
Walaupun Erland berkata jangan melihat ke arah lelaki yang bernama Jeremy, tetap saja Kinara menatap wajah lelaki yang pernah menghadirkan rasa cinta dan juga pernah menghadirkan luka yang teramat dalam di hatinya.
Jeremy semakin mendekat ke arah Kinara, bahkan kini mereka sudah terlihat begitu dekat. Jeremy berdiri tepat di samping Kinara, dia tersenyum begitu manis sekali kepada gadis yang kini sudah berusia dua puluh tahun itu.
Abian, Bryan dan juga Cakra beserta ke-6 sahabat dari Kinara terlihat bersiap siaga. Mereka takut jika Jeremy akan mendekati Kinara kembali, mereka sudah bersiap untuk memberikan bogem mentah kepada lelaki itu.
Kinara melihat ke arah Jeremy dengan tatapan datar tanpa ekspresi, Dldia seolah tidak ada niatan untuk membalas senyuman Mlmanis dari lelaki yang kini berada di sampingnya tersebut.
"Hay, Kinar. Kamu semakin cantik saja, boleh gabung?" pinta Jeremy.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Jeremy, Kinara nampak tersenyum kecut. Dia tidak menyangka jika Jeremy masih berani mendekatinya.
Padahal Jeremy sudah menorehkan luka yang begitu dalam di hatinya, bahkan dia rela berpisah dengan kedua orang tua yang sangat dicintainya hanya untuk menghindari lelaki yang bernama Jeremy itu.
Kinara terlihat menatap netra Jeremy dengan lekat, kemudian dia berucap.
"Maaf, bukannya aku tidak mau mengajak Kakak untuk bergabung bersama kami. Namun, apakah Kakak tidak bisa melihat jika di meja sebelah sana ada seorang perempuan yang sedang menunggu Kakak," kata kinara seraya menunjuk ke arah wanita yang kini sedang menatap tajam ke arahnya.
Jeremy menelan ludahnya dengan sangat susah, bagaimana Kinara tahu jika dia ke Cafe tersebut memang untuk menemui perempuan yang menjadi gebetannya, pikirnya.
Padahal, Jeremy datang sendiri. Bahkan dia rela tidak menemui perempuan itu saat melihat Kinara datang bersama dengan ketiga sepupunya dan langsung masuk ke dalam Cafe.
Tentu saja niat awal Jeremy yang ingin bertemu dengan gebetannya malah dia acuhkan, karena melihat Kinara.
__ADS_1
Menurutnya Kinara lebih baik dari pada gebetannya yang jauh di bawah dari Kinara. Apalagi saat ini jeremy melihat perubahan yang luar biasa pada kinara.
Kinara terlihat semakin cantik, dia terlihat semakin seksi. Tubuhnya pun semakin terbentuk, bahkan penampilan Kinara sangat ewow di matanya.
Ketiga sepupu Kinara dan juga ke-6 sahabatnya nampak saling pandang, mereka merasa kagum terhadap Kinara.
Padahal dia baru saja melihat Jeremy kembali. Namun, dia sudah sangat tahu jika Jeremy sudah mempunyai gebetan yang baru.
Ya, selama Kinara tidak ada Jeremy memang terus saja bergonta-ganti pasangan. Dia benar-benar playboy cap kampak, tidak pernah puas jika hanya berpacaran dengan satu perempuan saja.
Hal itu membuat teman-teman Kinara merasa kesal, maka dari itu mereka tidak akan rela jika Jeremy diterima kembali oleh Kinara
"Di--dia hanya teman," jawab Jeremy gugup.
Setelah mengatakan hal itu, Kinara nampak mengambil buku menu dan hendak memesan minuman yang ingin dia nikmati.
Namun, Jeremy terlihat mencekal lengan Kinara dengan cukup kencang. Hal itu membuat Erland emosi dan langsung menonjok lengan Jeremy dengan cukup kencang.
Hal itu membuat tangan Jeremy terlepas dari tangan Kinara, bahkan Jeremy sampai memundurkan kakinya beberapa.
Melihat ketegangan di antara Jeremy dan juga Erland, ketiga sepupu kinara langsung menghampiri keduanya.
"Jika anda ingin membuat keributan, lebih baik anda segera pergi," kata Cakra.
__ADS_1
Jeremy terlihat tersenyum sinis ke arah Cakra, dia tidak menyangka jika bocah lelaki di hadapannya terlihat begitu menyebalkan dan berani sekali mengusir dirinya.
"Kamu itu masih bocah, lebih baik tidak usah ikut campur dengan urusanku dan juga Kinara," kata Jeremy dengan tidak tahu malunya.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Jeremy, baik Abian, Bryan dan juga Cakra beserta keenam sahabat Kinara terlihat begitu emosi.
Mereka ingin sekali mengeroyok Jeremy sampai tidak terbentuk lagi wajahnya, sayangnya Kinara terlihat menggelengkan kepalanya.
Kemudian, dia mengajak mereka semua untuk pergi dari sana. Untuk apa berada di sana kalau hanya untuk membuat keributan, apalagi jika itu berhubungan dengan Jeremy, pikirnya.
"Ra, tunggu dulu. Aku mau ngomong," pinta Jeremy seraya mensejajarkan langkahnya dengan Kinara.
"Maaf, tapi aku tidak mau." Kinara nampak melangkahkan kakinya dengan tergesa.
Jeremy berusaha untuk mengejar Kinara. Namun, ketiga sepupunya dan juga keenam sahabatnya langsung menghalangi langkah Jeremy.
Tentu saja dia tidak bisa berkutik, apalagi kini mereka sedang berada di luar Cafe. Jeremy tidak akan bisa meminta bantuan kepada petugas Cafe.
Jeremy mengalah, dia meninggalkan Kinara lalu masuk ke dalam Cafe. Melihat akan hal itu Kinara tersenyum kecut.
"Ternyata dia memang lelaki yang tidak pantas diperjuangkan, baru segitu saja sudah menciut nyalinya," kata Kinara.
****
__ADS_1
Masih berlanjut, kuy ramein kolom komentar.