Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
Berbahagia


__ADS_3

Kini hubungan Mini dan juga Angga terlihat semakin romantis, Angga bersikap sangat manis untuk menebus kesalahannya terhadap Mini.


Sungguh dia merasa sangat tidak enak hati karena sudah menuduh Mini yang tidak-tidak, beruntung Mini tidak marah kepadanya.


"Maaf jika aku tidak bertanya dari awal," kata Angga.


"Tidak apa-apa," jawab Mini.


Kegiatan pengantin baru itu berlanjut seperti biasanya, pergi pagi untuk bekerja di Cafe milik Larasati, karena Cafe itu dikuasakan penuh terhadap Angga dan juga Mini.


Saat sore tiba mereka akan pulang dan menyerahkan Cafe kepada bi Narti dan juga Fredy.


Angga akan meminta bi Narti untuk datang selepas dzuhur, agar wanita paruh baya itu tidak terlalu cape.


Bi Narti menurut, karena memang dia sudah berumur dan tidak mungkin terus menghabiskan waktu hanya untuk bekerja.


Wanita paruh baya itu kini mencari kegiatan baru, selepas sarapan dia akan bergelut di taman.


Dia menanam banyak bunga dan menanam sayuran organik, karena itu sangat bermanfaat, pikirnya. Selain hasilnya bisa dinikmati sendiri, dia juga bisa menjual hasilnya.


Lalu, kenapa mereka tidak berbulan madu?


Angga dan Mini menginginkan bulan madu di tempat yang romantis dan bertemakan pemandangan Alam.


Akhirnya Angga memutuskan untuk berbulan madu di kampung halamannya, karena menurut mereka itu hal yang pas.


Akan tetapi, meminta untuk pergi berbulan madu pada bulan depan saja.


"Kenapa harus bulan depan?" tanya Angga.


"Karena aku takut tamu bulananku akan datang, karena biasanya tamu bulananku akan datang sebentar lagi," jawab Mini.


"Kenapa tidak berpikir jika kecebong milikku akan langsung membuahi sel telurmu? Kenapa malah berpikir takut datang bulan?" tanya Angga sedikit tersinggung.


"Hanya berusaha untuk mencegah, Sayang. Sukur-sukur kalau benih yang kamu tabur sudah mulai tumbuh, aku akan sangat senang karena pulang kampung dengan rahim yang sudah terisi. Sekalian mengajak calon baby kita untuk berlibur," jawab Mini.


Angga tersenyum, dia rengkuh tubuh istrinya, dia angkat tubuh Mini dan dia dudukkan di atas pangkuannya.


Mini langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Angga dan mulai menunduk untuk menautkan bibirnya.


Jika Mini dan Angga semakin lengket dan semakin panas saat bergumul di atas ranjang, berbeda dengan Ridwan.


Ridwan malah sedang asik pedekate dengan istri cantiknya, mereka sepakat untuk saling mengenal terlebih dahulu.

__ADS_1


Jangan hanya mengandalkan isnsting berburu di atas ranjang saja, karena ada pepatah yang mengatakan 'tak kenal maka tak sayang', maka dari itu mereka benar-benar melakukan perkenalan terlebih dahulu.


Kedua insan berbeda jenis kelamin itu terlihat bak sepasang kekasih, pagi hari mereka akan pergi untuk bekerja.


Siang hari mereka akan keluar hanya untuk sekedar makan siang bersama, sore hari selepas pulang kerja, mereka akan ke mall hanya untuk sekedar berjalan-jalan melepas penat.


Malam harinya, mereka akan tidur dengan saling memeluk dan menyalurkan kasih sayang. Tak jarang mereka berciuman dengan panas, dan saling meraba area sensitif pasangan.


Sayangnya Ridwan belum sanggup untuk menunjukkan rudalnya dan menembakkan peluru berbisanya.


Padahal bu Airin sudah sering mengelus rudal milik Ridwan yang acap kali bangun saat mereka saling memeluk dan saling mencari titik nikmat disetiap lekuk tubuh masing-masing.


Lalu, bagaimana dengan Juki dan Jesicca?


Mereka berdua terlihat begitu sibuk, karena hari ini merupakan acara resepsi pernikahan mereka.


