Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
Tawaran


__ADS_3

Angga dan juga Mini sudah berada di depan gedung TN, mereka sengaja meminta beberapa karyawan untuk membantunya menurunkan kue pesanan Jimmy William dari dalam mobilnya.


Ternyata saat Angga dan juga Mini datang, mereka tidak usah repot-repot bertanya tentang di mana ruangan Jimmy William.


Karena ternyata kedatangan mereka berdua memang sudah ditunggu oleh Jimmy William, seorang security berkata jika Jimmy William sudah tidak sabar ingin mencicipi cupcake dan juga muffin buatan Angga.


Tiba di ruangan Jimmy William, Angga dan juga Mini disambut hangat oleh pemilik gedung TN tersebut.


"Silakan duduk!" kata Jimmy William.


Angga dan Mini menurut, mereka duduk tepat di hadapan Jimmy William.


"Terima kasih," jawab Angga dan juga Mini bersamaan.


Tepat disaat Angga dan Mini duduk, beberapa orang karyawan dari Jimmy William sedang menyimpan cupcake dan juga muffin buatan Angga di atas meja.


"Tolong bawakan cupcake strawberry dan juga muffin'nya satu ke sini," pinta Jimmy William.


"Ya, Tuan," jawab salah satu karyawan Jimmy.


Dia langsung mengambil dua kotak berisikan cupcake dan juga muffin pesanan dari Jimmy William, dengan senang hati Jimmy William mengambil dua kotak yang diberikan oleh karyawannya.


Tanpa ragu dia langsung membuka kedua kotak tersebut, wajahnya terlihat berbinar kala melihat cupcake strawberry bertaburkan kacang almond di atasnya.


Tangannya langsung mengambil satu cupcake tersebut dan melahapnya, dia mengunyah cupcake strawberry tersebut sambil tersenyum seraya mengangguk-anggukan kepalanya.


Setelah beberapa saat, dia juga mengambil muffin dan melahapnya dengan cepat. Dia tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Enak, sangat enak!" puji Jimmy William.


Mendengar pujian dari Jimmy William, membuat Angga dan juga Mini terlihat bernapas lega. Bahkan Angga sampai mengelus dadanya dengan senyum sumringah dibibirnya.


Dia benar-benar senang karena makananan yang dia buat diterima dengan baik oleh orang sekelas Jimmy William.


"Syukurlah kalau anda suka, saya sangat senang sekali," kata Angga sambil tersenyum hangat.


Melihat senyum bahagia di wajah Angga, Mini ikut tersenyum. Lalu dia mengelus lembut pundak kekasihnya tersebut.


"Aku bilang juga apa, Sayang .Tuan Jimmy pasti suka, kamu' kan paling jago kalau bikin kue," ucapan Mini.


"Ya, semua ini juga berkat bantuan kamu, Sayang. Karena kamu yang membantu, jadi kuenya berasa tambah enak," goda Angga.


Melihat keromantisan di antara pasangan muda tersebut, Jimmy William nampak tersenyum. Dia jadi mengingat akan istrinya yang berada di rumah.


" Apakah kalian sepasang kekasih?" tanya Jimmy William.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari Jimmy William, Mini nampak tersipu. Kemudian dia menganggukkan kepalanya.


"Ya, kami adalah sepasang kekasih. Kami juga akan segera menikah setelah kekasihku ini berhasil mengumpulkan biaya pernikahannya," kata Mini malu-malu.


"Wah, kebetulan sekali kalau begitu. Bagaimana kalau kalian memesan semua keperluannya di sini saja?" tanya Jimmy William.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Jimmy William, mata Mini terlihat berbinar. Siapa yang tidak mau pernikahannya diurus oleh orang sekelas Jimmy William, pikirnya.


Berbeda dengan Angga, justru Angga malah terlihat membulatkan matanya dengan sempurna. Bagaimana bisa pikirnya dia menyewa jasa dari Jimmy William? Sedangkan biayanya saja bisa mencapai miliaran rupiah.


Hal itu sangat jauh berbeda dengan isi kantong Angga yang baru mempunyai sedikit tabungan saja.


"Ehm, maaf Tuan Jimmy. Sebenarnya Tuan Jimmy memesan kue banyak-banyak buat siapa? Apakah anda akan menghabiskannya sendiri?" tanya Angga.


Angga sengaja mengalihkan pembicaraan, karena tidak mungkin Jika dia harus membicarakan acara pernikahan yang harus mengeluarkan biaya miliaran tersebut.


Nyalinya sungguh menciut jika mengingat angka yang harus dibayarkan untuk menyewa jasa Jimmy William.


"Aku akan membagikannya kepada para karyawanku, Ohya... berapa semuanya?" tanya Jimmy William.


Angga terlihat merogoh saku celananya, kemudian dia memberikan struk pembelian cupcake dan juga muffin tersebut kepada Jimmy William.


