
Saat tiba di ruangan Mich, Kinara terlihat menatap lapar ke arah meja yang ada di ruangan Mich tersebut.
Di sana sudah ada beberapa makanan khas nusantara yang tersaji, bahkan terlihat ditata dengan apik. Dia menjadi sangat lapar.
Kinara menjadi bertanya-tanya dalam hatinya, kapan makanan itu sampai? Kapan makanan dipesan? Kenapa Mich memesan makanan khas tanah airnya?
Hal itu membuat air liurnya seakan menetes, dia merasa tidak tahan untuk segera mencicipi makanan yang sudah tersaji tersebut itu .
Berbeda dengan Mich, dia terlihat fokus saat menatap sang asisten peribadinya yang berada di sana.
"Jika lapar duduklah, aku juga akan segera makan. Usap tuh iler," kata Mich seraya terkekeh.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Mich, sontak Kinara langsung mengusap bibirnya. Namun, ternyata apa yang diucapkan oleh Mich hanya sebuah kebohongan.
"Apaan sih, om. Orang aku nggak ngiler," kata Kinara penuh dengan nada protes.
Mich hanya tersenyum tipis menanggapi apa yang dikatakan oleh Kinara, dia terlihat duduk dengan santai di atas sofa dan segera menghampiri asisten pribadinya.
Dia terlihat mengobrol dengan serius bersama dengan asisten pribadinya tersebut, tidak lama kemudian dia langsung menghampiri Kinara dan duduk tepat di hadapan Kinara.
Berbeda dengan sang asissten yang langsung keluar dari dalam ruangan tersebut, karena dia tidak mau menggagu tuannya.
__ADS_1
Kinara yang melihat banyak makanan tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, mulai mengendok nasi beserta dengan lauk pauk yang dia inginkan.
Kinara terlihat makan dengan lahap, bahkan dia makan tanpa menggunakan sendok. Mich hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah dari wanita yang berada di hadapannya tersebut.
Menurutnya Kinara benar-benar tidak menjaga imagenya sebagai perempuan, karena biasanya wanita yang sedang bersamanya akan berusaha mati-matian untuk menjaga imagenya.
"Uhuk, uhuk!"
Kinara yang terlalu bersemangat langsung terbatuk, bahkan wajahnya terlihat bwgitu memerah. Rasa panas langsung terasa di tenggorokannya, sakit dan juga perih.
Mich langsung mengambil air putih, dia manghampiri Kinara dan memberikan air putih itu kepada Kinara.
Mich terlihat khawatir sekali, dia bahkan terlihat menatap Kinara dengan lekat. Kinara menjadi salah tingkah dibuatnya, perlakuan Mich terasa berbeda.
"Terima kasih, Om. Tapi Om jangan menatapku seperti itu!" keluh Kinara dengan rasa tidak nyaman.
Kinara bahkan terlihat menggeser letak duduknya, agar tubuh mereka tidak menempel.
"Ah, maaf. Aku hanya khawatir, apa sudah lebih baik?" tanya Mich.
"Hem, ini labih baik dari tadi. Walaupun rasanya masih perih," kata Kinara seraya mengusap tenggorokannya.
__ADS_1
"Oh ya ampun," kata Mich yang merasa tergoda. Padahal Kinara hanya mengusap tenggorokannya saja seraya menengadahkan wajahnya, tapi pikiran Mich sudah berkelana.
"Om kenapa?" tanya Kinara bingung.
Mich mencoba menjaga kewarasannya, dia kembali berdehem lalu menjawab pertanyaan dari Kinara.
"Eh? Aku, ehm. Aku tidak apa-apa," kata Mich.
Kini malah Mich yang salah tingkah mendapat tatapan intens dari gadis muda dihadapannya, dia langsung bangun dan kembali duduk di tempat semula.
"Om kenapa jadi aneh?" tanya Kinara.
"Hah? Aku, aku tidak aneh. Kamu makanlah lagi, aku juga akan makan," jawab Mich gugup.
Kinara benar-benar tidak paham, kenapa Mich menjadi gugup dan salah tingkah seperti itu. Padahal sejak awal bertemu Mich terlihat begitu dingin dan selalu berwajah datar.
"Jangan menatapku seperti itu, makanlah dengan benar!" kata Mich seraya mengambil segelas air, lalu dia. meminunnya hingga tandas
***
Selamat pagi, selamat beraktivitas. Jangan lupa tinggalkan komentarnya dan juga like, sayang kalian semua.
__ADS_1