Juki terlihat sedang mematut dirinya di depan cermin setelah memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Jesicca.


Berbeda dengan Jesicca yang kini sedang dirias oleh MUA yang di sewa khusus oleh Juki, dia ingin jika hari ini Jesicca tampil cantik dan juga sempurna.


Lalu, bagaimana dengan Putri?


Putri pun tak kalah sibuk dan juga bu Sari, mereka sedang di rias untuk acara resepsi pernikahan Jesicca dan juga Juki.


Juki sengaja mengadakan resepsi tersebut saat siang menjelang sore, karena siang hari dia gunakan untuk mengundang karyawan kantor dan juga teman-temannya.


Selepas maghrib dia mengundang sanak saudaranya, baik dari pihak almarhum babanya, maupun dari pihak ibunya.


Kedua insan rupawan itu terlihat cantik dan juga tampan, keduanya benar-benar terlihat seperti raja dan ratu sehari.


Juki tak hentinya memandang wajah Jesicca yang nampak berbeda, terlihat begitu memukau di matanya.


"Kamu cantik, Yang." Juki berbisik tepat di telinga Jesicca.


"Kamu juga sangat tampan, suamiku." Jesicca memuji Juki.


Wajah Juki langsung memerah, ingin rasanya Juki menggendong Jesicca dan mengurungnya di dalam kamar seharian penuh.


Tentu saja tujuannya adalah untuk bermanja dan berkasih sayang lewat pergumulan panas di atas ranjang.


Sayangnya, Juki tak bisa melakukannya sekarang. Karena saat ini dia harus menemui para tamu undangan yang hadir untuk mengucapkan selamat.


"Baba!"

__ADS_1


Panggilan dari Putri mengalihkan pikiran-pikiran liar Juki, dia langsung menggendong Putri yang sedang di pangku oleh Yudha.


Ya, Yudha memang sengaja datang untuk mengucapkan selamat dan turut serta dalam kebahagiaan kedua insan itu.


Tentunya tujuan utama Yudha adalah untuk menemui Putri dan ingin mengajak Putri untuk menginap di Panti.


Rasanya tidak ada hal yang membahagiakan selain memberikan kasih sayangnya terhadap kedua buah hatinya.


"Mau gendong Baba, iya?" kata Juki.


Putri mengangguk dengan gemasnya.


"Saya bawa Putri ke pelaminan dulu," kata Juki.


"Ya, jika nanti kalian kerepotan. Bisa langsung panggil saya, saya tidak akan kemana-mana," kata Yudha.


"Minta tolong ibu juga boleh," kata Bu Sari.


Juki sangat senang sekali karena ternyata Yudha sangat membantu dirinya, padahal dia sempat berpikir jika Yudha akan melakukan hal yang tidak-tidak akan hubungan dirinya dan juga Jesicca.


Namun, ternyata Yudha malah sebaliknya. Bahkan dia terkesan sangat memberikan waktu agar dirinya bisa berduaan dengan Jesicca.


Karena, di saat mereka kerepotan Yudha akan datang untuk mengasuh Putri. Bahkan dia akan mengajak Putri untuk pergi ke Panti hanya untuk sekedar bermain bersama anak-anak Panti.


*/*


Pukul setengah enam sore.


Acara resepsi berhenti sejenak, tentu saja tujuannya untuk shalat maghrib dan berganti baju dengan gaun malam untuk melanjutkan acara resepsi.


Jessica dan juga Juki nampak masuk ke dalam kamar pengantin yang sudah Juki sewa untuk mereka berdua.


Mereka bisa lebih tenang, karena Putri sudah di ajak oleh Yudha ke Panti. Sepertinya Putri sudah mulai terbiasa dengan suasana Panti.


Tiba di dalam kamar, Juki langsung memeluk tubuh istrinya dan mengecupi lehernya. Jesicca sempat menolak, namun Juki langsung berbisik tepat di telinga Jesicca.


"Masih ada waktu setengah jam, aku mau. Kita bisa main cepet," kata Juki.


"Kamu tuh kebiasaan, kalau minta main cepet akunya ngga bisa nyampe puncak," keluh Jesicca dengan bibir mencebik.


BERSAMBUNG....


Selamat pagi kesayangan, selamat beraktivitas. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky.

__ADS_1


__ADS_2