Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
Saling Mencintai


__ADS_3

Mata Juki terlihat berbinar, apa lagi saat Jesicca mulai mengeluarkan sumber makanan milik Putri, membuat Juki langsung memosisikan tubuhnya agar bisa sejajar dengan apa yang sudah dia incar sejak tadi.


Hap!


Bibir Juki langsung melahap ujung dada istrinya, dia sapukan lidahnya dan dia gigit dengan gemasnya. Hal itu sontak membuat Jesicca kaget, karena Putri tidak mungkin melakukan hal itu.


Jesicca langsung mendorong wajah Juki kala matanya terbuka dengan sempurna.


"Mas! Kamu ngapain? Putri mana?" tanya Jesicca seraya mengedarkan pandangannya.


Jesicca benar-benar tidak menyangka jika dia akan terbangun karena ulah nakal suaminya, dia juga tidak menyangka jika dirinya kini sudah berada di dalam kamarnya dengan Juki.


"Putri di kamarnya sama Ibu," jawab Juki.


Setelah menjawab pertanyaan istrinya, Juki langsung bangun dan mulai melucuti pakaian yang dikenakan oleh istrinya.


"Tunggu dulu, Mas!" kata Jesicca.


"Kenapa? Kamu lagi cape, ya? Lagi ngga pengen?" tanya Juki.


Mendengar pertanyaan dari Juki, Jesicca terlihat menggelengkan kepalanya. Dia bangun, lalu duduk tepat di samping Juki.


Dia elus kepala suaminya dengan penuh kasih, lalu dia menatap wajah Juki dengan lekat.


"Aku ingin bertanya kepada, Mas. Boleh?" tanya Jesicca.


"Tentu, Sayang. Tentu saja boleh," jawab Juki.


Juki terlihat duduk dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Dia angkat tubuh Jesicca layaknya anak kecil, lalu dia dudukan Jesicca di atas pangkuannya.


Jesicca tersenyum, lalu dia mengalungkan kedua tangannya di leher Juki. Kemudian dia berkata.


"Aku mau bertanya, tapi kamu jangan marah." Jasicca terlihat mengecup bibir Juki dengan lembut.


Sebenarnya sudah lama Jesicca ingin menanyakan hal ini, namun dia takut jika Juki akan tersinggung dengan apa yang dia tanyakan.


"Iya, Sayang. Tentu saja boleh," kata Juki seraya meremat bokong istrinya.


Untuk sesaat Jesicca terdiam, dia terlihat sedang menata apa yang akan dia katakan kepada Juki agar tidak menyinggung perasaan suaminya.

__ADS_1


"Katakan, Sayang!" pinta Juki.


"Apa kamu menikahiku karena kamu mencintaiku, Mas? Aku tidak mau kamu menikah denganku karena--"


Jesicca kembali terdiam, dia takut untuk melanjutkan ucapannya. Berbeda dengan Juki, dia langsung tersenyum.


Dalam hatinya Juki mengakui jika pada awalnya dia hanya simpati terhadap Putri, saat dia melihat Putri, ingatan Juki tertuju kepada putrinya yang sudah tiada.


Saat melihat wajah Putri, dia ingin sekali memberikan kasih sayang yang besar sebagai seorang ayah.


Namun, lama-kelamaan saat melihat sikap Jesicca yang begitu tulus menyayangi Putri, bahkan saat melihat sikap Jesicca saat mengurus ibunya dengan sangat baik, perlahan-lahan hati juga mulai tertarik kepada Jesicca.


Apa lagi saat mendengar perjalanan hidup Jesicca dari ibunya, Juki semakin merasa ingin melindungi Jesicca dan juga Putri.


"Aku mencintai kamu, Sayang. Maaf jika selama ini aku selalu terlihat tidak sabaran kalau sudah menyangkut urusan ranjang. Namun percayalah, hal itu aku lakukan bukan karena hanya sebatas napsu saja. Tapi, karena ini."


Juki meremat bokong istrinya yang terasa padat dan juga berisi, Juki suka bokong Jesicca yang terlihat begitu seksi dan menggoda.


"Karena ini juga, makanya aku suka ngga tahan." Juki langsung melahap ujung dada istrinya, Jesicca yang mendapatkan serangan tiba-tiba langsung menjambak rambut Juki.


