Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 85


__ADS_3

Kinara terlihat mondar-mandir dengan gelisah, dia benar-benar tidak menyangka jika Mich mempunyai banyak foto dirinya di masa kecil.


Dia jadi takut jika Mich mempunyai niat tidak baik terhadap dirinya, tapi jika itu benar mungkin Mich sudah berbuat kurang ajar terhadap dirinya.


Apalagi tadi dia berada di dalam satu ruangan yang sama dengan Mich, tapi tadi Mich malah terlihat salah tingkah dan pergi meninggalkan dirinya dengan alasan akan meeting.


Sungguh Kinara tidak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi, ingin berburuk sangka tapi Mich selalu bersikap baik terhadap dirinya. Bahkan, terkesan dingin dan sering menghindar.


"Oh ya Tuhan, aku harus bagaimana? Apakah aku harus bertanya kepada om Mich? Tapi, takutnya kalau bertanya secara langsung nanti dia malah tidak mau menjawab," kata Kinara.


Setelah memikirkan baik-baik, akhirnya Kinara menyimpan kembali album foto milik Mich. Lalu, dia berusaha bersikap biasa-biasa saja dan duduk di atas sofa dengan tenang.


Dia ingin memikirkan cara bagaimana agar Mich bisa mengaku secara langsung kepada dirinya, bukan dirinya yang bertanya terlebih dahulu.


Takutnya dia disangka kegeeran dan nanti dia akan malu sendiri, Kinara tidak mau jika hal itu sampai terjadi. Dia tidak mau malu.


Tidak lama kemudian pintu ruangan kerja milik Mich nampak terbuka, Mich datang bersama dengan seorang pria.


Pria yang terlihat tampan dan juga gagah, pria yang sangat Kinara kenal. Pria yang sangat ingin Kinara hindari, Kinara terlihat kaget.


Dia bahkan langsung bangun dan menatap pria itu dengan tatapan yang begitu sulit untuk diartikan, sungguh dia tidak menyangka akan bertemu saat ini dengannya.


Mich terlihat tersenyum dan mengajak pria itu untuk menghampiri Kinara, Mich tersenyum ke arah Kinara lalu dia berkata.


"Maaf kalau kamu menunggu lama, tadi aku ngobrol sebentar dengan tuan Aliando. Ternyata dia sudah tidak bisa menjalankan usahanya lagi, karena ada putranya yang akan menggantikannya. Aku ingin memperkenalkan dia padamu," kata Mich seraya tersenyum hangat.


"Tidak usah diperkenalkan, karena aku sudah mengenalnya, Tuan Mich," kata pria itu seraya tersenyum ke arah Kinara.


Mendengar apa yang dikatakan oleh pria muda itu, Mich terlihat mengernyitkan dahinya. Lalu, dia melihat ke arah pria itu yang terus saja melihat Kinara dengan tatapan penuh kagum.


Ada rasa kesal yang Mich rasakan, karena dia bisa melihat jika tatapan pria itu begitu memuja Kinara.


Berbeda dengan Kinara yang hanya terdiam mematung, Mich berusaha untuk mengontrol emosinya. Dia tersenyum lalu mengelus lembut lengan Kinara.


"Kinar, kenapa kamu hanya diam saja?" tanya Mich.

__ADS_1


"Eh? Tidak apa-apa, benar yang dia katakan. Kami sudah saling mengenal, jadi tidak usah diperkenalkan," kata Kinara dengan tatapan dinginnya ke arah pria itu.


"Oh, jadi kamu sudah mengenal Tuan Jeremy?" tanya Mich.


"Ya, tentu saja. Aku mengenalnya, kami berasal dari negara yang sama," kata Kinara seraya tersenyum manis ke arah Mich.


Hati Mich terasa berdesir kala melihat senyuman itu, karena baru kali ini dia melihat senyum Kinara yang terlihat begitu manis kepada dirinya.


"Ehm, baiklah. Kalau begitu kita duduk dulu, ngobrol santai aja," kata Mich.


"Ah, anda benar, Tuan. Lagi pula aku sudah tidak ada kerjaan," kata Jeremy seraya tersenyum menyeringai ke arah Kinara.


Kinara benar-benar merasa tidak nyaman berada satu ruangan bersama dengan Jeremy, dia lalu memutar otaknya agar bisa menghindari pria yang sudah berhasil dia depak dari dalam hatinya itu.


