Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 98


__ADS_3

Awalnya Kinara merasa cemburu dengan wanita yang lebih muda usianya dari dirinya itu, karena dia terlihat begitu dekat dengan Mich.


Namun, setelah tahu jika wanita bernama Louisa itu adalah pacar dari Abian, ada rasa lega di dalam hati Kinara.


Namun, dia juga merasa kesal karena Abian malah berpacaran dengan Louisa. Padahal Abian baru saja kelas tiga SMA, Angga juga melarang keras untuk anak-anaknya berpacaran terlebih dahulu.


Angga berkata jika ketiga putranya harus bersekolah dengan benar terlebih dahulu, jangan ada kata pacaran. Takutnya hal itu akan mengganggu konsentrasi belajar dari ketiga putranya.


Namun, pada kenyataannya kini Abian sudah berpacaran dengan Louisa. Bahkan Louisa berkata jika mereka sudah pacaran selama dua bulan.


Akan tetapi, Kinara juga merasa tidak berhak untuk berbicara lebih jauh kepada Louisa. Karena itu adalah urusan dari Abian sendiri, itu adalah urusan hati Abian.


"Jadi, kalian berpacaran?" tanya Kinara.


Louisa menganggukan kepalanya malu-malu kala mendengar pertanyaan dari Kinara.


"Ya, kami berpacaran dan dia adalah pria yang sangat baik. Dia adalah lelaki yang sangat pengertian," ucap Louisa.


Tentu saja Kinara sangat tahu, jjka dari ketiga putra Angga itu Abian memang yang paling pengertian dan juga perhatian.


Namun, tetap saja dia tidak bisa membenarkan tindakan Abian. Juga dia tidak bisa ikut campur terlalu dalam.


"Kenapa kamu sudah berpacaran? Kamu, kan, masih SMA?" tanya Kinara.


Louisa terlihat diam saja, dia menolehkan wajahnya ke arah Mich, lalu dia menunduk dengan takut.


Louisa juga tahu jika Abian belum boleh berpacaran, maka dari itu mereka memutuskan untuk pacaran secara backstreet.


Melihat Louisa yang menunduk seperti itu, Mich menjadi kasihan sekali. Dia terlihat merangkul pundak Kinara lalu dia pun berkata.


"Louisa adalah anak broken home, kedua orang tuanya jarang sekali pulang. Boleh dikatakan hampir tidak pernah pulang, mereka terlalu mementingkan harta. Bagi mereka mencari harta adalah segalanya, sehingga Louisa terabaikan."


Mendengar apa yang Mich katakan, Kinara terlihat menatap wajah Mich dengan lekat. Kemudian dia bertanya.


"Apa apa maksud dari perkataan, Om?" tanya Kinara dengan tidak paham.

__ADS_1


"Abian adalah anak yang begitu perhatian dan juga pengertian, dia mampu membuat Louisa yang tadinya terlihat murung kini terlihat lebih ceria," jawab Mich.


Kinara benar-benar merasa kasihan mendengar apa yang dikatakan oleh Mich, ternyata di balik wajah cantik Louisa tersimpan kesedihan yang begitu dalam.


Berjauhan dari Larasati dengan Jonatan saja Kinara terkadang merasa begitu rindu dengan kedua orang tuanya tersebut, padahal di sini ada Angga dan juga Mini yang begitu menyayanginya.


Lalu, bagaimana jika dirinya berada pada posisi yang sama seperti Louisa? Sudah pasti dia akan merasa sangat sedih sekali, pikirnya.


"Tapi, Om. Abian belum boleh pacaran, bagaimana kalau ayah Angga tahu?" tanya Kinara.


"Dengarkan aku, mereka berpacaran hanya untuk saling menyemangati. Hanya untuk saling mengasihi, mereka tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh."


"Terus?" tanya Kinara dengan bingung.


"Mereka sudah besar, kamu harus percaya kepada mereka, jika mereka akan melakukan hal yang terbaik. Tidak mungkin mereka akan melakukan hal yang akan merugikan diri mereka sendiri," jelas Mich.


Kinara terdiam, karena memang itu benar adanya. Dia tidak bisa melarang Louisa dan Abian untuk berpacaran, karena pada kenyataannya memiliki kekasih itu bisa membuat dirinya lebih semangat.


