
Kinara dan Mich kini sudah berada di dalam mobil yang sama, mobil mewah milik Michel William Anderson. Mich nampak anteng mengemudi dengan Kinara yang duduk anteng di sampingnya.
Sebenarnya Kinara merasa enggan jika harus pulang dengan diantarkan oleh orang yang tidak dia kenal, tapi dia merasa enggan pula jika harus menunggu terlalu lama lagi. Kinara tidak suka berkerumun dengan banyak orang.
Selain itu, Kinara yang terbiasa kuliah, lalu pulangnya dia akan habiskan untuk rebahan di kamar saja, merasa lelah karena seharian ini dia sudah bekerja di kantor milik Angga. Dia sudah mengantuk dan ingin tidur.
Selama perjalanan menuju kediaman Angga, tidak ada pembicaraan di antara keduanya. Mich nampak fokus dalam mengemudi.
"Sudah sampai, segeralah turun," kata Mich.
Tidak ada sahutan dari Kinara, Mich nampak mengernyitkan dahinya. Lalu, dia segera menolehkan wajahnya ke arah Kinara.
"Oh God! Bisa-bisanya dia tidur!" keluh Mich kala melihat Kinara yang tertidur dengan sangat pulas.
Kinara bahkan terlihat begitu nyaman dengan tidurnya, dia seolah tidak mendengar apa pun. Dia benar-benar lelah. Mich terlihat mendengkus, karena dia merasa jika Kinara itu sungguh keterlaluan.
"Ck! Merepotkan sekali," keluh Mich.
Mich nampak membuka sabuk pengamannya, lalu dia mendekati Kinara dan mulai menggoyang-goyangkan lengan gadis muda itu.
Tidak ada pergerakan sama sekali, Kinara begitu pulas dalam tidurnya. Mich menjadi kesal, kalau Kinara tidak kunjung bangun itu artinya mereka akan terus berada di dalam mobil mewah milik Mich.
Kecuali, jika Mich sendiri yang mengantarkan Kinara ke dalam kamarnya, pikirnya. Mich mulai membukakan sabuk pengaman milik Kinara.
Untuk sesaat tatapan matanya tertuju pada mata Kinara, matanya terlihat tertutup dengan bulu mata yang terlihat sangat lentik sekali.
Lalu, tatapan matanya terarah dan turun pada bibir mungil Kinara. Mich tersenyum kala mengingat Kinara yang selalu cerewet dan selalu memanggil dirinya dengan sebutan om dengan bibir mungilnya itu.
Padahal dia merasa jika dirinya masih muda dan sangat gagah, setiap kali dia bercermin, dia merasa jika wajahnya saja masih pantas disebut sebagai anak kuliahan.
Namun, tidak lama kemudian senyum di bibirnya nampak memudar kala tatapan matanya kini tertuju pada dada Kinara yang nampak terekspos.
__ADS_1
Setengah dadanya terlihat menyembul ke atas, jas yang dia pakai nampak terbuka. Sebagai lelaki normal, tentu saja Mich begitu tergoda.
Ingin sekali rasanya dia mengelus dada itu, merat dan menyesapnya. Akan tetapi, dia sangat tahu diri jika Kinara bukan siapa-siapanya.
"Oh Tuhan! Aku bisa gila kalau melihat dia seperti ini," keluh Mich.
Mich terlihat menutup dada Kinara dengan jas yang dia berikan kepada Kinara tersebut, setelah itu dia turun dan segera menggendong Kinara.
"Ck! Dia ini tidur atau mati? Kenapa tidak bangun?" keluh Mich.
Walaupun dia mengeluh, tapi tetap saja dia mengantarkan Kinara hingga masuk kedalam kamarnya.
Walaupun dia sempat beradu argumen dengan security yang berjaga di rumah Angga tersebut, saat dia hendak masuk ke dalam Kamar Kinara.