"Mas! Kamu tuh gobal, mana ada yang seperti itu!" seru Jesicca, sebisa mungkin Jesicca menahan gejolak rasa yang datang.


"Nggak gombal, Sayang. Beneran, kamu itu selalu bisa memuaskan aku. Bentuk tubuh kamu yang aduhai selalu membuat aku tidak tahan. Terima kasih ya, Sayang. Karena kamu sudah mau menjadi istri dari seorang duda yang burungnya sudah hampir karatan ini," kata Juki seraya terkekeh.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Juki, Jesicca refleks memukul pundak suaminya tersebut. Karatan dari mana pikirnya, yang ada burung milik suaminya itu terus saja berkicau seperti sedang mencari perhatian dari lawan jenisnya.


''Karatan dari mana sih, Mas? Burung kamu tuh gacor begitu, nggak siang nggak malam maunya masuk sarang mulu," kata Jesicca seraya mencebikkan bibirnya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Jesicca, Juki langsung terkekeh. Kemudian, dia menarik tangan Jesicca dan mengeluskannya pada miliknya.


"Ya ampun, istriku ini. Jadi boleh ya? Mas udah pengen banget ini, mumpung Putri tidur. Nanti dia keburu bangun," pinta Juki.


"He'em, boleh," jawab Jesicca malu-malu.


Juki terlihat sangat senang sekali saat mendapatkan persetujuan dari istrinya, dia langsung mengarahkan miliknya dan meminta Jesicca untuk menggoyangkan pinggulnya.


Tak lama kemudian, terdengar lah suara khas percintaan menggema di kamar hotel tersebut. Juki dan Jesicva begitu menikmati permainan panas yang mereka ciptakan.


*/*

__ADS_1


Pagi hari telah menyambut, mengganti kelamnya malam yang begitu gelap. Sayangnya sang surya seakan masih enggan untuk menampakkan dirinya, hanya ada kabut yang menyelimuti.


Mini dan Angga yang kini sedang berada di sebuah desa yang asri, terlihat sedang saling memeluk dan saling menghangatkan.


Selepas sarapan, mereka kembali ke dalam kamar dan menutup tubuh mereka dengan selimut tebal.


Angga terlihat memeluk tubuh Mini dengan erat, sesekali dia terlihat mengecupi puncak kepala istrinya dengan penuh cinta.


Mini tersenyum, dia memeluk Angga seraya menelusupkan wajahnya di dada bidang milik suaminya.


Kedua insan yang sedang dimabuk cinta tersebut benar-benar terlihat bahagia, mereka seakan takut berpisah. Tak mau saling melepaskan.


"Sayang!"


"Apa?" Tanya Mini.


"Terima kasih karena kamu sudah mau menjadi istri aku, padahal kamu sangat tahu siapa aku. Aku hanya berasal dari keluarga sederhana," kata Angga tulus.


"Iya, Mas. Aku juga mau ngucapin terima kasih, karena kamu sudah mau menikah dengan wanita petakilan seperti aku," kata Mini.


"Hem, tapi mulai sekarang. Kamu hanya boleh pecicilan di atas ranjang saja, Mas suka." Angga memundurkan tubuhnya.


Hal itu dia lakukan agar bisa melihat wajah cantik istrinya. Mini tersenyum kala. mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya.


"Kenapa?" tanya Mini.


Bukannya menjawab, Angga malah bangun dan duduk tepat di hadapan istrinya. Dia tetap wajah istrinya, lalu dia elus perutt Mini yang masih rata.


"Semoga segera hadir Mini dan Angga junior, aku sudah tidak sabar," kata Angga.


"Aku pun, ayo kita usaha lagi!" ajak Mini.


Angga langsung terkekeh mendengar ajakan dari istrinya.


"Baiklah, dengan senang hati aku akan mengajak kamu untuk berkeringat pagi ini." Angga langsung membuka bajunya dan melemparnya ke sembarang arah.


BERSAMBUNG....


Selamat pagi menjelang siang kesayangan, semoga kalian sehat selalu, murah rezeki dan tidak lupa untuk memberikan like, comment dan juga veto serta hadiahnya untuk Othor yang kelewat soleha ini.

__ADS_1


Untuk kaleyan yang suka baper, dibacanya boleh selepas maghrib, ya. I Love you segede gaban, 😘😘😘😘


__ADS_2