Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 96


__ADS_3

Kinara terlihat begitu bersemangat untuk pergi menemui Mich, setelah melaksanakan ritual mandinya dia terlihat memakai dress selutut berwarna biru cerah.


Dia terlihat memoles wajahnya dengan make up tipis, lalu rambutnya dia ikat seperti kuncir kuda. Kinara terlihat begitu cantik sekali.


Setelah memoles wajahnya, Kinara terlihat melengak-lenggokkan tubuhnya di depan cermin. Dia terlihat memastikan apakah penampilannya sudah sempurna atau belum.


Setelah dirasa cantik paripurna, akhirnya Kinara mengambil tas selempang yang berisikan dompet dan juga ponsel miliknya. Lalu, dia berpamitan kepada Angga dan juga Mini jika dirinya akan pergi ke rumah Mich.


Awalnya Mini tidak menyetujui jika Kinara harus pergi ke rumah Mich, karena walau bagaimanapun juga Kinara adalah seorang perempuan.


Menurut Mini, akan lebih baik jika Angga mengundang Mich untuk datang saja ke kediaman mereka.


Sayangnya, Angga berkata jika ada hal penting yang harus Kinara selesaikan bersama dengan Mich saat ini juga.


Akhirnya Mini menyetujui, tentu saja dengan syarat Kinara harus bisa menjaga dirinya. Karena walau bagaimanapun juga, tetap seorang perempuan itu harus bisa menjaga dirinya dengan sangat baik.


"Aku sudah besar, Bunda. Aku bisa menjaga diriku dengan sangat baik," jawab Kinara.


"Baiklah, pergilah temui Mich dan jangan lama!" ucap Mini pada akhirnya.


"Yes!" seru Kinara.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Mini dan juga Angga, akhirnya Kinara terlihat meminta seorang sopir Untuk mengantarkan dirinya menuju rumah Mich.


Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Mich, Kinara terlihat tersenyum-senyum sendirian. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan pria yang katanya begitu mencintai dirinya itu.


Tiba di depan rumah Mich, Kinara dengan tidak sabar turun dari mobil dan meminta seorang security untuk membukakan pintu.


"Pak, aku mau ketemu om Mich. Tolong bukakan pintu gerbangnya dong?" pinta Kinara.


Untuk sesaat security itu terdiam, dia terlihat memindai penampilan Kinara yang terlihat begitu cantik dan juga manis.


"Pak, aku mau ketemu om Mich," rengek Kinara.


Security tersebut terlihat menggelengkan kepalanya melihat tingkah dari Kinara, Kinara terlihat cantik dan juga muda. Ternyata, selera tuannya benar-benar sangat bagus, pikirnya. Menyukai daun muda.


"Eh? Iya, silakan masuk, Non?"

__ADS_1


Security tersebut terlihat membukakan pintu gerbangnya dengan cepat, Kinara dengan senang hati langsung masuk ke dalam dan berterima kasih kepada security tersebut.


"Makasih ya, Pak. Aku mau langsung masuk boleh, kan?" tanya Kinara.


Security tersebut terlihat menganggukkan kepalanya dengan cepat, lalu dia pun kembali berkata.


"Boleh, tuan Mich lagi ada di taman belakang. Lagi olah raga dia," ucap security.


Kinara terlihat mengernyitkan dahinya kala security tersebut mengatakan jika Mich sedang berolahraga di taman belakang.


Bukankah taman belakang tempat untuk bersantai, pikirnya. Namun, kenapa Mich malah berolahraga di taman tersebut.


"Olah raga kok, di taman belakang sih, Pak?" tanya Kinara.


Security tersebut terlihat menggaruk kepalanya karena sudah salah bicara, kemudian dia meralat ucapannya tersebut.


"Anu, Non. Di deket taman ada alat gym, jadi tuan Mich suka main gym di sana," jawab security.


Ya, Mich memang sangat menyukai olah raga. Dia akan menyempatkan waktu untuk berolahraga dalam setiap harinya.


Bahkan, selepas bangun tidur dan melaksanakan salat subuh dia akan langsung lari pagi di taman belakang.


Dia benar-benar sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Mich, dia sudah tidak sabar ingin melihat reaksi Mich jika dirinya datang ke rumahnya.