"Om, bukankah kita mau pergi? Kak Merlin Katanya pengen ketemu loh," kata Kinara beralasan.


Mich terlihat mengernyitkan dahinya kala dia


mendengar Kinara berkata seperti itu, karena seingat Mich dia tidak mempunyai janji dengan Merlin.


"Tapi, Kinar. Bukankah--"


Belum juga Mich menyelesaikan ucapannya, Kinara sudah menempelkan jari telunjuknya pada bibir lelaki berusia tiga puluh dua tahun itu.


"Hais! Kamu itu selalu saja begitu, jangan suka begitu bisa ngga. Melupakan kakak kamu sendiri itu tidak baik, apalagi dia sedang hamil. Dia butuh perhatian besar, bagaimana kalau kita langsung ke rumahnya saja?" usul Kinara seraya memeluk lengan Mich dengan erat.


Walaupun Mich tidak paham dengan maksud dari Kinara, tapi dia begitu senang atas perlakuan Kinara terhadap dirinya.


Senyum kebahagiaan bahkan nampak terlihat di bibirnya, karena apa yang selalu dia impikan kini bisa jadi kenyataan.


Berbeda dengan Jeremy yang terlihat menatap ke arah lengan Mich dengan tatapan kesal, bahkan dia terlihat menggeratkan giginya dengan rahang yang mengeras.


Dia juga terlihat mengepalkan kedua tangannya, dia rela pergi ke negara A hanya untuk menyusul Kinara.


Dia rela bekerja demi ingin bertemu dengan Kinara, padahal sejak dulu Jeremy adalah anak yang malas dan hanya ingin bersenang-senang saja. Sesekali dia akan melakukan balapan dan berkumpul dengan teman-teman satu gengnya.

__ADS_1


"Tapi, Kinar. Tadi aku sudah berencana untuk minum kopi bersama dengan Tuan Jeremy," kata Mich.


"Haish! Ya sudah kalo Om tidak mau pergi, aku akan pergi sendiri saja ke rumah kak Merlin," kata Kinara pura-pura merajuk.


Melihat akan hal itu Mich terlihat panik, dia tidak mungkin membiarkan Kinara pergi sendirian. Dia langsung menepuk-nepuk lengan Kinara dengan lembut lalu berkata.


"Baiklah- baiklah, kita ke rumah Merlin sekarang," kata Mich. Pandangan Mich beralih kepada Jeremy, lalu dia berkata. "Maaf, Tuan Jeremy. Mungkin kita bisa mengobrol bersama lain waktu, karena ada yang merajuk," kata Mich saya terkekeh.


"Tidak apa-apa," jawab Jeremy dengan kesal.


Melihat kekesalan di wajah Jeremy, Kinara semakin menjadi. Dia langsung menempelkan tubuhnya kepada Mich, lalu dia menyadarkan kepalanya pada lengan Mich.


Peduli setan dengan sikap dari Jeremy, pikir Kinara. Dia malah merasa senang dan ingin membalas sakit hatinya terhadap Jeremy di waktu dulu.


Satu hal yang membuat Kinara merasa sangat senang, Jeremy datang di saat perasaan cintanya sudah luntur kepada pria itu.


"Ya sudah, kalau begitu kita berangkat sekarang," kata Mich.


Setelah mengatakan hal itu, Mich mengajak Jeremy yang belum duduk sama sekali untuk keluar dari ruangannya.


Mereka bertiga jalan beriringan dengan Kinara yang terus saja menempel kepada Mich, walaupun Mich benar-benar tidak paham dengan sikap yang ditunjukkan oleh Kinara, tapi dia merasa sangat senang dan hatinya terasa berbunga.


Jika saja tidak malu, Mich ingin sekali melompat kegirangan atas perlakuan dari Kinara terhadap dirinya.


Berbeda dengan Jeremy, dia terlihat menatap sengit ke arah Kinara. Dalam hati dia berjanji pasti akan membalas apa yang dilakukan oleh Kinara terhadap dirinya saat ini.


****


Selamat malam kesayangan, maaf karena sudah lama tidak up. Selama dua minggu ini asam lambungnya Othor kumat, Alhamdulillah sekarang sudah baikan.


Mudah-mudahan bisa up rutin lagi, Othor juga mau sekalian promosi. Othor ngeluarin dua karya baru, siapa tahu mau mampir. Terima kasih.



__ADS_1


__ADS_2