Tiba di dalam kamar Kinara, Mich tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. Karena kamar tersebut terlihat sangat berantakan, bahkan Mich langsung tertawa tertahan kala melihat ada kain pengaman milik Kinara yang tersampir di atas sofa.
"Dasar gadis jorok, ceroboh dan juga malas!" kata Mich.
"Selamat tidur gadis kecil," kata Mich seraya mengelus lembut puncak kepala Kinara.
Setelah mengatakan hal itu, Mich langsung keluar dari kamar Kinara. Dia ingin segera pulang dan juga beristirahat, karena seharian ini dia juga sudah sangat lelah dalam bekerja.
Di belahan dunia lainnya.
Jika Kinara sedang asik dalam tidurnya, berbeda dengan di tanah air. Putri yang sedang sibuk bekerja ditambah lagi kesibukannya dengan kedatangan kedua orang tua dari Reon.
Mereka datang dan malah mengajak. Putri untuk mengobrol, padahal pekerjaan Putri sangat banyak.
"Oh ya ampun, Sayang. Kamu cantik sekali, pintar lagi. Ibu sudah tidak sabar untuk menjadikan kamu sebagai menantu," kata Ibu Amara.
Putri hanya bisa tersenyum kaku, sesekali dia menolehkan wajahnya ke arah Reon, pemuda tampan itu hanya tersenyum menanggapi keluhan Putri lewat tatapan matanya.
__ADS_1
"Nanti kalau sudah menikah kamu tinggal sama Ibu, ya?" pinta Ibu Amara.
Ibu Amara terlihat mengambil kotak bekal berisi potongan buah, lalu dia menyodorkannya ke depan bibir Putri.
Mau tidak mau dia membuka mulutnya, dia senang karena Ibu Amara perhatian terhadap dirinya. Namun, dia saat ini sedang bekerja. Pekerjaannya malah terbengkalai.
Kembali Putri menolehkan wajahnya ke arah Reon, Reon malah tertawa. Dia seolah sengaja ingin membiarkan Putri kewalahan menghadapi kelakuan dari ibunya.
"Sini, Sayang. Kerjaannya tinggal dulu," kata Ibu Amara. Dia langsung menutup laptop milik Putri, lalu dia mengajak Putri untuk duduk di atas sofa.
Tuan Andar yang melihat akan hal itu, terlihat menggelengkan kepalanya. Dia sangat tahu jika istrinya merasa bergitu senang, karena. akhirnya dia mendengar jika putranya akan menikahi Putri.
Apalagi setelah dia menyelidiki siapa Putri, dia sangat senang karena ternyata Putri merupakan anak dari Jesicca dan juga Yudha.
Walaupun Yudha mempunyai masa kelam di masa lalunya, tapi tidak kejelakan Yudha tidak tersebar luas. Karena Larasati begitu rapih menyembunyikan masa lalunya.
"Sayang, bagaimana jika kalian menikah saja dulu?" tanya Ibu Amara.
"Ehm, maaf, Bu. Bukannya tidak mau, tapi aku ingin menyelesaikan pendidikanku terlebih dahulu. Biar nanti setelah menikah aku fokus mengurusi rumah tanggaku dan membantu suamiku dalam bekerja," jawab Putri.
Ibu Amara memang sudah tidak sabar ingin menjadikan Putri sebagai menantunya, tapi saat mendengar jawaban dari Putri, dia merasa sangat bahagia.
Itu artinya Putri sudah sangat dewasa, dia merasa tidak salah jika Tuhan mempertemukan Putri dengan Reon.
"Baiklah, Ibu akan sabar menunggu," kata Ibu Amara.
****
Selamat pagi menjelang siang, Bestie. Semoga Othor bisa up rutin, ya. Semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky. Kalau ada typo bilangin ya, nanti Othor edit lagi.
Up sudah dari kemarin, tapi belum lolos review. Semoga setelah tambah bab bisa cepet lolos reviewnya.
__ADS_1