Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 24


__ADS_3

Kinara tidak pernah menyangka jika dia akan dihadapkan dengan ketiga putra Mini yang begitu nakal, sungguh dia merasa tidak sanggup.


Terkadang Kinara ingin pulang saja dan bersekolah di negaranya sendiri. Namun, jika mengingat akan Jeremy, dia benar-benar sakit hati dan tidak ingin lagi bertemu dengan dirinya.


Setiap hari Kinara harus dihadapkan dengan kenakalan tiga putra Mini yang berwajah sama itu. Hal itu membuat Kinara selalu saja merasa emosi dalam menghadapi ketiga putra Mini.


Namun, setelah beberapa kali dihadapkan dengan kenakalan mereka. Akhirnya Kinara memilih untuk diam, dia seolah tidak ingin menanggapi keusilan dari ketiga putra Mini tersebut.


Awalnya ketiga putra Mini tetap saja menjahili Kinara. Namun, setelah melihat Kinara yang selalu diam saja, akhirnya mereka menyerah. Tidak ada lagi yang berani menjahili mereka.


Bahkan, setelah beberapa bulan tinggal di negara A, Kinara berubah menjadi sosok yang pendiam. Dia jarang bicara, dia tidak lagi cerewet seperti biasanya.


Namun, dia terlihat lebih serius dalam belajar. Satria saja sampai keheranan melihat perubahan yang luar biasa dari adiknya tersebut.


Kinara bahkan tidak pernah telat untuk pergi ke kuliah, dia selalu bangun pagi. Bahkan, Kinara selalu membantu Mini di saat sedang menyiapkan sarapan.


Ketiga putra Mini yang awalnya terlihat jahil, kini mulai akur dengan Kinara. Bahkan mereka cenderung lebih dekat, Satria benar-benar merasa sangat bahagia melihat akan hal itu.


Lima tahun kemudian.


Satria sudah terlihat sangat tampan, dia sudah bersiap untuk pergi meninggalkan Negara A menuju tanah kelahirannya.


Kinara terlihat begitu bersedih, dia ingin ikut pulang bersama dengan Satria. Namun, dia baru saja kuliah dan baru saja masuk semester 5.


Berbeda dengan Satria yang sudah menyelesaikan S2-nya, kini Satria ditugaskan untuk pulang dan mengelola perusahaan milik keluarga Dinata.


Larasati merasa sudah semakin tua, rasa-rasanya sudah sepantasnya Satria'lah yang harus menggantikan dirinya.

__ADS_1


Apa lagi kini keadaan tuan Elias Ardhan Dinata sudah sangat sepuh, dia sudah tidak sanggup lagi untuk mengurus perusahaan miliknya.


"Abang, Kinar pengen ikut pulang." Kinara terlihat memeluk Satria dengan erat, bahkan air matanya terlihat bercucuran.


Satria membalas pelukan adiknya, lalu dia mengelus punggung Kinara dengan sangat lembut. Sebenarnya dia juga tidak tega jika harus meninggalkan Kinara di negara A.


Akan tetapi, kini dia sudah sangat percaya terhadap ketiga putra kembar Mini. Mereka sudah begitu baik dalam berkelakuan, tidak nakal lagi seperti saat mereka pertama bertemu.


Bahkan, ketiga putra Mini akan bertingkah seperti bodyguard untuk Kinara. Setiap mereka pergi, jika ada lelaki yang ingin menggoda Kinara, dengan cepat ketiga putra Mini akan memberikan pelajaran kepada lelaki tersebut.


"Jangan bersedih, De. Sebentar lagi kamu juga akan lulus, nanti cepet susul Abang. Kita kerja bareng, kita kembangkan perusahaan Buna berdua," kata Satria.


"Heem, tapi Abang harus sering-sering telpon Kinar," pinta Kinara.


"Ya, adikku, Sayang. Abang akan sering menghubungi kamu, lagi pula kamu sendiri yang salah. Kenapa tidak pernah mau pulang sebelum lulus kuliah?" tanya Satria.


Tentu saja Satria sangat tahu kenapa Kinara tidak ingin pulang, karena Kinara takut bertemu dengan Jeremy saat dia pulang.


Satu hal yang Kinara yakini, jika nanti dia pulang setelah lulus kuliah nanti, Kinara pasti sudah bisa melupakan Jeremy sepenuhnya.


Namun, jika setiap enam bulan sekali dia pulang, dia takut rasa yang masih tertinggal di hatinya akan tumbuh dan bersemi kembali.


"Iya, Maaf. Abang pulang dulu, nanti kalau sudah sampai Abang pasti akan telpon kamu," kata Satria seraya melerai pelukannya.


Kinara terlihat mendongakkan kepalanya, lalu dia berkata.


"Ngga mau ditelepon, maunya video call," kata Kinara.

__ADS_1


"Iya, iya. Abang paham," kata Satria seraya mengacak lembut rambut Kinara.


Kinara tersenyum lalu kembali memeluk Satria, rasanya dia benar-benar tidak ikhlas jika harus berpisah dengan abangnya tersebut.


"Abang jangan khawatir, ada Cakra yang jagain Kak Kinar." Cakra terlihat menepuk-nepuk dadanya dengan pongah.


"Aku juga akan selalu menemani Kak Kinar agar tidak merasa kesepian," kata Abian.


"Nanti aku yang akan menemani Kak Kinar saat pergi-pergian, biar Kak Kinar tidak merasa sendirian," kata Bryan.


Satria tersenyum mendengar perkataan dari ketiga saudara sepupunya tersebut, dia benar-benar merasa sangat senang karena ketiga saudara sepupunya itu kini terlihat begitu akur dan terlihat begitu ingin menjaga Kinara.


"Terima kasih untuk kalian bertiga, Abang sangat percaya terhadap kalian dan Abang sangat mengharapkan kalian menjaga Kinara dengan baik," kata Satria.


"Siap, Abang," jawab ketiganya.


Setelah berpamitan kepada Kinara, ketiga putra Mini dan juga berpamitan kepada bi Narti beserta Mini dan juga Angga, akhirnya Satria langsung pulang menuju tanah air.


Ada rasa sedih yang bersarang di hatinya, tapi ada rasa bahagia dan juga bangga. Karena dia bisa kembali ke tanah air, tanah kelahirannya.


Sebentar lagi dia akan bertemu dengan bundanya, dia akan bertemu dengan papanya dan dia juga akan bertemu dengan daddynya.


Sungguh sesuatu yang sangat membahagiakan bukan, bahkan Satria sudah rindu dengan satu orang wanita yang selalu mengacaukan harinya di saat sebelum dirinya pergi ke negara A.


****


Masih berlanjut ya, guys. Selamat datang di kehidupan Satria, sebentar lagi kita memasuki kehidupan percintaan dari Satria. Jangan lupa like dan komennya ya.

__ADS_1


__ADS_2