Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 76


__ADS_3

Mich merasa kesal terhadap Kinara, apalagi dengan tingkahnya itu. Sayangnga dia tidak bisa marah, pada akhirnya dia memutuskan untuk diam dan fokus mengemudi.


Setelah sampai di depan lobi kantor, Mich langsung turun dan menyerahkan kunci mobilnya pada security yang berada di sana.


Dia hendak masuk dan segera bekerja kembali, karena pekerjaannya sudah menunggu. Namun, langkahnya terhenti kala melihat Kinara yang tidak juga turun dari dalam mobilnya.


Akhirnya Mich membuka pintu mobilnya, Kinara tersenyum lalu turun dari dalam mobil mewah Mich. Dia tersenyum dengan manis sekali, lalu memeluk lengan sebelah kanan Mich.


"Terima kasih, Om," ucap Kinara.


Untuk sesaat Mich terdiam, dia bahkan menatap lengan kananya yang dipeluk Kinara dengan wajah datarnya.


"Jangan diam saja, Om. Buruan jalan, nanti kerjaan Om ngga selesai-selesai loh," kata Kinara seraya nyengir kuda.


Sebenarnya Kinara merasa malu karena sudah melakukan hal itu, tapi dia juga tidak mau berjalan sendirian dan dipandang sebagai orang asing di sana. Karena para karyawan Mich terlihat menatap dirinya dengan tatapan penuh tanya.


Mich hanya memutar bola matanya dengan malas, setelah itu dia langsung melangkahkan kakinya dengan cepat. Kinara bahkan sampai kesusahan menyeimbangi langkah Mich.


Para karyawan yang ada di sana terlihat menatap iri dan juga penuh tanya kepada pasangan yang baru saja datang itu, mereka terlihat seperti sepasang kekasih tapi tidak romantis. Bahkan mereka terkesan baru saja bertengkar.

__ADS_1


"Ehm!" Mich berdehem dengan cukup keras, hal itu membuat para karyawan kembali bekerja dan menundukan pandangan mereka.


Sebenarnya Kinara memeluk Mich bukan karena genit, justru dia merasa malu jika harus berjalan sendirian. Makanya dia menebalkan mukanya dengan memeluk pria dewasa yang ada di sampingnya itu.


"Duduklah dengan anteng, aku akan bekerja," kata Mich saat tiba di dalam ruangannya.


Kinara terlihat melepaskan pelukan tangannya, lalu dia mendongakkan wajahnya agar bisa menatap pria dewasa di hadapannya.


"Iya, Om," jawab Kinara.


Kinara langsung duduk di atas sofa dengan anteng, begitupun dengan Mich. Dia langsung duduk di atas kursi kebesarannya, lalu dia mengerjakan pekerjaan yang sudah menunggu untuk dikerjakan.


Berbeda dengan Kinara, dia terlihat duduk dengan gelisah. Dia merasa bosan, karena tidak terbiasa berada di dalam ruangam. kerja milik Mich.


Sesekali dia berselancar dengan ponselnya, sesekali dia juga melihat kuku-kuku cantiknya yang bisa dia tatap dan dia mainkan, dia benar-benar merasa bosan.


"Ck! Membosankan, aku harus apa?" gumam Kinara yang hanya bisa dia dengar sendiri.


Sesekali dia menolehkan kepalanya ke arah Mich, pria dewasa itu nampak begitu tampan. Sayangnya terlihat menyebalkan, selalu saja diam dengan tatapan datarnya.

__ADS_1


"Haish! Dia fokus sekali kalau urusan pekerjaan," kata Kinara seraya mengkerucutkan bibirnya.


Karena sangat bosan, Kinara terlihat bangun, dia mengelilingi ruangan kerja Mich seraya mengedarkan pandangannya.


"Ruangannya terlihat bagus, pantes kalau si Om betah," kata Kinara.


Sesekali dia meraba benda yang ada di sana, tidak lama kemudian dia melihat sebuah bingkai foto. Namun, foto itu terlihat ditengkurapkan di atas meja.


Kinara yang merasa penasaran langsung mengambil foto itu dan memperhatikan wajah siapa yang ada di dalam foto tersebut, tidak lama kemudian dahi Kinara langsung mengerut dalam.


Di dalam bingkai foto tersebut ada seorang anak kecil sekitar usia lima tahunan, anak kecil itu terlihat sedang tertawa seraya memainkan bola sepak.


"Sepertinya aku mengenal anak ini, tapi siapa ya?" tanya Kinara.


"Lancang!" kata Mich seraya mengambil bingkai foto dari tangan Kinara.


****


Selamat pagi Bestie, jangan lupa like sebelum membaca bab selanjutnya. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezekinya, sayang kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2