
Rachel terlihat masuk ke dalam kamarnya, dia terlihat melemparkan tas ransel yang dia bawa ke atas sofa, lalu dia menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.
Sungguh dia merasa bingung dan juga merasa resah saat ini, dia memang mencintai Satria. Dia bahkan begitu memuja lelaki yang bernama Satria itu.
Bahkan, tidak jarang dia bermimpi untuk menjadi istri dari Satria suatu saat nanti. Akan tetapi, saat mendapatkan perlakuan manis dari Satria, justru dirinya malah dibuat kebingungan.
Bahkan, dia merasa jika jantungnya kini terasa tidak baik-baik saja. Saat ini dia malah berpikir, mungkin akan lebih baik jika dirinya menghindari Satria saja.
Dia hanya takut, jika dirinya akan terkena penyakit jantung sungguhan jika mendapatkan perlakuan manis seperti itu dalam setiap harinya.
"Sebenarnya Bang Satria itu kenapa sih? Kenapa dia jadi aneh kayak gitu? Ya Tuhan, apakah dia menyukaiku? Kenapa dia meluk-meluk aku kayak gitu?" tanya Rachel lirih.
Rachel terlihat menghembuskan napasnya dengan kasar, kemudian dia memutuskan untuk segera melaksanakan kewajibannya kepada Sang Khalik.
Karena memang waktu sudah menunjukkan hampir pukul empat sore, dia harus cepat mandi dan shalat.
Di lain tempat.
Satria baru saja sampai di rumahnya, dia tersenyum kecut kala mengingat dirinya mendapatkan penolakan dari Rachel.
Padahal dia sudah menyusun kata-kata untuk menyampaikan perasaan gang dia pendam sejak lama, sayangnya Rachel malah terkesan menghindari dirinya.
Bahkan, Rachel seakan tidak mau sama sekali mendengar apa yang akan dia katakan oleh dirinya.
__ADS_1
"Dia itu kenapa sih? Apa mungkin rasa cintanya sudah memudar?" kata Satria lirih.
Dia benar-benar merasa sangat aneh dengan kelakuan dari Rachel, bukankah dulu Rahel selalu mengejar dirinya?
Bahkan, Rachel selalu mengungkapkan kata-kata manis untuk dirinya walaupun Satriahanya menanggapinya dengan wajah datar tanpa ekspresi saja.
Satria terlihat duduk di tepi ranjang, kemudian dia menatap foto Rachel yang memenuhi galeri ponsel miliknya.
Dia usap layar ponselnya dengan lembut, seolah-olah dia sedang mengusap pipi wanita yang dia cintai itu.
"Kamu tuh semakin ke sini semakin cantik, tapi malah kayak nggak mau dekat sama aku," kata Satria.
Setelah mengatakan hal itu, Satria terlihat menyimpan ponselnya di atas nakas. Lalu, dia memutuskan untuk membersihkan dirinya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Karena merasa penasaran, Larasati mengikuti langkah putranya itu. Apalagi saat ini kamar Satria tidak tertutup rapat.
Hal itu membuat Larasati dengan mudahnya bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi kepada putranya tersebut.
Setelah memastikan pintu kamar mandi tertutup rapat, Larasati langsung masuk ke dalam kamar putranya itu.
"Sebenarnya ada apa dengan putraku? Kenapa dia terlihat begitu galau?" tanyalah Larasati kepada dirinya sendiri.
Karena takut Satria akan segera selesai dengan apa yang dia lakukan di dalam kamar mandi, akhirnya Larasati memutuskan untuk segera memeriksa isi ponsel putranya.
__ADS_1
Beruntung ponsel milik Satria tidak pernah dikunci, sehingga Larasati bisa dengan mudahnya membuka ponsel milik putranya tersebut.
Dengan cepat dia memeriksa semua yang tersimpan di dalam ponsel milik putranya tersebut.
Mulai dari pesan chat, akun sosial medianya. Bahkan sampai video dan juga foto yang ada di galery ponselnya.
Dia takut jika Satria itu akan menyimpan foto atau video anu-anu, dia takut kecolongan. Namun, justru dia merasa sangat kaget karena melihat tulisan 'wanitaku' di dalam galeri ponsel milik putranya.
Dengan hati berdebar dia membukanya, mata Larasati langsung membulat dengan sempurna kala melihat foto Rachel memenuhi galeri ponsel milik Satria.
"Ya Tuhan, apakah Satria menyukai Rachel? Aku kira cuma Rachel saja gang menyukai Satria, baiklah... sepertinya aku harus melakukan sesuatu," kata Larasati.
Setelah mengatakan hal itu, Larasati langsung menyimpan kembali ponsel milik Satria ke atas nakas.
Kemudian, dia langsung keluar dari kamar milik putranya tersebut. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya, lalu mengambil ponsel miliknya.
Dia terlihat menghubungi seseorang, dia tersenyum lalu menutup panggilan teleponnya.
Tidak lama kemudian, Larasati terlihat mengambil tas jinjing miliknya dan segera pergi dari rumahnya.
Tentu saja dia ingin menemui seseorang yang akan menentukan nasib dari percintaan Satria dan juga Rachel, karena dia tidak tahan melihat wajah kusut dari putranya.
***
__ADS_1
Selamat siang kesayangan, selamat beraktivitas. Semoga hari kalian selalu menyenangkan. Hayo, kira-kira akan pergi ke manakah larasati? Apa yang akan dilakukan oleh Larasati?