Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 63


__ADS_3

Hari ini benar-benar terasa berbeda untuk Kinara, dengan kejadian yang baru saja dia alami, entah kenapa dia merasa tidak suka saat bertemu dengan lelaki yang bernama Mich itu.


Lelaki dewasa yang terlihat begitu menyebalkan di matanya, lelaki berparas tampan tapi tidak memikat di matanya.


Setelah kepergian Mich, Kinara kembali mengerjakan tugasnya dengan tenang. Sesekali dia akan bertanya kepada Angga tentang hal yang tidak dia pahami.


Dengan senang hati Angga mengajari anak dari Larasati tersebut, Angga merasa sangat senang karena Kinara bisa belajar dengan cepat. Dia juga bisa mengerti dengan baik apa yang Angga jelaskan.


"Kinar, Sayang. Ini sudah waktunya shalat ashar, sekarang kita shalat dulu. Habis itu kita langsung ke butik," kata Angga.


Kinara yang sedang mengerjakan tugasnya langsung menghentikan aktivitasnya, lalu dia menolehkan wajahnya ke arah Angga.


"Memangnya kita mau kemana ayah?" tanya Kinara.


"Kamu pasti lupa, selepas maghrib akan ada perayaan ulang tahun Kakek Hendry. Jadi, sebaiknya selepas shalat ashar kita langsung ke butik saja untuk mengambil baju yang sudah dipesankan oleh bunda Mini," jawab Angga.


"Oh, oke!" kata Kinara.


Setelah mengatakan hal itu Kinara segera menyelesaikan tugas-tugasnya, lalu dia melaksanakan salat ashar berjamaah dengan Angga di ruangan kerja milik Angga tersebut.


Setelah selesai, Angga langsung mengajak Kinara menuju butik di mana Mini sudah memesankan gaun malam untuk keponakannya tersebut.


"Bajunya sangat cantik, tapi ini terlalu seksi," kata Kinara seraya merentangkan gaun malam yang dipesan oleh Mini.


Angga tersenyum kala Kinara mengatakan hal itu, menurutnya Mini memang sedikit keterlaluan. Karena membelikan gaun malam yang begitu seksi untuk Kinara.


Belahan dadanya terlihat sangat rendah, bagian punggungnya pun tak terlihat kekurangan bahan menurut Angga


"Jika kamu tidak suka dengan gaunnya, kamu bisa memilih gaun yang lainnya," kata Angga.


Untuk sesaat Kinara terdiam, dia memang tidak begitu menyukai gaunnya. Namun, jika dia tidak memakai gaun tersebut, rasanya Kinara takut jika Mini akan tersinggung.


Melihat Kinara yang hanya diam saja, Angga terlihat mengelus punggung Kinara dengan lembut, lalu dia berkata.


"Kalau tidak suka tidak usah dipakai, cari gaun yang menurut kamu bagus dan pas untuk kamu pakai," kata Angga.


Mendengar apa yang dia katakan oleh Angga, Kinara terlihat tersenyum hangat. Kemudian dia berkata.


"Tidak apa-apa, Yah. Aku akan memakainya," kata Kinara.

__ADS_1


Angga langsung memberenggut kala mendengar apa yang diucapkan oleh Kinara, karena menurutnya jika Kinara memakai baju itu maka lekuk tubuhnya akan terekspos.


"Tapi, ayah kurang suka. Bajunya terlalu seksi," kata Angga.


Kinara tersenyum, dalam hati dia pun membenarkan apa yang dikatakan oleh Angga. Namun, mungkin saja Mini merasa jika baju seksi di negara A itu memang sangatlah wajar.


Apalagi jika mengingat dia yang memang tidak memiliki anak perempuan, dia selalu saja membeli barang atau apa pun yang berkaitan dengan perempuan.


Lalu, Mini akan memberikannya kepada Kinara. Kinara paham akan hal itu, maka dari itu untuk menjaga hati Mini, dia pun memutuskan untuk memakainya.


Mini memang selalu memperlakukan Mini layaknya putri kandungnya sendiri, bahkan Mini terkadang mengekspresikan keinginannya untuk memiliki putri kepada Kinara.


"Aku akan memakainya, Ayah. Aku takut bunda akan kecewa," kata Kinara.


"Ya sudah terserah kamu saja. Tapi inget, nanti kamu tidak boleh jauh-jauh dari Ayah. Hindari para lelaki yang datang di pesta kakek nanti," kata Angga.


"Ya, Ayah," jawab Kinara.


