
Mich terlihat melajukan mobilnya menuju perusahaan miliknya, selama perjalanan menuju perusahaan, baik Mich ataupun Kinara terlihat saling diam.
Mereka terlihat fokus dengan pikiran masing-masing, Mich terdiam karena menutupi rasa keterkejutannya.
Kinara juga terdiam karena menutupi rasa malunya, dia sendiri bahkan tidak menyangka jika dirinya akan melakukan hal senekat itu.
sebenarnya dia tidak ada niatan untuk melakukan hal itu, tapi karena dia merasa terpojok. Dia merasa takut saat melihat kekecewaan di mata Mich, dia merasa tidak bisa diam.
Dia merasa linglung saat Mich terlihat tidak mempercayai dirinya, dia merasa perlu membuktikan satu hal agar Mich bisa percaya terhadap dirinya.
Walaupun Kinara terdiam, tapi sesekali dia terlihat menolehkan wajahnya ke arah Mich. Tetap saja wanita muda itu ingin tahu bagaimana reaksi dari Mich.
Satu hal yang dia harapkan, semoga Mich tidak menganggap dirinya sebagai wanita murahan setelah melakukan hal itu.
Tidak lama kemudian, mobil yang
Mich kendarai pun tiba di depan lobi perusahaan.
Mich terlihat turun dengan cepat dan membukakan pintu mobil untuk Kinara, Kinara terlihat tersenyum canggung lalu keluar dari dalam mobil Mich.
''Terima kasih," ucap Kinara.
Dia merasa senang akan sikap Mich yang benar-benar dewasa, walaupun dia terlihat kesal, walaupun terlihat canggung dan juga bingung, tapi Mich tetap saja bersikap baik terhadap dirinya.
Itulah salah satu hal yang Kinara suka dari Mich, sangat dewasa sesuai dengan umurnya. Tidak seperti Jeremy yang bersikap kekanak-kanakan dan pemaksa, padahal Jeremy juga sudah berusia dua puluh lima tahun.
"Ya, sama-sama," jawab Mich seraya menutup pintu mobilnya dan memberikan kuncinya kepada security.
Setelah itu, Mich terlihat menautkan tangannya pada tangan Kinara. Lalu, dia mengajak Kinara untuk segera masuk ke dalam ruangan miliknya.
__ADS_1
Kinara tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu dari Mich, bahkan tatapan matanya tidak lepas dari tangan mereka yang saling bertaut.
Tiba di dalam ruangan Mich, dia terlihat mengunci pintunya. Lalu dia menuntun Kinara untuk duduk di atas sofa, kini mereka duduk pada satu sofa yang sama.
"Kenapa kamu melakukan hal itu? Kenapa kamu malah menciumku, hem?" tanya Mich.
Kinara terlihat malu untuk menjawab pertanyaan dari Mich, tapi dia juga harus segera berkata jujur dengan Mich.
"Habisnya Om kaya orang ngga percaya banget sama aku, padahal aku sama kak Jeremy ngga ada hubungan apa-apa," jelas Kinara seraya tertunduk.
Mungkin saja jika dulu Kinara akan merasa senang saat Jeremy mendekati dirinya, tapi tidak dengan kali ini.
Setiap kali Jeremy mendekatinya, justru Kinara akan merasa kesal dan juga mual saat melihat wajah Jeremy yang selalu saja ingin dimengerti.
"Tapi, setidaknya kamu jangan melakukan hal itu. Karena itu tidak baik," kata Mich.
Walaupun dalam hati Mich bersorak karena bisa berciuman dengan Kinara, tapi tetap saja dia tidak suka jika Kinara melakukan hal itu di depan umum seperti itu.
Lagi pula Mich tidak ingin gede rasa, dia takut jika dirinya sudah berharap lebih. Namun, ternyata Kinara hanya memanfaatkan dirinya saja.
Eh? Tapi tunggu dulu, apakah yang tadi bisa disebut ciuman apa ngga ya, masalahnya hanya Kinara yang memagut bibirnya. Sedangkan Mich hanya diam saja seraya menatap Kinara dengan kaget.
"Habisnya aku kesel sama Om, Om kayak orang gak percaya gitu sama aku. Aku kan, jadinya bingung harus ngejelasinnya kaya apa," jawab Kinara.
Mich terlihat menghela napas berat ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Kinara, saat dia berada di depan kampus Kinara, dia merasa kesal, bingung dan juga sedih.
Rasa itu, semuanya bercampur aduk jadi satu. Dia benar-benar takut jika Kinara mempunyai hubungan dengan Jeremy, maka dari itu Mich menunjukkan sikap cemburunya.
"Maafkan aku juga," kata Mich pada akhirnya.
__ADS_1
"Aku paham," jawab Kinara.
Mich terlihat kaget dengan reaksi dari Kinara, maksud Kinara apa? Paham tentang apa? Kenapa Kinara kini malah menatap dirinya dengan lekat dan senyum yang begitu manis di bibirnya.
"Paham? Paham apa?" tanya Mich.
"Aku paham saat Om mengatakan hal itu, karena Om sedang cemburu," kata Kinara.
Mendengar apa yang diungkapkan oleh Kinara, Mich nampak membulatkan matanya dengan sempurna.
''Cemburu? Siapa yang cemburu? tanya Mich seraya memalingkan wajahnya karena malu.
Wajah tampan Mich kini sudah terlihat memerah, dia benar-benar merasa malu karena sudah ketahuan oleh Kinara dirinya sedang merasa cemburu.
Rasa cintanya yang sejak dulu dia rasakan semakin besar saat bertemu dengan Kinara kembali, apalagi setelah dia bersama dengan Kinara.
Rasa cinta itu seakan tidak bisa dia kendalikan, tumbuh dengan sangat luar biasa. Sayangnya, rasa takut yang dia rasakan sama besarnya dengan rasa cinta yang dia rasakan.
Hal itu membuat dia tidak berani untuk mengungkapkan, dia tidak berani untuk mengatakan jika dirinya begitu mencintai Kinara sejak lama.
"Om," panggil Kinara seraya mendekatkan wajahnya pada Mich.
"Jangan dekat-dekat," kata Mich seraya mendorong wajah Kinara.
***
Selamat malam semuanya, selamat menikmati malam minggu. Maaf karena sudah lama tidak up, Othor malah menggarap novel baru. Kalau berkenan silakan mampir, terima kasih.
__ADS_1