Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 82


__ADS_3

Awalnya Kinara tidak ingin menerima tawaran dari Mich, tapi setelah dia pikir-pikir rasanya waktunya akan lebih berharga jika dia pergi bekerja di tempat Mich setelah kuliahnya selesai.


Bukankah menjadi pengusaha adalah impiannya sejak dulu? Lalu, apa salahnya dia belajar dari Mich, pikirnya.


Setelah pulang kuliah dia bisa langsung bekerja di tempat Mich, lebih tepatnya belajar. Agar nanti selepas lulus kuliah dia sudah siap untuk bekerja.


"Baiklah, Om. Aku mau," jawab Kinara.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Kinara, Mich terlihat sangat senang. Bahkan dia bersorak di dalam hatinya saat mendengar jawaban dari Kinara.


Hanya saja dia tetap menampilkan wajah datar tanpa ekspresinya, karena dia takut ditertawakan oleh gadis remaja tersebut.


"Bagus, besok kamu pulang jam berapa?" tanya Mich.


"Keluarnya sih jam dua belas, tapi aku mau shalat dulu terus makan siang. Om jemput aku jam satu aja," kata Kinara.


Untuk apa menunggu Kinara makan siang dan shalat dulu, pikirnya. Justru Mich ingin langsung menjemput Kinara agar mereka bisa lebih lama saat bersama.


"Aku jemput langsung saja, nanti kamu shalat dan makan siangnya di kantor aku aja," kata Mich.


Kinara tersenyum saat membayangkan makanan yang begitu banyak saat mereka makan bersama di kantor Mich, makanannya terlihat sangat enak dan menggugah selera.


Tentu saja dia mau makan bersama dengan Mich, yang penting dia tidak mengeluarkan uang, pikirnya.


"Terserah Om aja deh, yang penting gratis ya, Om?" pinta Kinara.


Mich dan juga Angga terlihat tertawa mendengar permintaan dari Kinara, tentu saja makanannya gratis.


Karena dia yang mengajak Kinara untuk makan siang bersama, mana mungkin Mich meminta bayaran kepada Kinara.


"Iya," jawab Mich singkat.


Melihat Kinara dan juga Mich yang sedang mengobrol, membuat Angga merasa ingin terus tertawa.


Namun, ini sudah malam. Dia sudah sangat lapar, sudah saatnya perutnya diisi dengan makanan kesukaannya.


"Sudah, ngobrolnya nanti dilanjut lagi. Sekarang kita makan malam saja," ajak Angga.  "Kita makan malam bersama, mau, kan, Mich?" tawar Angga.


"Eh? Tidak perlu, saya akan makan di rumah Merlin. Malam ini ada perayaan kecil-kecilan," jawab Mich.


"Sayang sekali, kalau begitu salam untuk Merlin dan juga suaminya," kata Angga.

__ADS_1


"Ah, iya. Nanti saya sampaikan," kata Mich. "Kalau begitu saya permisi," pamit Mich.


"Ah iya, terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk datang," kata Angga.


"Sama-sama," jawab Mich.


Setelah berpamitan kepada Angga dan juga Kinara, akhirnya Mich keluar dari rumah milik Angga tersebut.


Saat Mich hendak masuk ke dalam mobilnya, dia melihat Abian yang baru saja datang dengan motor sport kesayangannya. Mich tersenyum, lalu dia menghampiri Abian.


"Baru pulang?" tanya Mich.


Abian terlihat menyimpan helmnya, lalu dia menolehkan kepalanya ke arah Mich. Untuk sesaat dia memindai penampilan Mich, melihat dari wajahnya Abian yakin jika Mich pasti sudah bertemu dengan ayahnya Angga


Pasti bukan dengan Kinara, pikirnya. Karena wajahnya terlihat seperti pria yang berumur dan terlihat sangat dewasa.


"Eh, iya, Om. Habis, ehm, jalan sebentar," jawab Abian.


Mich terkekeh mendengar jawaban dari Abian, padahal dia sering melihat Abian menjemput Louisa untuk berangkat ke sekolah.


Bahkan tadi sebelum Mich berangkat ke rumah Angga saja dia melihat Abian yang datang untuk menemui Louisa, tapi dia malah beralasan.


"Jalan sebentar atau menemui Louisa?" tanya Mich.