Kita merasa dicintai, merasa dihagai, merasa ada yang memperhatikan dan juga merasa dikasihi.


"Kamu tidak usah ngomong apa-apa, Sayang. Mendingan kamu mikirin aku aja, kita mendingan bicarain masalah pernikahan kita," ajak Mich pada Kinara.


"Ya ampun, kalian bermesraan lagi. Padahal masih ada aku," ucap Louisa penuh protes.


Mendengar kalimat protes dari Louisa, Mich dan Kinara langsung tertawa. Kemudian, Mich berkata.


"Ya udah, kamu pulang gih. Aku mau ngobrol serius sama pacar aku," usir Mich.


"Iya, iya. Aku tahu kalau Kak Mich udah ada pacarnya, jadinya aku diusir deh," ucap Louisa dengan bibir mengerucut.


Setelah mengatakan hal itu, Louisa terlihat pergi dari rumah Mich menuju kediamannya yang memang tepat di samping rumah Mich.


Selepas kepergian Louisa, Mich terlihat menggendong tubuh Kinara dan membawanya ke dalam kamarnya.


Kinara terlihat begitu kaget karena tiba-tiba saja Mich malah membawa dirinya ke dalam kamar pria tersebut. Dia takut jika Mich akan melakukan hal yang tidak-tidak terhadap dirinya.

__ADS_1


"Om, kenapa mengajak aku ke kamar?" tanya Kinara dan setelah Mich berhasil menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.


"Karena aku begitu merindukan wanitaku, aku ingin memeluk wanitaku ini untuk melepas rasa rindu," ucap Mich yang ikut merebahkan tubuhnya di samping Kinara, lalu memeluknya dengan sangat erat.


Kinara merasa senang karena mendapatkan pelukan kasih sayang dari Mich, tapi dia juga merasa tidak nyaman karena Mich kini belum memakai bajunya.


"Ehm! Mending Om pakai baju dulu deh, aku nggak nyaman dipeluk sama Om kayak gini," ucap Kinara.


"Nggak usah pakai baju dulu, udah gini aja. Kalau pakai baju nanti aku gerah, peluk kamu aja udah anget banget." Mich terlihat mengusakkan wajahnya di leher Kinara.


Kinara merasakan tubuhnya terasa meremang atas perbuatan Mich, dia merasakan seperti ingin disentuh lebih dari itu.


"Oh ya ampun, jangan macam-macam deh, Om. Nanti aku takut khilaf," kata Kinara.


Melihat tubuh Mich yang begitu seksi saja Kinara begitu terhipnotis, apalagi kini Mich benar-benar menempel kepada dirinya.


Hal itu seakan membuat kewarasan Kinara menipis, dia benar-benar takut menginginkan hal yang lebih.


"Aku ngga macem-macem, satu macam aja. Kiss boleh?" tanya Mich seraya memonyongkan bibirnya.


Kinara yang merasakan rindu karena satu minggu tidak bertemu dengan Mich, langsung menautkan bibirnya pada bibir lelaki yang dia rindukan itu.


Mich tersenyum, lalu membalas taitan bibir dari Kinara. Mereka saling bertukar saliva dengan penuh gairah, bahkan tubuh Mich kini sudah ada di atas tubuh Kinara.


"Mich, Kakak mau--"


Merlin yang baru saja datang dan hendak mengajak Mich untuk pergi terlihat begitu kaget karena melihat Mich dan juga Kinara sedang berciuman dengan penuh gairah.


Bahkan, kedatangnnya saja sampai tidak disadari karena kedua insan manusia berbeda jenis kelamin itu terlihat begitu fokus saling menautkan lidahnya.


Satu hal yang membuat dia sangat kaget, Mich berada di atas tubuh Kinara tanpa pakaian. Walaupun memang Mich masih memakai celana training, tetap saja rasanya ini adalah hal yang tidak bagus jika dibiarkan.


Tubuh Mich bahkan terlihat sangat menempel dengan tubuh Kinara, hal itu tanpa sadar membuat Merlin menjerit.


"Mich! Apa yang kalian lakukan?" pekik Merlin.

__ADS_1


Kianra dan Mich langsung melepaskan tautan bibirnya kala mendengar Merlin yang menjerit, kedua insan rupawan itu bahkan langsung bangun dan saling menjauh.


__ADS_2