
Jika Jonathan dan juga Larasati terlihat sedang sibuk mengurusi Kinara yang begitu nakal, berbeda dengan Juki, dia kini sedang berbahagia karena kedua putra kembarnya tumbuh dengan sangat baik.
Kedua putra kembarnya terlihat sangat tampan dan juga tubuhnya terlihat berisi, Jesicca begitu telaten mengurus kedua putra kembarnya.
Alex dan Ansel, putra kembar Juki yang terlahir kembar identik, mereka benar-benar memiliki wajah yang sama. Juki saja terkadang sulit untuk membedakan di antara keduanya.
Hanya tatapan matanya saja yang berbeda, Alex terlihat memiliki tatapan mata yang tegas dan dingin. Sedangkan Ansel memiliki tatapan lembut dan penuh cinta.
Walaupun terkadang keduanya selalu bertengkar dalam memperebutkan mainan yang mereka miliki, namun mereka saling menyayangi.
Terkadang Jesicca kerepotan dalam mengurus putra kembarnya, beruntung ada Putri dan sang mertua yang selalu membantu Jesicca dalam mengurus kedua putra kembarnya tersebut.
Kedua putra kembarnya tersebut kini sudah duduk di bangku kelas 6 SD, sedangkan Putri kini sudah duduk di bangku kelas sepuluh.
Putri tumbuh menjadi anak yang pandai dan juga penurut, di saat Ibunya sibuk dia pasti akan membantu. Namun, jika ibunya terlihat luang atau Juki sedang berlibur dari pekerjaannya, Putri akan ikut bersama Yudha ke Panti.
Dia akan membantu Yudha untuk mengurus anak-anak Panti, tentunya Satria juga selalu ikut membantu.
Yudha begitu senang dan selalu bersyukur, karena kedua buah hatinya yang terlahir dari dua rahim yang berbeda itu sangat menyayangi dirinya dan selalu mau membantu dirinya.
Mereka tak pernah sekalipun menganggap Yudha sebagai orang jahat, apalagi menganggap Yudha sebagai orang asing. Kedua buah hatinya terlihat begitu bangga terhadap apa yang dilakukan oleh Yudha selama ini.
"Yang!" Juki yang baru saja pulang kerja langsung menghampiri Jesicca yang sedang berada di dalam kamarnya.
Dia baru saja selesai membantu kedua putra kembarnya dalam mengerjakan PR, Jesicca menghampiri Juki dan membantunya melepaskan setelan kerjanya.
"Cape, ya, Mas?" tanya Jesicca.
"Capek banget, Yang. Seharian ini pekerjaan sangat banyak banget, tapi setelah melihat kamu capeknya langsung hilang. Apalagi kalau dikasih jatah," kata Juki seraya menaik turunkan alisnya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Juki, Jesicca langsung memukul pundak suaminya. Entah kenapa semakin tua, Juki semakin messum saja, pikirnya.
Tiada hari tanpa bercinta, selalu saja dia meminta waktu untuk mendapatkan pelepasannya. Jesicca selalu berkata jika dia takut ketahuan saat sedang bercinta oleh ketiga buah hatinya.
Namun, Juki selalu meyakinkan Jesicca, jika semuanya akan aman bahkan kalau perlu Juki akan main cepat. Karena yang terpenting, si Entong bisa muntah-muntah agar Juki terlihat lebih segar dan kepalanya tidak sakit.
"Kamu tuh, Mas. Ini masih sore, lagian ada anak-anak di ruang keluarga," kata Jesicca.
Juki langsung nyengir kuda dengan apa yang dikatakan oleh istrinya, ketiga buah hati mereka memang sedang bermain di ruang keluarga.
Putri terlihat anteng menonton serial kartun kesukaannya, karena walaupun sudah besar dia selalu saja menyempatkan waktu untuk menonton film kartun.
__ADS_1
Berbeda dengan kedua putranya kembarnya, mereka terlihat duduk di atas karpet dengan anteng sambil memainkan Lego kesukaan mereka.
"Sebentar saja, Yang. Janji mainnya cepet, kok." Juki langsung membalikkan tubuh Jesicca, dia kecupi tengok leher istrinya.
"Mas!"
Jesicca merasakan tubuhnya mulai meremang, apa lagi kedua tangan Juki kini tengah bermain di dadanya yang masih terbungkus kain pengamannya.
"Sebentar ya, Sayang." Juki berbisik tepat di telinga kanan Jesicca, kemudian dia menggigit cuping telinganya dan mengecupnya dengan lembut.