Karena menurut Angga ketiga putranya masih kecil, tapi pesona Louisa tidak bisa dihindarkan. Alhasil dia berpacaran secara diam-diam bersama dengan Louisa.


"Eh? Om kok bisa tau, jangan kenceng-kenceng Om. Nanti ayah denger," kata Abian. panik.


Remaja kelas tiga sma itu nampak panik, Angga sudah berkali-kali berkata jika mereka tidak boleh berpacaran karena masih kecil.


Namun, Abian melanggar aturan dari Angga karena dia menyukai seorang perempuan cantik sebaya dengan dirinya.


Tanpa Abian tahu, Louisa adalah tetangga dari Mich. Anak gadis itu sering sekali msrepotkan Mich kala kedua orang tuanya sedang sibuk bekerja.


"Tidak masalah asal kamu mau menjaga Kinara untukku," kata Mich.


Mich seakan mencoba bernegosiasi dengan Abian, dia menjaga rahasia Abian agar tidak bocor. Sedangkan Abian menjaga Kinara untuk dirinya, adil bukan?


"Itu sih ngga usah disuruh, aku pasti jaga Kinar. Dia sudah sepeti kakakku sendiri, walaupun tingkahnya sering konyol," kata Abian seraya tertawa.


Mich ikut tertawa, tingkah Kinara memang sangat konyol. Bahkan Kinara sering sekali bertingkah seperti seorang anak lelaki.

__ADS_1


"Bagus, aku pergi," pamit Mich.


"Ehm, tunggu dulu, Om. Om suka ya sama Kinar?" tanya Abian to the point.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Abian, Mich langsung salah tingkah. Dia bahkan terlihat menggaruk pelipisnya yang tiba-tiba saja terasa gatal.


"Eh? Mana ada, aku pergi dulu. Jangan macam-macam, nanti aku aduin sama Louisa." Mich mengancam.


"Idih tua-tua aduan!" keluh Abian.


Mich tertawa dibilang tua, kemudian dia masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi dari kediaman Angga.


Padahal tujuan awalnya dia ingin pergi ke rumah Merlin untuk makan malam bersama,


tapi dia malah melajukan mobilnya menuju ke kediamannya.


Tiba di dalam rumahnya, Mich langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia duduk di tepian ranjang lalu mengambil foto dari laci.


Foto seorang anak perempuan yang selalu dia simpan sejak dia menginjakan kakinya di negara A, hanya foto anak kecil itu yang selalu menemani harinya.


Tidak hanya ada satu foto, tapi sangat banyak. Karena Mich dulu sering mengabadikan apa saja yang sering dilakukan oleh anak kecil. itu.


Saat Mich berusia delapan belas tahun, dia sering merasa sedih karena kedua orang tuanya memutuskan untuk bercerai.


Ibunda Mich merasa jika ayah Mich terlalu sibuk dengan pekerjaannya, hal itu membuat dia meminta untuk bercerai.


Di saat hatinya gundah, dia selalu merasa iri dengan keluarga tetangganya yang selalu terlihat bahagia.


Namun, setelah dia memperhatikan gadis kecil yang suka bermain bola itu, gadis kecil yang selalu menjahili abangnya dan memanggil nama abangnya secara disingkat.


Mich malah menyukai anak kecil itu, sungguh aneh diusianya yang ke delapan belas tahun dia malah menyukai anak berusia lima tahun.


"Kamu nakal, tapi kamu tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kamu manis, tapi apakah kamu mau sama aku?" tanya Mich sendu.


Saat mendengar apa yang disampaikan oleh asisten pribadinya bahwa gadis kecil yang dia sangat sukai dan kagum itu adalah Kinara, dia begitu senang luar biasa.


Namun, dia merasa ilfeel kala dirinya disebut tua. Dia merasa tidak enak hati kala Kinara memanggilnya dengan sebutan om, dia merasa tidak pantas jika harus mengejar cinta Kinara.


"Sadar Mich, sadar. Dia masih terlalu muda, dia tidak akan mau bersanding dengan dirimu yang sudah tua ini,"  kata Mich seraya terkekeh.


Dia mengecup foto gadis kecil itu, kemudian memasukkannya ke dalam laci kembali. Dia tersenyum lalu masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


***


Selamat siang Bestie, semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky. Jangan lupa like dan juga komentarnya, koment kalian adalah penyemangat buat Othor.


__ADS_2