
Kini Satria terlihat lebih ceria karena ada Kinara dan juga ketiga sepupunya, Abian, Bryan dan juga Cakra.
Keempat manusia itu selalu saja berusaha menggoda dan menghibur Satria di saat bersamaan, terus terang saja Satria sangat suka.
Karena dengan seperti itu, dia akan melupakan Rachel. Bukan dalam arti melupakan tidak mengingat sama sekali, tapi pikirannya bisa lebih teralihkan.
Besok adalah hari yang dinantikan oleh Satria, karena besok hari Satria akan melaksanakan acara Janji Suci antara dirinya bersama dengan Rachel.
Acara yang benar-benar sangat dinantikan oleh Satria, acara yang benar-benar sudah sangat dia harapkan terjadi.
Satria terlihat mondar-mandir di dalam kamarnya, dia sedang gugup karena takut salah dalam melafalkan kalimat kabul.
Dia bahkan berkali-kali berlatih untuk mengucapkan kalimat kabulnya, sudah benar tapi tetap saja terasa takut salah.
"Kenapa aku gugup sekali? Kenapa mengatakan kalimat sependek itu saja susah sekali?" keluh Satria.
Jika Satria kini sedang sibuk menghapalkan kalimat kabulnya, berbeda halnya dengan Kinara. Dia kini terlihat sangat cantik dengan dress bunga-bunga di atas lutut.
Dia sudah bersiap untuk pergi ke Cafe, tempat di mana Kinara dan para sahabatnya sudah berjanji akan bertemu di sana.
Kinara sudah sangat rindu dengan teman-temannya itu, tentu saja sebelum dia pergi, dia meminta izin terlebih dahulu kepada Larasati dan juga Jonathan.
Tentu saja kedua orang tuanya itu mengizinkan untuk pergi, asalkan ketiga sepupunya ikut menemani.
Bagi Kinara tidak masalah jika ketiga sepupunya harus ikut, karena sekarang ketika sepupunya itu sangatlah baik dan juga pengertian.
Berbeda jauh dengan saat pertama kali mereka bertemu, mereka benar-benar nakal dan membuat Kinara kesal bukan main.
"Kita akan pergi ke mana, Kak?" tanya Abian.
Kinara tersenyum, kemudian dia menggandeng tangan adik sepupunya itu lalu berkata.
__ADS_1
"Kita akan pergi ke Cafe, aku sudah sangat rindu ingin berkumpul dengan teman-temanku," kata Kinara.
Kinara tersenyum kala mengingat kebersamaannya bersama dengan Joni, Arlan, Erlan, Nathan, Tata dan juga Angga.
Mereka selalu saja banyak menghabiskan waktu di Cafe atau di tempat arena balap liar, karena memang mereka memiliki hobi yang sama.
"Baiklah! Kemanapun kamu akan pergi, Kak. Kami akan dengan Setia mengikuti," jawab Cakra seraya mengambil kunci mobil dari atas meja yang sudah disiapkan oleh Larasati.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Cakra, senyum di bibir Kinara langsung memudar. Dia langsung merebut kunci mobil dari tangan Cakra, lalu dia berkata.
"Kamu itu belum cukup umur, biar aku yang bawa mobil. Kalian cukup menjadi bodyguard saja," kata Kinara.
Ketiga sepupu kembar Kinara terlihat mencebikkan bibirnya, mereka berpikir jika berada di ibu kota mereka akan bebas untuk pergi dan juga mengendarai mobil.
Namun, tetap saja tidak bisa seperti itu. Karena pada dasarnya, memang mereka belum berusia tujuh belas tahun.
"Ya ampun, Kak. Sebentar lagi kami akan berulang tahun yang ke tujuh belas, hanya tinggal menghitung hari saja. Kenapa tidak boleh?" protes Cakra.
"Karena KTP kalian saja belum turun, jangan macam-macam!" kata Kinara seraya membuka pintu dan masuk ke dalam mobil milik Jonathan.
Berbeda dengan Brian,dia terlihat duduk di samping Kinara. Walaupun mereka merasa kesal karena tidak boleh mengendarai mobil, bahkan mereka juga sempat protes.
Namun, tetap saja selama perjalanan menuju Cafe mereka terlihat begitu riang. Hingga tiba di Cafe mereka dengan tidak sabarnya langsung masuk ke dalam Cafe dan langsung memesan makanan dan juga camilan yang mereka inginkan.
Baru saja mereka duduk ternyata teman-teman dari Kinara nampak datang. Mereka terlihat menghampiri Kinara dan langsung melepas rindu dengan saling memeluk.
Keenam sahabat Kinara terlihat memeluknya dengan rasa canggung, karena kini sahabatnya itu terlihat sangat cantik dan berpenampilan modis.
Padahal dulu Kinara selalu saja berpenampilan tomboy, mereka benar-benar pangling saat melihat Kinara yang sekarang ini.
"Elu cantik banget, Ra. Gua pangling liat elu," kata Erland.
__ADS_1
"Ho'oh, elu makin putih. Makin mulus, body elu makin ewow," kata Nathan.
"Kalau gue ngelus kulit elu, kayaknya tangan gue bakal kepleset nih, saking mulusnya kulit elu," kata Jony.
"Sialan! Elu pada ngeledek apa gimana?" tanya Kinara.
"Engga' lah, gue serius," jawab Arland
"Iya bener, sekarang elu semakin cantik," kata Jony.
"Iya, iya udah. Jangan muji gue terus, sekarang kita duduk terus kita ngobrol. Kita melepaskan rindu dulu, kalian juga bisa ngobrol dengan ketiga sepupu gue," kata Kinara
Keenam teman Kinara nampak saling pandang, kemudian mereka memandang ke arah Abian, Cakra dan juga Bryan.
Mereka nampak memandang bingung karena sama sekali tidak bisa membedakan wajah tampan mereka bertiga.
Mereka sulit menebak mana yang adiknya, mana yang kakaknya. Kinara langsung tergelak melihat reaksi dari para sahabatnya tersebut.
"Sudah, jangan pusing-pusing. Sekarang kita duduk dan mengobrol dengan santai," ajak Kinara.
"Iya," jawab mereka serentak.
Kinara tersenyum, kemudian dia mulai menarik kursi dan bersiap untuk duduk. Baru saja Kinara hendak duduk.
Namun, matanya kini tertuju kepada pria yang baru saja masuk ke dalam Cafe tersebut. Pria yang selama ini dia hindari dan tidak ingin dia lihat keberadaannya.
Melihat akan hal itu, Erland nampak menepuk pundak Kinara lalu menuntun Kinara agar segera duduk di sampingnya.
"Ngga usah noleh ke belakang kalau membuat hati elu sakit, lebih baik kita bersenang-senang," kata Erland.
Kinara menurut, dia duduk di samping Erland. Namun, matanya sesekali menoleh ke arah Jeremy yang semakin mendekat ke arahnya.
__ADS_1
****
Selamat siang kesayangan, selamat hari senin Semoga kalian sehat selalu da murah rezeky.