Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
Ingin Membuktikan


__ADS_3

Tiba di dalam kamar, Juki langsung menutup pintunya. Lalu, dia duduk di atas sofa yang ada di kamarnya. Jesicca nampak diam mematung, dia tidak berani untuk duduk bersama dengan Juki.


"Kenapa diam saja? Sini duduk!" kata Juki seraya menepuk pahanya.


Jesicca terlihat menggelengkan kepalanya, dia merasa canggung, malu dan takut dengan ajakan Juki.


"Sebentar saja, ada yang mau aku sampaikan." Kembali Juki menepuk pahanya.


"Aku duduk di sofa saja, Mas." Jesicca nampak duduk tepat di samping Juki.


Jesicca nampak tertunduk dan meremat kedua tangannya secara bergantian, dia benar-benar takut jika Juki akan melecehkan dirinya.


"Jangan berprasangka buruk, aku tidak akan memerkosa kamu!"


Juki langsung mengangkat tubuh Jesicca dan mendudukannya di atas pangkuannya, lalu dia memeluk pinggang Jesicca dengan erat.


Jesicca berusaha untuk melepaskan diri dari Juki, rasanya belum pantas dia melakukan hal itu. Karena mereka belum sah menjadi suami-istri.


"Jangan kaya gini, Mas. Aku tidak nyaman," kata Jesicca seraya menggoyangkan tubuhnya.


Jesicca berharap jika Juki akan segera melepaskan dirinya, dia benar-benar merasa tidak nyaman dengan posisi seperti itu.


Jika dahulu hal itu selalu Jesicca lakukan saat menggoda Yudha, itu karena dia benar-benar ingin menarik perhatian dari Yudha.


Jessica juga ingin mendapatkan harta Yudha, namun kali ini Jesicca sudah sadar. Semua yang pernah dia lakukan dulu adalah hal yang salah.


"Jangan bergerak terus nanti ada yang bangun!" kata Juki dengan suara tertahan.


Mendengar perkataan Juki, Jesicca langsung terdiam. Tentu saja Jesicca sangat paham dengan apa yang dimaksud oleh Juki.


"Tolong lepasin, Mas. Aku merasa tidak nyaman," kata Jesicca.


"Sebentar saja, Sayang. Mas cuma mau bicara kalau minggu depan kita akan menikah, aku sudah meminta sekretarisku Reni untuk mempersiapkan semuanya," kata Juki.


"Tapi, Mas. Apa itu tidak terlalu cepat?" tanya Jesicca.


"Tidak, Sayang. Justru kalau tidak cepat-cepat yang ada aku bisa memerkosa kamu," kata Juki.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh Juki, Jesicca terlihat mendorong dada Juki dengan kencang.


Namun, sayangnya Jesicca tidak bisa terlepas dari pelukan Juki. Karena Juki memeluk pinggang Jesicca dengan sangat erat.


Bahkan, Juki terlihat menyandarkan kepalanya di dada Jesicca dan mengusakkannya beberapa kali.


Hal itu membuat tubuh Jesicca meremang seketika, dia sudah sangat lama tidak mendapatkan belaian dari seorang pria.


Namun, dia berusaha untuk menyadarkan dirinya jika ini adalah perbuatan yang tidak benar. Hal yang hanya boleh dilakukan oleh pasangan halal.


"Mas! Please, lepasin aku! Aku tidak mau dicap sebagai wanita tidak benar," kata Jesicca.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Jesicca, Juki nampak tersenyum. Lalu, dia melepaskan pelukannya. Jesicca langsung bangun, kemudian dia berkata.


"Pikirkan lagi, Mas. Jangan terlalu cepat, aku rasa waktu satu minggu itu terlalu cepat!" kata Jesicca lagi.


"Tidak! Itu tidak cepat, itu lebih baik, Sayang. Sekarang aku tanya sama kamu, kamu mau'kan nikah sama aku?" tanya Juki.


"Mau, Mas. Aku sangat mau, aku ingin memulai rumah tangga denganmu. Aku ingin sama seperti wanita normal lainnya, mempunyai suami yang mau mendidikku menjadi lebih baik. Aku ingin mempunyai suami yang mau mengayomiku dan mau menyayangiku juga Putri," kata Jesicca.


Sayangnya Jesicca terlihat memalingkan wajahnya, hal itu membuat Juki tersenyum semakin lebar.


