Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
Sedang Ingin


__ADS_3

Jonathan langsung menghampiri Larasati, dia memeluk istrinya dengan erat. Dia kecup kening istrinya dengan penuh cinta, dia elus punggung istrinya dengan penuh kasih.


"Kamu habis dari mana, hem? Kenapa kamu tidak tidur?" tanya Jonathan.


Jonathan bertanya dengan raut wajah yang begitu khawatir, dia takut jika istrinya terbangun karena perutnya yang terasa mual.


Di kehamilan Larasati yang kedua ini membuat Jonathan sering dilanda resah, karena selain sering mual, banyak makanan yang tidak bisa Larasati makan.


Alasannya selalu saja bau dan tidak enak untuk dimakan, bahkan bobot badan Larasati kini berkurang sebanyak tiga kilo.


"Sebenarnya aku sudah tertidur, tapi aku bangun karena ingin jalan-jalan di malam hari," jawab Larasati.


Larasati terlihat menyusupkan kepalanya di ketiak Jonathan, entah kenapa setelah Larasati dinyatakan hamil, dia begitu suka mengendus aroma ketiak dari Jonathan.


Awalnya Jonathan merasa keberatan, namun jika Jonathan tidak menuruti, Larasati akan merajuk. Akhirnya dia membiarkan apa yang diinginkan oleh istrinya, selama itu masih dalam batas wajar.


"Tapi, Sayang. Ini sudah tengah malam," kata Jonathan.


"Aku tahu, Mas Jo, Sayang. kamu pasti melarangku untuk pergi demi kesehatan aku dan juga bayi kita, makanya aku tidak membangunkan kamu," jawab Larasati.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Larasati, Jonathan merasa sangat kasihan. Selama ini Larasati tidak pernah meminta apa pun kepada Jonathan, Larasati terkesan mandiri dan tidak mau mengandalkan orang lain.


Dia memang merasa khawatir dengan keadaan Larasati dan juga bayinya, namun dia juga merasa benar-benar tak tega jika membiarkan istrinya tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Baiklah! Kita akan pergi jalan-jalan, tapi... kamu harus memakai jaket yang tebal," kata Jonathan.


Larasati langsung melerai ke pelukannya, dia mendongakkan kepalanya, lalu menatap Jonathan dengan wajah yang berbinar.


"Beneran boleh, Mas Jo?" tanya Larasati.


Jonathan langsung terkekeh saat melihat wajah Larasati yang terlihat begitu senang, dia layaknya anak kecil yang diberikan hadiah mainan oleh ibunya.


"Ya, Sayang. Boleh," kata Jonathan.


Jonathan akan berusaha untuk mewujudkan apa pun yang istrinya inginkan, apalagi hal itu bisa membuat wajah istrinya benar-benar terlihat ceria.


"Terima kasih," ucap Larasati tulus.


"Sama-sama," jawab Jonatahan.

__ADS_1


Larasati yang begitu bahagia langsung menjinjitkan kakinya, dia merangkum kedua pipi Jonathan dan langsung menautkan bibirnya.


Dengan senang hati Jonathan membalas tautan bibir istrinya. Dia pagut bibir seksi istrinya, dia sesap dan dia gigit dengan penuh kasih.


Jonathan terlihat melepaskan pagutannya, dia tersenyum lalu mengusap bibir Larasati yang terlihat basah.


Sebenarnya Jonathan malah menginginkan hal yang lebih dari sekedar berciuman, maka dari itu dia segera melepaskan pagutannya.


"Tunggu sebentar, Mas ambilkan jaket dan juga syal untuk kamu," kata Jonathan.


Larasati mengangguk setuju, lalu dia duduk di sofa. Sedangkan Jonathan terlihat membuka lemari dan mengambil jaket serta syal untuk istrinya tersebut.


Dengan penuh cinta Jonathan memakaikan jaket dan juga syal di leher istrinya, setelah itu dia mengajak istrinya untuk berjalan-jalan mengelilingi Komplek Perumahan tempat mereka tinggal.


Selama berkeliling, Larasati terlihat memeluk Jonathan dari samping dan dia sandarkan kepalanya di pundak Jonathan.


Larasati terlihat begitu bahagia sekali, dia usap dada suaminya, lalu dia berbisik tepat di telinga suaminya.


