
Hari yang ditunggu pun telah tiba, Satria dan juga Kinara kini sedang melakukan perjalanan menuju negara A.
Larasati dan juga Jonathan terlihat mengantar kedua buah hatinya, berbeda dengan Yudha, dia hanya mengantar Satria sampai di Bandara.
Bahkan sebelum Satria benar-benar naik ke pesawat, Rachel datang dan mengucapkan salam perpisahan kepada lelaki yang dia puja itu.
'Selamat tinggal negaraku, aku akan pulang dengan membawa kesuksesan,' kata Satria dalam hati.
Setelah melakukan perjalanan sekitar dua puluh empat jam, akhirnya Kinara, Satria Jonathan dan juga Larasati sudah sampai di negara A.
Mereka langsung disambut oleh Mini dan juga Angga saat tiba di Bandara, saat melihat Satria, Angga bahkan sampai memeluknya dengan sangat erat.
Rindu?
Tentu saja Angga sangat merindukan Satria, Angga mengurusi Satria sejak bayi. Bahkan Angga sering membantu Larasati untuk sekedar menggendong Satria di kala Larasati banyak melamun karena kesedihannya.
Pria remaja yang sebentar lagi berusia delapan belas tahun itu langsung membalas pelukan Angga, dia juga merindukan Angga.
"Apa kabar, kamu, Nak?" tanya Angga.
"Baik, Ayah. Ayah Angga semakin tampan saja," puji Satria kala melihat Angga yang sengaja membiarkan kumisnya tumbuh dan juga memiliki jambang tipis.
Bukan tanpa alasan Angga melakukan hal tersebut, Mini menyukainya. Apa lagi saat mereka berciuman atau bercinta, kata Mini sensasinya terasa berbeda.
"Bisa saja kamu," kata Angga seraya melepaskan pelukannya.
"Tapi Ayah beneran semakin terlihat tampan,'' puji Satria.
"Ya, baiklah. Kamu juga semakin terlihat tampan," kata Angga.
"Angga, Mbak rindu." Larasati terlihat menghampiri Angga. Dia begitu merindukan lelaki yang seakan menjadi malaikat penolongnya itu.
Larasati bahkan terlihat merentangkan kedua tangannya, tentu saja dia ingin memeluk Angga. Sayangnya, Jonathan yang cemburu langsung berdiri di depan Angga.
__ADS_1
"Mas!" keluh Larasati.
"No peluk-peluk, aku cemburu," kata Jonathan jujur.
Larasati terlihat langsung mencebikkan bibirnya, berbeda dengan yang lainnya, mereka terlihat menertawakan tingkah dari Larasati dan juga Jonathan.
Berawal dari sahabatan, hingga menjadi sepasang suami istri yang saling mencintai dan seolah tidak pernah ingin terpisahkan lagi.
"Sudah-sudah, lebih baik kita ke rumah saja. Ibu sudah menunggu bersama dengan ketiga putraku," kata Mini.
Mendengar kata tiga putranya, Kinara nampak bergidig ngeri. Karena anak-anak Mini itu memang terkenal sangat nakal.
"Oh ya ampun, aku harus siap-siap untuk menguatkan hatiku," kata Kinara lirih.
"Kamu ngomong apa, Sayang?" tanya Larasati.
"Tidak apa-apa, Buna," kata Kinara berkilah.
Larasati terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya, karena sebenarnya Larasati tahu jika putrinya itu sedikit enggan untuk tinggal bersama ketiga putra Mini dan Angga.
Setelah melakukan perjalanan selama tujuh belas menit, akhirnya mereka tiba di kediaman Angga dan juga Mini.
Rumah mewah bercat putih itu terlihat begitu indah dan menyejukan mata, rumah yang Angga dan Mini beli dari hasil usaha mereka berdua.
Padahal, om Hendry sudah menawarkan Mini untuk tinggal di rumah super mewahnya. Namun, Mini selalu berkilah ingin hidup mandiri.
"Mommy, Daddy!"
Teriakan tiga anak lelaki berusia sembilan tahun begitu memekikkan telinga. Mereka berlari dan langsung memeluk Angga dan juga Mini.
"Mommy dari mana? Kenapa Abian tidak diajak?" tanya Abian.
"Daddy nakal, aku ditinggal!" keluh Bryan.
__ADS_1
"Hem, aku juga ngga diajak. Huwaaa!" keluh Cakra.
"Lebay!" seru Kinara.
Ketiga putra kembar Angga dan juga Mini langsung melerai pelukannya, kemudian mereka menatap wajah Kinara dengan sengit.
Sejak dulu mereka memang tidak pernah akur jika bertemu, karena memang Kinara tidak menyukai kelakuan dari ketiga putra Mini tersebut.
Begitupun dengan ketiga putra Mini, mereka kurang menyukai Kinara yang terkesan sombong dan juga angkuh.
"Hay Kakak Ju-tek,'' sapa Cakra.
"Ishh! Aku tidak jutek," kata Kinara dengan bibir yang sudah maju dua centi.
Ketiga putra kembar Mini langsung menertawakan Kinara, berkilah tapi menunjukkan jika Kinara memanglah bersikap jutek.
"Ayo ikut kami," ajak Bryan.
Entah kenapa perasaan Kinara menjadi tidak enak setelah mendapat ajakan dari salah satu putra kembar Mini dan juga Angga tersebut.
Sayangnya, Kinara tidak bisa menolak karena kini tangannya sudah ditarik oleh ketiga putra berwajah sama tersebut.
"Eh, eh, eh! Aku mau diajak kemana ini?" tanya Kinara.
Tanpa Kinara duga, ketiga putra tampan Angga langsung menarik Kinara ke taman belakang. Lalu, mereka menarik Kinara ke dekat kolam renang dan....
Byur!
Ketiga putra kembar itu langsung mendorong Kinara ke dalam kolam renang, Kinara terlihat begitu kesal. Dia langsung berteriak seraya memukul-mukul air yang berada di kolam renang tersebut.
"Daddy! Buna! Mereka nyebelin!" teriak Kinara.
***
__ADS_1
Masih berlanjut, yuk kasih dukungannya.