"Aduh!"
Tangan Jesicca langsung mencari sesuatu yang bisa dia pegang saat Juki menyingkap dress miliknya Jesicca, apalagi saat ini tangan Juki sudah mulai menyusup masuk ke area intinya.
"Mas! Jangan sambil berdiri, kaki aku pegel. Sekarang aku sudah tambah tua, gampang pegel kakinya!" kata Jesicca dengan nada penuh protes.
"Yes!"
Juki bersorak, dia langsung mengangkat tubuh istrinya dan merebahkannya dengan perlahan. Namun, sejurus kemudian dia terlihat melucuti baju yang dia kenakan dengan tidak sabar.
"Sekarang, Ya, Sayang. Mas udah ngga tahan," pinta Juki.
Namun, walaupun dia berkata seperti itu, dia tetap suka dengan perilaku dari suaminya yang seperti itu. Karena Juki selalu perhatian dan memperlakukan putra-putrinya dengan adil.
"Maaciw, Ayang." Juki langsung menyatukan tubuh mereka, Jesicca sampai memekik tertahan.
"Mas!"
"Maaf, Yang." Juki berkata dengan pinggulnya yang terus bergerak naik turun.
Tok! Tok! Tok!
"Ibu! Baba! Ade nakal, mainan Abang direbut juga," adu Alex.
Juki dan juga Jesicca terlihat saling pandang, namun beberapa saat kemudian Juki langsung menghentak istrinya kembali. Jesicca langsung memelototkan matanya melihat tingkah Juki yang tidak mau mengalah.
"Mas!"
"Nanggung, Yang. Si Entong dalam mode tegangan tinggi ini, udah lurus banget dia kek tower." Juki menunduk dan menyesap benda pavoritnya.
"Ya ampun!" keluh Jesicca.
__ADS_1
"Ibu! Baba!" terdengar kembali Alex berteriak di depan pintu seraya menggedor pintunya.
"Kamu ngalah dulu, ya, Bang. Baba lagi nanggung ini," kata Juki saat bibirnya terlepas dari benda padat kesayangannya.
"Emangnya Baba sama Ibu lagi ngapain sih?" tanya Alex polos.
"Lagi mijitin Ibu, katanya Ibu cape." Juki mengatupkan mulutnya setelah berkata seperti itu.
"Oh, ya, udah. Abang ngalah aja," kata Alex dengan nada lemah.
Tidak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki yang menjauh dari pintu kamar. Juki tersenyum penuh kemenangan, lalu dia membalikkan tubuh istrinya dan menghentaknya dari belakang.
Jesicca hanya bisa pasrah dengan kelakuan dari suaminya tersebut, karena walau bagaimanapun juga dia menikmati apa yang suaminya perbuat terhadap dirinya.
Namun, terkadang Jesicca menyayangkan sikap Juki yang tidak pernah mau mengalah terhadap ketiga buah hatinya. Walaupun memang masih dalam batas wajar.
"Aduh, Yang. Bentar lagi aku mau sampai, kamu udahan belum?" tanya Juki.
"Belum, Mas." Jesicca menjawab dengan terbata.
"Ya udah, aku pelanin aja biar kamu bisa sampe puncak." Juki terkikik dengan apa yang dia ucapkan sendiri.
Tak lama kemudian, dia merasa miliknya dicengkeram kuat oleh milik istrinya, terasa nikmat dan berkedut. Bahkan tangan Jesicca kini terlihat mencengkram erat seprei di samping tempat tidur.
Juki tahu jika itu artinya Jesicca sudah mendapatkan pelepasannya, Juki tersenyum, kemudian dia memperdalam miliknya dan membiarkan si Entong muntah-muntah di dalam sana.
Juki menunduk dan mengecupi pundak Jesicca dengan lembut, Jesicca selalu saja bisa membuat dirinya jatuh cinta dalam setiap harinya.
"I Love you, Sayang." Kembali Juki mengecup pundak istrinya.
"Aku pun," jawab Jesicca.
Juki melepaskan miliknya, lalu dia menggendong istrinya dan mengajaknya untuk mandi bersama.
*
*
Selamat pagi, sebenarnya aku masih ingin melanjutkan kisah ini menjadi seasen dua. Mungkin nanti, karen aku masih sibuk bagi waktu sama kisah Janda yang ada di lapak sebelah.
Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky, see you next episode.
__ADS_1