"Terima kasih, Mas Jo. Terima kasih atas cinta kamu yang begitu besar, aku mencintai kamu." Larasati menggigit kecil cuping telinga suaminya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Larasati, Jonathan terlihat kaget dan juga senang. Karena baru kali ini Larasati berani mengungkapkan isi hatinya, apalagi Larasati mengucapkannya dengan nada yang begitu sensual.


Bahkan Larasati sudah mulai berani menggoda dirinya dengan cara menggigit cuping telinganya. Hal itu benar-benar membuat Jonathan resah dan ingin segera memakan istrinya tersebut.


Larasati terkekeh seraya menggelengkan kepalanya, tidak mungkin dia berani mengajak Jonathan untuk melakukan percintaan di dalam mobil.


Larasati sangat sadar jika dia sedang mengandung, dia tidak boleh melakukan hal-hal yang akan membahayakan bayi yang ada didalam kandungan.


"No, Mas Jo. Aku tidak mungkin berani menggodamu, lagipula aku tidak ingin kita bercinta di dalam mobil, aku takut baby kita akan kenapa-napa," kata Larasati seraya mengelus lembut perutnya.


"Ya, kamu benar. Maka dari itu jangan terus menggoda aku, nanti aku bisa khilaf," kata Jonathan.


"Ya, baiklah. Maaf," kata Larasati.


Setelah berkata seperti itu, Jonathan langsung menarik lembut kepala istrinya. Dia sandarkan di dadanya, lalu dia kecup puncak kepala istrinya dengan lembut.


Di lain tempat.


Juki sedang mengajak Jesicca untuk berbulan madu, dia mengajak Jesicca ke hotel yang ada di dekat pantai yang berada di kota B.

__ADS_1


Tentu saja saat dia pergi, dia membawa serta bu Sari dan juga Putri. Tidak mungkin bukan jika kedua wanita berbeda usia itu Juki tinggalkan.


Sayangnya ada hal yang membuat Juki uring-uringan, sedari sore Putri sangat rewel. Alhasil Jesicca terus saja berada di kamar Putri, karena harus menenangkan Putri cantiknya itu.


"Ck! Ini benar-benar menyebalkan!" gerutu Juki.


Juki benar-benar tidak bisa tidur, karena dia menginginkan hal yang lebih. Tujuannya berbulan madu tentunya untuk melancarkan aksinya dalam melepaskan kecebong unggulan miliknya.


Karena penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Jesicca di kamar Putri, dia langsung keluar dari kamar hotel miliknya dan berjalan menuju kamar yang dihuni oleh Putri dan juga ibunya.


Saat tiba di dalam kamar yang Putri tempati, ternyata Jesicca terlihat tertidur dengan lelap di samping Putri. Bu Sari juga nampak tertidur di sofa yang berada di kamar tersebut, Juki mengerti jika istrinya mungkin kelelahan sehingga dia sampai tertidur saat menenangkan Putri.


Namun, dia juga saat ini membutuhkan istrinya tersebut. Juki tersenyum, kemudian dia berusaha untuk melepaskan tangan mungil Putri yang terlihat menggengam tangan Jesicca.


"Maafin Baba ya, Sayang. Baba juga mau ibunya Putri," ucap Juki lirih.


Dengan sangat hati-hati Juki menggendong tubuh Jesicca, dia ingin membawa istrinya tersebut ke dalam kamarnya.


Tentunya sebelum dia pergi dari kamar tersebut, dia membangunkan ibunya dan meminta tolong bu Sari untuk tidur bersama dengan Putri.


Tentu saja bu Sari tidak keberatan, dia langsung berpindah ke ranjang tempat di mana Putri Ttidur dengan sangat lelap.


Tiba di dalam kamar hotel miliknya, Juki langsung merebahkan tubuh Jesicca. Dia juga ikut merebahkan tubuhnya, lalu dia membuka kancing piyama tidur istrinya.


Senyum Juki langsung mengembang kala dia melihat dada istrinya yang menyembul, tanpa membuang waktu dia langsung mengusakkan wajahnya di belahan dada istrinya.


Jesicca terlihat menggeliat, lalu dia berkata.


"Putri mau *****? Sebentar, ibu buka dulu," kata Jesicca dengan mata yang terpejam.


Juki langsung tersenyum menyeringai kala mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya.


*


*


BERSAMBUNG....


Selamat malam kesayangan, selamat bermimpi indah.

__ADS_1


"Haish kebiasaan banget ini si Othor, bikin kesel!" ( Readers)


"Maafkeun, hehehe." (Othor kelewat soleha)


__ADS_2