
Dia terlihat menghampiri Larasati dan memeluknya dari belakang, hal itu membuat Larasati kaget dan langsung melayangkan protesnya.
"Mas!" seru Larasati.
Jonathan tak menanggapi ucapan istrinya, dia langsung mengangkat tubuh istrinya dan merebahkannya di atas ranjang pengantin.
Jonathan terlihat menatap wajah Larasati dengan lekat, dia elus pipi istrinya dengan lembut. Dia kecup kening istrinya cukup lama dan dalam.
"I love you Lrasati Putri Dinata, dari dulu sampai kapan pun," kata Jonathan.
Larasati terkekeh mendengar pernyataan dari suaminya, dia merangkum pipi Jonathan lalu mengecup bibir Jonathan dengan lembut.
"Me too," jawab Larasati.
Jonathan terlihat menatap wajah Larasati dengan tatapan penuh damba.
"Boleh minta sekarang? Aku takut kamu sudah tidak sabar untuk mengambil keperjakaanku," ucap Jonathan seraya terkekeh.
Larasati langsung mencebikkan bibirnya mendengar apa yang diucapkan oleh Jonathan, lalu dia berkata.
"Bilang saja kalau kamu sudah tidak sabar ingin merasakan yang namanya naik ke puncak gunung dan menyusuri lembah," ucap Larasati seraya terkikik geli dengan apa yang sudah dia ucapkan.
Jonathan nampak tertawa mendengar apa yang diucapkan oleh Larasati.
"Kamu benar, Yang. Aku sudah tidak sabar untuk membenamkan milikku yang sudah siap tempur ini, jadi... bersiaplah!" Jonathan langsung menautkan bibirnya ke bibir Larasati.
Dengan senang hati Larasati langsung menyambut tautan bibir suaminya, tangan kanan Jonathan terlihat menumpu berat badannya, sedangkan tangan kirinya terlihat menyusuri wajah istrinya.
Tangan itu semakin turun melewati garis leher istrinya, semakin turun dan tangan itu langsung menarik tali kimono mandi yang Larasati pakai.
Tali kimono mandi itu nampak terurai, nampaklah dua buah dada istrinya yang terlihat padat berisi dan juga kencang.
Tidak sia-sia selama ini Larasati selalu berolah raga, karena badannya terlihat kencang, seksi dan membuat Jonathan ingin segera menerkam istrinya.
"Lihat apa?" tanya Larasati yang melihat suaminya terdiam melihat tubuhnya.
Jonathan seakan tersadar dari fantasi liar yang sempat berkeliaran di dalam otaknya kala melihat tubuh seksi istrinya.
"Lihat gunung, Yang. Boleh naik-naik ke puncak gunung, ngga?" tanya Jonathan.
Larasati mencuil dagu Jonathan, lalu dia mengerlingkan sebelah matanya.
"Ya, lakukanlah!" kata Larasati.
__ADS_1
Dengan semangat empat lima Jonathan langsung meraup dada istrinya dengan serakah, bibir tebalnya langsung menyesap ujung dada kiri istrinya.
Tangan kirinya terlihat memilin dan memelintir ujung dada kanan milik istrinya, hal itu membuat Larasati menggeliatkan tubuhnya. Rasa geli, sakit dan nikmat datang secara bersamaan.
Walaupun Jonathan pertama kali melakukan hal itu, namun nalurinya seakan menuntunnya untuk melakukan hal yang bisa membuat istrinya merasa puas akan apa yang dia lakukan.
Puas bermain dengan dada istrinya, Jonathan terlihat mengecupi setiap inci tubuh istrinya. Hal itu membuat Larasati terlihat gelisah, bahkan Larasati terlihat terus saja memperhatikan apa yang dilakukan oleh Jonathan.
Saat Jonathan tengah menatap lembah milik istrinya, Jonathan nampak menengadahkan wajahnya. Dia menatap wajah istrinya dengan intens.
"Boleh aku menyusuri lembah yang tak berumput ini?" tanya Jonathan.
Larasati terlihat menganggukkan kepalanya, Jonathan tersenyum lalu melebarkan kedua kaki istrinya. Tak lama kemudian, Jonathan nampak membenamkan kepalanya diantara kedua kaki istrinya.
Dia sedang menikmati bagian inti terkecil dari tubuh istrinya, dia terlihat rakus sekali. Larasati sampai mengangkat pinggulnya, hal itu membuat Jonathan semakin mudah dalam melancarkan aksinya.
"Sekarang ya, Sayang?" pinta Jonathan.
