersama dengan seorang perempuan cantik. Dia bahkan langsung membayar semua hutangmu dan juga bunganya," jelas Juragan Juki.
Dahi Yudha nampak mengernyit, sebenarnya siapa wanita yang bersama dengan istrinya tersebut.
Namun setidaknya dia merasa tenang kala mengetahui Jesicca dan juga putrinya tidak berada di dalam genggaman Juragan Juki.
"Maaf Juragan, apakah juragan tahu siapa yang membayar hutang saya beserta dengan bunganya?" tanya Yudha.
"Mana saya tahu, yang terpenting dia sudah membayar hutang yang kau pinjam. Aku tidak memedulikan siapa jati diri perempuan tersebut," ucap Juragan Juki seraya berlalu.
Selepas kepergian Juragan Juki, Yudha terlihat lesu sekali. Dia benar-benar bingung harus mencari Jesicca dan putrinya kemana.
Setahunya Jesicca adalah perempuan perantau yang berasal dari pulau S, rasanya tidak mungkin jika dia kembali ke kampung halamannya. Karena itu terlalu jauh, bahkan biayanya pun sangat mahal.
"Kemana aku harus mencari mereka?" tanya Yudha lirih.
Karena tak mendapatkan pencerahan tentang keberadaan Jesicca dan juga Putri, Yudha memutuskan untuk menemui Larasati terlebih dahulu.
Dia nampak menaiki motornya dan melajukan motornya menuju Cafe milik Larasati, hatinya memang sedang kalut memikirkan Jessica dan juga putrinya.
Namun, Ia juga ingin segera menemui Larasati dia ingin segera meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah dia lakukan terhadap istri pertamanya tersebut.
Tiba di Cafe milik Larasati, dia langsung memarkirkan motornya lalu dia segera masuk ke dalam Cafe tersebut.
Tiba di dalam Cafe, dia mengedarkan pandangannya. Tak lama kemudian, dia melihat sosok Larasati yang sedang tersenyum sambil melayani seorang pelanggan.
Yudha langsung menghampiri Larasati dan berhenti tepat di hadapannya, melihat kedatangan Yudha, dahi Larasati nampak mengernyit dalam.
*
*
Bersambung....
__ADS_1