
"Aduh, shitt!" umpat Reon.
Ternyata hanya pukulan dari tangan Putri yang Reon dapatkan, sedangkan ciuman hangat dari bibir yang terlihat sangat ranum itu tidak dia dapatkan.
Putri yang kaget dengan suara dari Reon langsung terbangun, dia langsung mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Kamu kenapa?" tanya Putri yang melihat Reon yang sedang meringis seraya memegangi rahangnya.
Mendapatkan pertanyaan dari Putri, Reon langsung menurunkan tangannya. Kemudian, dia menatap Putri dengan lekat.
"Ah, tidak. Aku tidak apa-apa," kata Reon.
Dia berpura-pura bersikap biasa saja, kalau dia menceritakan yang sebenarnya dia takut jika Putri akan marah terhadap dirinya. Lebih parahnya lagi, Reon takut jika Putri tidak ingin lagi bertemu dengan dirinya.
"Oh, bagus deh kalau tidak apa-apa. Aku turun dulu ya, Pak. Sudah malam juga," kata Putri.
Putri terlihat bersiap untuk turun dari mobil Reon, tapi dengan cepat Reon mencekal pergelangan lengan wanita yang sangat dia cintai itu. Sontak Putri langsung menolehkan wajahnya kembali ke arah Reon.
"Ada apa lagi?" tanya Putri.
Dia sudah sangat lelah, dia juga mengantuk dan dia juga lapar. Semua rasa bercampur aduk menjadi satu, rasanya dia ingin segera turun dari mobil Reon dan masuk ke dalam rumah kedua orang tuanya.
Tentu saja yang pertama kali ingin dia lakukan adalah mandi, kemudian dia ingin makan dan beristirahat.
"Ehm, itu. Anu, aku masih kangen boleh peluk ngga?" tanya Reon.
Usaha boleh dong, siapa tahu dikabulkan. Walaupun Reon tidak yakin jika Putri mau menuruti apa yang dia inginkan.
"Ish! Kamu tuh gitu, engga boleh. Nanti aja kalau udah nikah, mau ngapain aja boleh. Kamu ngga boleh aneh-aneh, nanti kebablasan," kata Putri.
Putri sering membaca artikel dan menonton berita, di jaman yang modern ini banyak wanita yang hamil diluar nikah karena pergaulan bebas.
Bahkan banyak di antara lelaki tersebut yang tidak mau bertanggung jawab kala wanita yang dia pacari, bahkan dia tiduri sudah hamil terlebih dahulu.
Mereka beralasan saat berhubungan tidak menabur benih sembarangan, padahal mereka tidak sadar, walaupun tidak ditabur langsung, tapi tetap saja kemungkinan untuk hamil bisa terjadi.
"Cuma peluk, kalau ngga kiss deh. Di kening," tawar Reon.
Putri terlihat memelototkan matanya kala dia mendengar apa yang diminta oleh lelaki yang sudah mulai membuat dirinya nyaman itu, tangannya bahkan sudah mulai terangkat. Dia hendak mencubit lengan lelaki itu.
__ADS_1
Sayangnya Reon dengan cepat menangkap tangan Putri dan mengecupinya dengan lembut, sontak Putri langsung menarik tangannya.
"Jangan macaem-macem, ya? Nanti aku ngga bakal mau kamu nikahi," ancam Putri.
"Abisnya kamu pelit banget, aku mau peluk. Kalau ngga kecup kening aja," tawar Reon.
Putri terkekeh melihat sikap Reon, dia sudah seperti anak kecil yang merajuk karena tidak dibelikan mainan oleh ibunya.
"Ngga ada! Kalau kamu mau, tunggu kita nikah dulu," kata Putri.
Reon terlihat menghela napas berat, kemudian dia terlihat membenarkan letak duduknya dengan pandangan lurus ke depan.
"Iya, nanti aku mintanya kalau kita sudah nikah. Sekarang kamu turun gih, nanti aku khilaf," kata Reon tanpa menolehkan wajahnya ke arah Putri.
"Iya, iya. Sabar ya, nanti kalau sudah halal aku pasti akan memberikan semuanya," kata Putri.
