Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
Kinara Afasya Huntler


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Larasati terlihat sedang berjuang untuk melahirkan buah hatinya dengan Jonathan, dia kini sudah berada di ruang bersalin ditemani oleh Jonathan, suaminya.


Larasati terlihat begitu kesakitan, namun mulutnya terkatup rapat. Sama sekali dia tidak mengeluh, hal itu membuat Jonatahan merasa kagum serta merasa sakit secara bersamaan.


Kalau saja dia bisa menggantikan rasa sakit istrinya, ingin sekali rasanya dia menggantikannya.


"Kamu pasti kuat, Sayang. Aku percaya kamu pasti bisa dengan mudah melahirkan anak kita," ucap Jonathan menyemangati.


Larasati hanya bisa menganggukan kepalanya, dia berusaha tersenyum untuk menunjukkan kalau dia baik-baik saja.


Walaupun perutnya kini terasa sangat sakit dan juga mulas luar biasa tapi Larasati merasa sangat senang sekali.


Karena saat ini dia ditemani oleh lelaki yang begitu mencintai dirinya, berbeda saat dia melahirkan Satria yang hanya berjuang seorang diri.


"Bukaannya sudah lengkap Dokter Jo, silakan berikan kata penyemangat untuk istri anda. Untuk Nyonya Larasati, silakan tarik napas dalam dan keluarkan dengan perlahan," kata Dokter Mia yang kini membantu mengurus persalinan Larasati.


"Iya, Dok," jawab Larasati.


Setengah jam kemudian.


Suara tangisan seorang bayi perempuan terdengar sangat nyaring sekali, Jonathan tersenyum senang karena kini dirinya sudah menjadi seorang ayah.


Tidak peduli anaknya berjenis kelamin perempuan ataupun laki-laki, yang terpenting baginya Larasati lah yang melahirkan keturunannya.


Terima kasih, Sayang. Terima kasih karena kamu telah melahirkan putri yang begitu cantik, dia begitu mirip denganku. Terima kasih," ucap Jonathan seraya menangis haru.


Larasati tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya. Dia juga begitu senang karena bisa memberikan keturunan untuk Jonathan.


Tanpa Larasati duga, Jonathan langsung mengecup bibir Larasati dengan begitu mesra. Dia tidak peduli jika di sana ada dokter dan juga beberapa suster yang sedang membersihkan putri mereka dan sedang membersihkan sisa persalinan Larasati.


Satu jam kemudian.


Larasati sudah dipindahkan ke ruang perawatan, tentu saja dia diberikan fasilitas termewah yang ada di Rumah Sakit tersebut.


Apalagi Rumah Sakit tersebut adalah milik tuan Keanu, sudah dapat dipastikan Larasati mendapatkan kamar terbaik, dari mertuanya.

__ADS_1


Satria terlihat berdiri di samping box bayi, dia menatap wajah adiknya yang begitu cantik dan menggemaskan di matanya.


"Cantik, kamu cantik syekali. Abang syuka," celetuk Satria.


Jonathan terlihat duduk di samping Larasati, dia terus menggenggam tangan istrinya serta mengelus lembut puncak kepala istrinya.


Dia begitu bahagia, sangat bahagia. Tuan Keanu, tuan Elias dan juga Nyonya Meera juga ada di sana, mereka sedang berkunjung untuk mengucapkan selamat.


Selamat ya, Sayang. Atas kelahiran putri kedua kamu, ngomong-ngomong kamu jangan iri. Karena wajahnya sangat mirip dengan Daddy," kata Tuan Keanu.


Mendengar apa yang diucapkan oleh tuan Keanu, Larasati terlihat tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.


Berbeda dengan Jonathan yang terlihat tidak suka, dia bahkan langsung melayangkan protesnya.


"Dad, dia putriku. Tentu saja dia mirip denganku," ucap Jonathan penuh protes.


"Hei apa kamu tidak lihat? Wajahnya begitu mirip denganku, wajah kamu juga begitu mirip dengan Daddy. Lalu, di mana salahnya ucapanku?" tanya Tuan Keanu tidak mau kalah.


"Oh, ya ampun. Sudahlah, kalian tidak usah berdebat," ucap Tuan Elias.


"Hem, Daddy benar. Sekarang beritahu Mommy, siapa nama cucu Mommy yang cantik ini?" tanya Nyonya Meera.


"Bagus, nama yang bagus. Daddy suka," kata Tuan Keanu.


"Aku pun suka," kata tuan Elias.


"Oh ya, sebenarnya aku ingin menambahkan marga keluargaku pada nama Satria. Apakah boleh? tanya Jonathan kepada Tuan Elias.


"Tentu saja boleh, karena Larasati dan juga Satria sudah menjadi tanggung jawab kamu," kata Tuan Elias.


"Baiklah kalau begitu, nanti aku akan membuat akte untuk putriku dan juga akan membuat akte untuk Satria. Satria Mahardika Huntler, kamu tidak keberatan, kan, Sayang?" tanya Jonathan kepada Larasati.


"Tidak, Mas Jo, Sayang," jawab Larasati.


*


*

__ADS_1


Selamat sore kesayangan, terima kasih sudah mengikuti novel-novel yang sudah aku buat. Untuk kakak-kakak yang akunnya aku SS, silakan follow IG suliani_cucu.


DM nomor ponsel sama SS akun kalian yang ada di Noveltoon/Mangatoon, Othor mau ngasih pulsa 20k untuk masing-masing akun.


Mungkin hari ini Othor ngga up lagi, bisa upnya besok sekalian aku tamatin. Terima kasih banyak untuk kalian yang selalu memberikan dukungan kepada Othor yang kelewat soleha ini.


Saking sholehanya, tuh si soleha cuma numpang lewat doang. Sampai jumpa besok lagi, semoga kalian sehat selalu.


Bab ini Othor tulis dari kemarin, tapi masih review terus. Sekarang Othor lagi perjalanan menuju kampung halaman, kalau nanti lolos reviewnya, Othor isi pulsanya besok aja ya....


Jangan marah....







.








__ADS_1




__ADS_2