Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 75


__ADS_3

Kinara terdiam, dia duduk dengan tidak tenang. Dia ingin pulang, tapi ternyata setelah menghubungi Angga, dia malah disuruh menunggu sampai dia datang. Karena Angga sedang meeting di luar kota.


Angga juga berkata jika di rumah tidak orang, Mini sedang pergi bersama dengan ayah dan ibunya. Sedangkan Abian, Bryan dan juga Cakra belum pulang dari sekolah.


Padahal dulu Kinara adalah anak tomboy yang tidak pernah merasa takut akan apa pun, dia selalu berani pergi kel mana saja.


Namun, setelah tiba di Negara A, Kinara menjadi sosok yang penakut dan jarang sekali bergaul dengan orang lain.


Hal itu terjadi karena pada awal-awal dia datang, dia sering melihat para pria mabuk disembarang tempat. Dia juga sering melihat pelecehan terhadap wanita di pinggir jalan.


Herannya tidak ada yang menghentikan tindakan orang-orang jahil seperti itu, karena hal seacam itu seakan lumrah untuk dilakukan.


"Aku tidak akan memakanmu, jangan gelisah seperti itu. Sebentar lagi kita sampai di kantor, bersikaplah dengan wajar. Jangan bersikap seperti anak gadis yang diculik olehku," kata Mich.


"Iya, Om. Kinar minta maaf, tahu begitu tadi Kinar diem dikampus aja," kata Kinara tanpa berani menatap Mich.


"Kalau begitu nanti aku akan menyuruh sopir kantor untuk mengantarkan kamu ke kampus," kata Mich.


Untuk sejenak Kinara terdiam, dia berpikir tentang apa yang Mich katakan. Namun, jika dia kembali lagi ke kampus teman-temannya sudah pasti sudah tiba di rumah masing-masing.


Lagi pula Mich berkata akan menyuruh sopirnya yang mengantarkan dirinya, dia takut akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.


"Jangan, Om! Kinar ikut Om saja kalau yang nganter orang lain," kata Kinara.


Mich terlihat tersenyum sinis dengan apa yang dia dengar, dia merasa lucu dengan apa yang dikatakan oleh Kinara.


Kinara saja bahkan belum mengenal dirinya, lalu apa bedanya dia dengan orang lain yang Kinara takutkan itu, pikirnya.

__ADS_1


"Kamu tuh gimana sih, aku juga orang lain. Bagaimana kalau aku punya niat jahat?" tanya Mich tanpa menoleh.


Kinara terdiam, benar juga apa yang dikatakan oleh Mich. Namun, walau bagaimanapun juga dia percaya terhadap Mich. Karena dia adalah pengusaha muda yang sukses, dia juga mengenal om Hendry.


Bahkan, dia juga terlihat begitu akrab dengan Angga. Tentu saja Kinara merasa lebih memercayai dirinya dari pada orang lain.


Apalagi saat Kianara memperhatikan wajah Mich, dia terlihat begitu tampan. Kulitnya teihat putih, matanya berwarna kebiruan. Rasanya tidak mungkin ada orang jahat seperti Mich.


Bahkan Kinara bisa melihat jika bulu mata Mich terlihat panjang dan juga lentik sekali, dia saja merasa iri dengan bulu mata milik Mich.


"Mana ada yang seperti itu, wajah Om saja tampan dan menggemaskan. Mana mungkin Om--'


Kinara tidak melanjutkan ucapannya, dia langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya ketika tersadar dengan apa yang dia katakan.


Dalam hati dia merutuki kebodohannya karena sudah asal berbicara, walaupun pada kenyataannya itu memang benar adanya.


Hanya saja dia takut jika Mich akan merasa besar kepala dengan apa yang sudah dia katakan, Kinara bahkan sampai memukul bibirnya.


Mich yang sedang mengendarai mobilnya langsung menghentikannya dan menepikan mobil tersebut, kemudian dia menolehkan wajahnya ke arah Kinara dan memandang lekat wajah gadis kecil di hadapannya.


"Coba katakan sekali lagi!" pinta Mich.


"Aku tidak mengatakan apa pun, Om. Sumpah," kata Kinara seraya mengangkat tangan kanannya dan membentuk hurup V.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Kinara, Mich langsung tertawa dengan terbahak-bahak. Bahkan dia merasa lucu dengan tingkah dari Kinara.


"Dengar anak kecil, aku ini pria dewasa. Usiaku saja sudah tiga puluh dua tahun, aku lelaki normal. Kamu asal ikut denganku tanpa kamu mengenal siapa aku, bagaimana jika aku punya niat jahat kepadamu, hem?" tanya Mich.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Mich nampak membuka sabuk pengamannya. Kemudian, dia mendekatkan wajahnya pada Kinara.


Kinara terlihat ketakutan, dia bahkan langsung mememundurkan tubuhnya hingga terpentok pada pintu mobil.


"Om, mau apa?" tanya Kinara gugup, tapi netranya tertuju pada bibir tebal milik Mich.


"Aku mau memberikan pelajaran untuk kamu," kata Mich. Mich lebih mendekatkan lagi dirinya kepada Kinara.


"Eh? Jangan Om! Kinara masih anak-anak, tubuh Kinara ngga enak. Mending Om sama Tante yang tadi saja," kata Kinara seraya mendorong wajah tampan Mich.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Kinara, Mich langsung memundurkan wajahnya. Lalu dia tertawa dengan terbahak-bahak, Kinara hanya melongo tidak percaya dibuatnya.


Mich memang terlihat sangat tampan saat tertawa, hanya saja dia merasa tidak ada yang lucu dengan apa yang dia katakan.


"Dasar sinting!" kata Kinara lirih.


Mich yang sedang tertawa langsung menghentikan tawanya, dia kembali mendekatkan wajahnya pada Kinara.


"Apa yang kamu katakan?" tanya Mich.


"Om salah dengar, sekarang kita berangkat ke kantor Om. Nanti Om telat," kata Kinara seraya mendorong tubuh besar Mich. Kemudian, dia memakaikan sabuk pengaman dan menyalakan mesin mobilnya.


Mich hanya melongo tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Kinara, melihat Mich yang bengong saja, Kinara tersenyum lalu dia menepuk pundak Mich.


"Jalan Om, nanti telat loh!"


***

__ADS_1


Selamat siang Bestie, selamat beraktivitas. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky, sayang kalian semua.


__ADS_2