Dia sudah benar-benar tidak tahan kalau harus menunggu lagi.
"Hu'um," kata Larasati memperbolehkan.
Jonathan terlihat melepaskan handuk yang sedari tadi melilit di pinggangnya, lalu dia melemparkannya ke sembarang arah.
Larasati sempat terpaku kala melihat milik Jonathan yang terlihat lebih besar dari milik Yudha, otaknya langsung traveling entah kemana.
"Aduh!" tiba-tiba saja Larasati merasakan sebuah dorongan pada area intinya.
"Maaf, Yang. Kok sempit banget, kamu ngga operasi, kan?" tanya Jonathan yang mengalami kesulitan, saat memasukkan miliknya ke dalam liang kelembutan milik istrinya.
"Tentu saja tidak, lagi pula aku sengaja mengikuti senam khusus agar area kewanitaanku tetap sempit dan sehat," jawab Larasati.
"Kalau begitu, berarti milikku yang kebesaran," kata Jonathan lagi.
"Percaya diri sekali!" cibir Larasati.
Jonathan terlihat tersenyum, lalu sejurus kemudian dia mendorong miliknya dengan kencang sehingga miliknya terbenam sempurna pada liang kelembutan milik Larasati.
Tentu saja hal itu membuat Larasati memekik kesakitan, bahkan dia langsung mencengkram kuat lengan Jonathan.
Beruntung Larasati bukan tipe wanita yang suka memanjangkan kuku, sehingga lengan Jonathan masih bisa selamat.
"Jo! Eh, Mas. Pelan-pelan," ucap Larasati seraya meringis.
__ADS_1
Dia merasa jika milik Jonathan kini membuat dirinya sesak, terasa penuh dan sangat tegang.
"Jangan berisik, Yang. Tahan sebentar dan nikmatilah belalai panjang yang sebentar lagi akan menunjukkan aksinya," kata Jonathan.
Larasati nampak tersipu, lalu dia memukul dada bidang suaminya.
"Lakukanlah, aku ingin tahu dan sangat penasaran dengan belalai milikmu itu," goda Larasati.
"Baiklah, Sayang. Bersiaplah untuk meneriaki namaku," kata Jonathan.
Larasati terlihat mengganggukkan kepalanya, kemudian Jonathan mulai mengayunkan pinggulnya.
Awalnya Larasati terlihat kesakitan, mungkin karena **** ************* memang sudah lama tak terjamah, juga karena dia memang rutin melakukan olah raga khusus untuk merapatkan area tersebut.
Namun tak lama kemudian, terdengarlah suara ah, oh, uh, em, menggema saling bersahutan di dalam kamar hotel tersebut.
Jonathan resmi melepaskan keperjakaannya untuk wanita yang sangat dia cintai, dia merasa bangga akan hal itu.
Terlebih lagi saat miliknya mampu membuat sang istri mengalami pelepasannya berkali-kali, membuat dirinya semakin bangga saja.
"Terima kasih, Sayang." Satu kecupan hangat di labuhkan di kening istrinya, setelah dia menyemburkan bibit-bibit unggulnya dalam rahim istrinya.
"Hem," jawab Larasati yang terlihat begitu kelelahan.
Mereka baru saja melakukannya satu kali, namun Larasati seakan enggan untuk membuka matanya kembali.
Dia terlihat begitu kelelahan, bahkan saat Jonathan menjatuhkan tubuhnya di samping Larasati, dia langsung memeluk Jonathan dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Tak lama kemudian, mata Larasati nampak terpejam. Kemudian, dengkuran halus nampak terdengar dari bibirnya.
Jonathan terkekeh karena ternyata istrinya begitu kelelahan dan dengan mudahnya terlelap dalam tidurnya.
Lelaki yang sudah resmi tidak perjaka lagi itu terlihat mendekap hangat tubuh istrinya, kemudian dia melabuhkan kecupan hangat di pipi dan kening istrinya.
"Selamat tidur, Sayang. Semoga mimpi indah dan semoga hari ini menjadi awal untuk kebahagiaan kita dalam menjalani rumah tangga," kata Jonathan.
Setelah mengucapkan hal itu, Jonathan nampak ikut terlelap bersama dengan istrinya. Dia pun sama, merasa sangat lelah dan ingin segera mengistirahatkan tubuhnya yang penat.
*
*
Jangan minta yang lebih pedes, ya? Takut ngga lolos review, repot nanti.
__ADS_1
Selamat malam, selamat tidur dan selamat nguanu-nguanu untuk yang sedang melakukannya, hihihi.