Melihat nominal angka di atas struk tersebut, Jimmy terkekeh seraya menggelengkan kepalanya.


"Ini terlalu murah buat cupcake seenak ini," kata Jimmy William.


"Begini, aku sangat suka terhadap pasangan yang terlihat saling menyayangi seperti kalian. Bagaimana kalau kalian secepatnya menikah saja? Aku akan mengurus acara pernikahan kalian," kata Jimmy William.


"Tapi uang saya baru terkumpul sedikit, Tuan Jimmy. Rasanya tidak mungkin jika saya memakai jasa anda di pernikahan kami," ucap Angga terus terang.


"Tidak apa-apa, kalian tenang saja. Nanti akan banyak endorse untuk menunjang acara pernikahan kalian, mau-tidak?" tanya Jimmy William.


Angga dan juga Mini terlihat saling pandang saat mendapatkan tawaran langka tersebut dari bibir Jimmy William.


*/*


Di lain tempat.


Selepas shalat ashar semua pekerjaan yang dikerjakan oleh Juki sudah selesai, dengan penuh semangat dia langsung melangkahkan kakinya untuk pulang.


Dia sudah merasa tidak sabar ingin segera bertemu dengan Putri, karena setelah beberapa hari bermain dengan Putri, rasa rindu terhadap mendiang putrinya terasa terobati.


Di perjalanan menuju pulang, Juki melihat seorang lelaki tua yang sedang menjajakan dagangannya. Lelaki tua itu menjual boneka Ondel-ondel berwarna-warni.


Juki langsung menepikan mobilnya, dia sengaja membeli dua boneka ondel-ondel tersebut untuk Putri. Dia berpikir jika Putri akan menyukai boneka ondel-ondel tersebut.

__ADS_1


"Putri pasti akan suka," kata Juki lirih.


Setelah mendapatkan sepasang boneka ondel-ondel tersebut, Juki langsung melajukan mobilnya menuju kediaman ibunya.


Tiba di depan rumah Ibunya, Juki langsung memarkirkan mobilnya. Kemudian dia berjalan dengan tergesa dan masuk ke dalam rumahnya.


"Assalamualaikum," ucap salam Juki.


"Walaikum salam," jawab sapa dari dalam ruang keluarga.


Tiba di ruang keluarga, wajah Juki langsung berbinar, senyum di bibirnya terus mengembang. Kedua tangannya dia lipat di belakang punggungnya, karena menyembunyikan sepasang boneka ondel-ondel yang baru saja dia beli.


Apalagi saat melihat Putri yang sedang asyik bermain di ruang keluarga ditemani oleh Jesicca dan juga bu Sari, Juki semakin senang dibuatnya.


Dengan perlahan dia melangkahkan kakinya untuk menghampiri Putri, bu Sari dan Jesicca nampak tersenyum melihat kelakuan dari Juki.


Tak lama kemudian, dia menunjukkan sepasang boneka ondel-ondel tersebut kepada Putri. Tanpa Juki duga, Putri langsung menjerit histeris. Dia begitu ketakutan saat melihat sepasang boneka ondel-ondel tersebut.


Melihat akan hal itu, sontak Juki langsung melempar sepasang boneka ondel-ondel itu. Lalu dia segera mengangkat tubuh mungil Putri dan mendekapnya dengan erat.


Dia elus punggung Putri, dia kecup keningnya dengan lembut. Dia merasa menyesal sekali karena telah membeli boneka ondel-ondel tersebut.


Padahal niatnya baik, dia ingin membuat Putri merasa bahagia. Namun, ternyata Putri malah terlihat ketakutan.


"Huwaaaa... babababa, huwaaaaa!"


Putri terlihat memeluk Juki dengan sangat erat, dia benar-benar terlihat ketakutan sambil menangis histeris.


"Ehm, Mas. Biar saya susuin dulu, siapa tahu dia akan berhenti menangis," kata Jesicca.


Setelah mendengarkan apa yang diucapkan oleh Jesicca, Juki langsung mendudukan tubuh mungil Putri di atas pangkuan Jesicca.


Karena sangat panik, Jesicca tanpa sadar langsung membuka tiga kancing baju bagian atas miliknya. Lalu dia mengeluarkan sumber makanan Putri dengan cepat.


Putri terlihat menyesap sumber makanannya dengan cepat, tangannya bahkan mengelus-elus dada Jesicca yang satunya.


Melihat akan hal itu, Juki hanya bisa menelan salivanya dengan susah. bahkan lututnya seakan lemas dan dadanya berdetak tidak karuan.


BERSAMBUNG....


*


*


Selamat sore kesayangan, semoga puasanya lancar selalu ya....

__ADS_1


Buat Ibu-ibu masaknya yang enak ye, nanti aku nyicip.


__ADS_2