"Aku memang janda, Mas. Aku memang bekas perempuan perusak rumah tangga orang, tapi bukan berarti kamu boleh memeperlakukan aku seenaknya." Jesicca menangis karena merasa direndahkan oleh Juki.


Juki terlihat merasa sangat bersalah akan kelakuannya terhadap Jesicca, jujur saja dia hanya ingin menguji Jesicca saja.


Dia tidak berniat untuk merendahkan Jesicca, sama sekali tidak. Juki langsung menarik lembut tubuh Jesicca ke dalam dekapannya, lalu dia mengelus lembut punggung wanita yang kini tengah menangis itu.


"Maaf, aku hanya ingin memastikan sesuatu," kata Juki.


Jesicca paham dengan ucapan Juki, mungkin jika Jesicca meladeni tingkah absurd dari Juki, maka Juki tidak akan menjadikannya sebagai seorang istri.


"Ya, aku mengerti. Aku memang bukan perempuan baik-baik, jadi... wajar jika kamu meragukan aku," kata Jesicca.


Sebenarnya Jesicca merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Juki, tapi mungkin benar apa yang dikatakan oleh Juki, jika calon suaminya itu hanya membutuhkan pembenaran saja, bukan untuk berniat melecehkan dirinya.


"Maaf, maafkan aku. Maaf," kata Juki seraya mengecupi puncak kepala Jesicca.

__ADS_1


Jesicca hanya mampu menganggukan kepalanya di dalam pelukan Juki, sungguh dia berharap jika Juki adalah lelaki terbaik untuk dirinya.


Sungguh dia berharap, jika Juki adalah sosok ayah yang tepat untuk Putri. Sungguh dia berharap jika apa yang dia lakukan terhadap dirinya benar-benar untuk pembenaran saja.


"Sekarang kita keluar, kita bicarakan semuanya sama ibu." Juki melerai pelukannya, lalu dia mengusap pipi Jesicca yang basah karena air mata.


"Maaf," kata Juki.


"Hem," jawab Jesicca.


Juki terlihat menuntun Jesicca untuk kembali keluar dari dalam kamarnya, sebenarnya Juki hanya ingin mengetes Jesicca saja.


Dia ingin tahu apakah Jesicca layak untuk dirinya atau tidak, ternyata Juki merasa jika Jesicca adalah wanita yang sangat tepat untuk dirinya.


Namun, dia merasa bersalah karena melihat kesedihan di mata Jesicca. Ya, seharusnya Juki tidak perlu meragukan Jesicca lagi, karena kelakuannya sudah berubah drastis.


Namun, tetap saja jiwanya meronta untuk meminta pembuktian. Walaupun Jesicca nampak kecewa, tapi Juki merasa bangga dengan ketegasan Jesicca.


Saat pintu kamar Juki terbuka, Juki dan juga Jesicca sangat kaget. Karena di sana sudah ada Ridwan yang berdiri dengan bersedekap dada.


"Apa yang sudah Abang lakukan di dalam terhadap Kak Jes? Kenapa wajah Kak Jes berubah jadi sendu seperti itu?" tanya Ridwan seraya menatap tajam ke arah Juki.


"Tidak ada, memangnya kenapa?" tanya Juki.


Sebenarnya Juki benar-benar merasa ingin tertawa melihat kelakuan Ridwan, karena Ridwan terlihat sangat cemburu saat dirinya bersama dengan Jesicca.


Namun, dia sangat berharap. Semoga Ridwan segera mendapatkan jodohnya, agar dia tidak terlalu lama merasakan sakit hati karena tidak bisa mendapatkan Jesicca.


"Abang nikahin Kak Jes dulu, jangan sampai orang lain akan memandang rendah Kak Jes. Kasihan dia, kalau perlu Abang jangan temuin dia sebelum resmi menikah. Takut Abang yang khilaf, kalau sama Kak Jes aku percaya dia bisa menahan diri," kata Ridwan.


Setelah memgatakan hal itu, Ridwan langsung pergi meninggalkan Juki dan juga Jesicca.


BERSAMBUNG....


Selamat siang, selamat beraktifitas. Hawanya ngantuk terus, tangannya Pegel. Tapi, Othor berasa punya hutang kalau belum kasih lanjutan karya receh Othor ini.


Semoga masih ada yang nunggu, ya. Jangan lupa kasih like dan komentnya. Yang mau kasih hadiahnya juga boleh banget, hehehe.

__ADS_1


__ADS_2