"Silakan, Non," jawab security tersebut.


Setelah berpamitan kepada security tersebut, akhirnya Kinara melangkahkan kakinya menuju taman belakang melalui jalan samping.


Kinara terlihat berjalan dengan pelan kala dia sudah sampai di taman belakang, pasalnya dia melihat Mich yang sedang mengangkat barbel dengan bertelanjang dada.


Dia terlihat begitu tampan dengan hanya menggunakan celana training panjang saja, cahaya matahari yang menyinari tubuhnya yang berkeringat, membuat Mich terlihat begitu seksi dan juga tampan.


Apalagi saat Kinara melihat perut Mich yang terlihat kotak-kotak seperti roti sobek, membuat iler Kinara hampir menetes.


"Woow! Ternyata dia sangat seksi," kagum Kinara.


Kinara terlihat terdiam seraya memandangi tubuh Mich yang terlihat begitu seksi, dia bahkan terlihat menelan ludahnya dengan susah payah.

__ADS_1


Kinara hanya terdiam mematung dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan, apakah dia harus menghampiri Mich dan menyapanya? Atau diam saja seraya memperhatikan apa yang Much lakukan?


Tidak lama kemudian Mich terlihat menolehkan wajahnya ke arah Kinara, entah kenapa Kinara begitu malu jika dirinya ketahuan sedang memperhatikan dirinya.


Dia bahkan langsung bersembunyi di belakang pohon Bonsai, melihat akan hal itu Mich hanya tersenyum.


Dia pura-pura tidak tahu dengan kedatangan Kinara, Mich terlihat menghentikan aktivitasnya. Lalu, dia duduk di sebuah bangku lalu mengambil handuk dan mengelap keringat yang mengalir di seluruh tubuhnya.


"Ya ampun, dia tadi melihatku. Tapi dia memanggilku, apakah dia melihatku atau tidak?" tanya Kinara lirih.


Setelah mengatakan hal itu, Kinara terlihat mengintip apa yang sedang dilakukan oleh Mich dari balik pohon Bonsai tersebut.


Kinara tersenyum kala melihat Mich yang sedang meminum minuman dingin dari sebuah botol kaca, Mich benar-benar terlihat tampan dan juga sempurna di matanya.


" Ya Tuhan, dia tampan sekali," kata Kinara seraya menggigit kuku jempolnya.


Saat Kinara sedang asyik memandangi wajah Mich, tiba-tiba saja ada seorang wanita yang terlihat lebih muda dari dirinya menghampiri Mich dengan membawa sekotak kue di tangannya.


"Kak Mich, tadi aku beli kue ini. Aku jadi inget, Kakak. Makan bareng yu?" ajak perempuan muda itu seraya duduk tepat di samping Mich.


Entah kenapa ketika melihat akan hal itu hati Kinara terasa panas, dia merasa cemburu dengan gadis muda itu.


Setahunya Mich tidak mempunyai adik perempuan, Mich hanya mempunyai satu orang kakak saja, yaitu Merlin.


Dalam hatinya Kinara bertanya-tanya, siapakah wanita muda itu? Kenapa dia terlihat begitu akrab dan juga dekat dengan Mich?


"Kue ini enak banget loh Kak Mike, aku suapin, ya?" tawar wanita muda itu.


Mendapatkan tawaran seperti itu dari wanita muda di sampingnya, Mich terlihat menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"No, aku bisa sendiri," ucap Mich.


"Tangan Kak Mich kotor, abis megang alat gym. Biar aku suapin," kata wanita muda itu.


Tanpa banyak bicara lagi wanita muda itu terlihat mengambil sepotong kue lalu menyodorkannya tepat di hadapan bibir Mich.


Mich tersenyum, lalu memakan sepotong kue tersebut. gadis muda di hadapannya terlihat bertepuk tangan dengan riang, ketika Mich menghabiskan sepotong kue tersebut.

__ADS_1


"Kak Mich makannya jorok," ucap gadis itu seraya mengusap sudut bibir Mich.


Kinara yang bersembunyi di balik pohon Bonsai, terlihat begitu kesal. Bahkan, dia terlihat mengepalkan kedua tangannya dengan sempurna.


__ADS_2