Setelah itu Kinara nampak masuk ke dalam ruang ganti,dia terlihat mengganti baju yang dia pakai dengan gaun yang dipilihkan oleh Mini.


Setelah selesai, dia langsung keluar dari ruang ganti tersebut. Angga terlihat melototkan matanya, karena Kinara terlihat begitu seksi.


"Ya Tuhan, Sayang. Ini sangat terbuka, rasanya Ayah tidak rela," kata Angga.


Angga benar-benar merutuki baju pilihan istrinya tersebut, rasanya Mini menurutnya benar-benar sangat keterlaluan.


"Tidak apa-apa, Ayah. Hanya untuk malam ini," kata Kinara.


"Baiklah, tapi nanti Ayah akan melayangkan protes kepada bunda. Dia itu dia sungguh keterlaluan," kata Angga.


"Sudahlah, Ayah. Sebaiknya kita segera berangkat saja, sebentar lagi maghrib. Takutnya malah keburu maghrib di jalan," kata Kinara.


"Ya, kamu benar," jawab Angga.


Setelah mengatakan hal itu, akhirnya Angga dan juga Kinara terlihat pergi dari butik dan langsung melakukan perjalanan menuju rumah om Hendry.


Saat tiba di rumah om Hendry, Kinara terlihat berdecak kagum. Karena pelataran rumah milik om Hendry kini disulap menjadi tempat pesta yang sangat indah.


Dia mengira jika om Hendry akan mengadakan pesta kecil-kecilan saja, tapi ternyata sepertinya om Hendry akan mengadakan pesta besar-besaran.

__ADS_1


Ya, Kinara memang sempat mendengar dari mulut Angga jika om Hendry akan merayakan ulang tahunnya sekaligus merayakan keberhasilannya dalam berbisnis.


Mungkin saja om Hendry akan mengundang banyak teman dan kolega bisnisnya, pikir Kinara. Maka dari itu dia mengadakan pesta besar di plataran rumahnya sendiri.


Saat mereka masuk ke dalam rumah, bertepatan dengan adzan maghrib yang berkumandang, akhirnya mereka memutuskan untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah.


Selesai salat maghrib berjamaah, mereka langsung makan malam bersama. Karena sebentar lagi akan diadakan pesta di sana, tentu saja mereka tidak ingin melakukan pesta dengan perut yang masih kosong.


Pukul 19:38


Acara pesta sudah dimulai, banyak teman, kerabat dan juga kolega bisnis yang dateng. Senyum sumringah selalu ditampilkan dari bibir tua om Hendry, Kinara ikut senang.


Sayangnya, berlama-lama berkumpul dengan baju yang terbuka membuat dia merasa kurang nyaman. Akhirnya Kinara memutuskan untuk masuk ke dalam rumah om Hendry.


"Kakek, selamat ulang tahun. Semoga panjang umur dan sehat selalu, maaf karena Kinar tidak bisa berlama-lama ikut berpesta, bolehkah Kinar masuk ke dalam untuk beristirahat?" tanya Kinara dengan sopan.


Om Hendry tersenyum, kemudian dia mengelus lembut lengan dari Kinara. Gadis kecil yang selalu membuat dia merasa bangga.


"Masuklah ke dalam, beristirahatlah. Terima kasih sudah hadir dan terima kasih untuk kadonya," Kata Om Hendry.


"Iya, Kakek, sama-sama. Kalau begitu Kinar masuk dulu," pamit Kinara.


Setelah berpamitan kepada om Hendry, Kinara terlihat masuk dan duduk di ruang keluarga. Sebenarnya dia ingin sekali merebahkan tubuhnya, tapi dia takut ada orang yang lewat.


Karena saat ini dia memakai baju yang sangat seksi, jika dia merebahkan tubuhnya dia khawatir jika tubuhnya akan terekspos.



"Ini sangat membosankan," kata Kinara.


Kinara hanya bisa terdiam seraya memperhatikan kuku cantiknya, mau pulang ke rumah Angga pun rasanya tidak enak hati.


Saat sedang asik dengan kuku cantiknya, tiba-tiba saja ada seorang pria yang memakaikan jas pada tubuh Kinara.


Kinara langsung mendongakkan wajahnya, dia merasa penasaran dengan siapa orang yang sudah menutupi tubuhnya.


"Pakailah jas milikku, tidak baik anak kecil seperti kamu memakai baju kurang bahan seperti itu."


***

__ADS_1


Pagi Bestie, semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky. Sayang kaleyan semua, yuk ramein kolom komentar.


__ADS_2