"Janji?" tanya Reon.
"Iya, janji. Aku turun ya, kamunya buruan pulang. Jangan lupa makan malam dulu, terus bobo. Jangan kelayapan," kata Putri.
Reon menyunggingkan sebuah senyuman di bibirnya, Putri memang tidak mau dia peluk dan dia cium. Namun, dia senang dengan perhatian yang Putri tunjukkan.
"Hem, aku akan pulang. Tapi ngga langsung ke rumah, aku mau nemuin Niken dulu. Aku ma---"
"Iiih! Kamu tuh nyebelin!" keluh Putri seraya mencubit gemas lengan Reon.
Sontak Reon langsung meringis menahan sakit seraya mengelus-elus lengannya, tangannya memang sakit, tapi hatinya sangat senang. Itu artinya Putri tidak rela jika dia akan menemui wanita lain.
"Nyebelin banget kamu tuh! Awas aja kalau nemuin cewek lain, aku ngga mau ketemu kamu lagi," kata Putri.
"Iya, iya. Aku ngga bakalan nemuin Niken, sekarang kamu masuk. Kalau ngga--"
Reon tidak meneruskan ucpannya, dia malah mendekatkan wajahnya ke arah Putri seraya memonyongkan bibirnya.
Sontak Putri langsung mendorong bibir Reon yang nampak maju dua centi, Reon langsung tertawa, karena memang dia hanya berniat untuk menggoda Putri saja.
"Kamu tuh beneran nyebelin," keluh Putri.
"Maaf, Sayang. Aku cuma cintanya sama kamu, kamu ngga usah takut hatiku akan berpaling. Demi kamu aku juga akan menahan keinginanku, sekarang turunlah!" kata Reon.
__ADS_1
"Iya," jawab Putri dengan bibir yang masih terlihat mencebik.
Setelah mengatakan hal itu Putri langsung turun dari mobil Reon, dia terlihat melambaikan tangannya saat melihat mobil Reon mulai meninggalkan kediaman Juki.
Di lain tempat.
Satria dan Putri begitu kelelahan, selepas maghrib mereka bahkan langsung tertidur tanpa makan malam terlebih dahulu.
Mereka terlihat tertidur dengan sangat pulas, bahkan jika ada mertua datang pun sepertinya mereka tidak akan bangun. Karena mereka benar-benar merasa sangat cape dan juga lelah.
Sepasang pengantin baru itu terlihat sedang tidur pulas dengan posisi saling memeluk, mereka seakan takut terpisahkan.
Di belahan dunia lainnya.
Di tanah air waktu menujukkan pukul delapan malam, berbeda dengan di negara A, waktu baru menunjukkan pukul 08.00 pagi.
Hari ini Kinara belum masuk kuliah karena masih cuti, lagi pula dia masih merasa lelah karena perjalanan jauh yang dia lakukan saat pulang ke tanah air.
Berbeda dengan Abian, Bryan dan juga Cakra. Mereka bertiga seakan tidak ada capenya, walaupun baru datang mereka langsung pergi untuk kuliah.
Angga yang hendak bekerja menghampiri Kinara dan duduk tepat di samping anak kedua dari Larasati tersebut.
"Kamu ikut Ayah ke kantor saja dari pada di rumah bengong sendirian," kata Angga.
"Lah, memangnya bunda Mini kemana?" tanya Kinara.
"Lagi di rumah opa Henry, lagi siap-siap buat acara ulang tahun opa," jawab Angga.
"Memangnya di hari ulang tahun opa ini mau ngadain pesta besar-besaran, ya?" tanya Kinara.
"Hem, sekalian ngerayain kemenangan projek besar antara perusahaan milik opa sama perusahaan Jack Group," jawab Angga.
"Oh, ya sudah aku ikut Ayah aja. Sekalian belajar bisnis juga," kata Kinara.
"Good girl, sekarang gantu baju yang lebih formal," pinta Angga.
"Siap Ayah, segera dilaksanakan," jawab Kinara
***
__ADS_1
Selamat siang Bestie, semoga kalian sehat selalu dan murah rezeki. Jangan lupa untuk bersedekah walaupun hanya dengan senyuman.