Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 49


__ADS_3

Setelah memakai baju piyama tidurnya, Satria langsung menghampiri Rachel. Dia menunduk dan mengecupi bibir istrinya, kemudian dia berkata.


"Aku akan pergi, hanya sebentar saja. Tidak akan lama, tunggulah dulu. Jangan tidur dulu," kata Satria.


Rachel hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak bisa berkata apa pun lagi. Padahal walaupun Satria tidak membeli alat kontrasepsi, itu tidak masalah untuknya.


Walaupun usianya masih muda, tapi baginya mengandung anak dari pria yang dia cintai adalah hal yang sangat membahagiakan.


Setelah berpamitan kepada istrinya, Satria langsung berjalan dengan tergesa. Dia melangkahkan kakinya menuju parkiran, setelah sampai dia langsung masuk ke dalam mobilnya.


Satria terlihat melajukan mobilnya untuk mencari apotek yang masih buka, dia sengaja melajukan mobilnya dengan perlahan.


Sesekali dia terlihat menolehkan wajahnya ke arah kanan dan kiri, hal itu dia lakukan agar apotek yang dia cari tidak terlewat.


Hampir satu jam Satria berkeliling, hingga akhirnya dia menemukan apotek yang masih buka.


Satria langsung menepikan mobilnya, kemudian dia turun dengan tergesa dan menghampiri seorang apoteker yang bekerja di sana.


"Permisi!" kata Satria.


Mendengar ada yang mengatakan permisi, apoteker tersebut langsung menolehkan wajahnya.


"Ya, apa ada yang bisa saya bantu, Kak?" kata apoteker yang berjenis kelamin perempuan itu.


Satria terlihat gugup, dia bingung harus berkata apa. Namun, dia harus cepat, pikirnya.

__ADS_1


"Ehm, itu. Anu, saya mau beli alat kontrasepsi," kata Satria.


Perempuan muda yang ada di hadapan Satria terlihat mengatupkan mulutnya menahan tawa, bahkan dia terlihat memperhatikan penampilan Satria dari atas sampai bawah.


Satria hanya menggunakan piyama tidur saja, hal itu membuat wanita muda tersebut menerka-nerka.


"Maaf, boleh saya bertanya," kata Satria.


Dia terlihat ragu, tapi dia tidak bisa mundur lagi. Karena dia sudah begitu menginginkan istrinya.


"Iya, boleh. Mau bertanya apa?" tanya perempuan muda itu.


Dia terlihat bersiap untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh lelaki muda di hadapannya.


"Begini, saya itu baru menikah. Tapi, saya tidak mau istri saya hamil terlebih dahulu. Jadi, alat kontrasepsi apakah yang kira-kira baik untuk digunakan?" tanya Satria.


"Sepertinya anda harus membeli pil KB saja untuk istri anda," jawab wanita muda itu.


Wanita muda itu berpikir jika Satria yang memakai alat kontrasepsi, menurutnya akan kasihan pengantin wanitanya.


Lebih baik wanitanya saja yang menggunakan pil kontrasepsi, agar saat pembobolan malam pertamanya lebih lancar karena tidak memakai pengaman.


Melakukan malam pertama tanpa pengaman saja akan terasa sakit, bagaimana kabarnya dengan pria yang menggunakan pengaman? Kasihan sekali pikirnya yang akan menjadi istrinya itu.


"Begitu, ya?" tanya Satria.

__ADS_1


"Ya, itu lebih baik. Karena pil kontrasepsi tidak akan membuat rahim istri anda kering, jadi jika kalian ingin segera mempunyai anak tinggal jangan diminum lagi saja," jelas apoteker itu.


Mendengar penjelasan dari apoteker tersebut, Satria nambak mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. Kemudian, dia pun membeli satu- pil kontrasepsi untuk istrinya.


"Terima kasih," kata Satria sebelum pergi dari apotek tersebut.


"Ya, sama-sama," jawab apoteker tersebut dengan senyum ramah di bibirnya.


Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, Satria langsung kembali menuju hotel tempat dia menginap bersama dengan Rachel.


Tiba di hotel, Satria berjalan dengan tergesa menuju kamar pengantin mereka. Pintu nampak dia buka dari luar, saat dia masuk dia melihat istrinya yang sudah tertidur dengan pulas di atas tempat tidur.


Satria terlihat menghela napas berat, kemudian dia menyimpan pil kb tersebut di atas nakas.


Lalu, dia menghampiri istrinya dan merebahkan tubuhnya. Setelah itu, dia menarik lembut istrinya ke dalam pelukannya.


"Maaf, jika aku pergi terlalu lama. Pasti kamu sangat mengantuk, jadinya kamu tidur terlebih dahulu," kata Satria.


Satria memang sangat penasaran, dia ingin tahu bagaimana rasanya malam pertama. Namun, saat melihat wajah Rachel yang tidur dengan wajah yang terlihat sangat lelah, dia merasa tak tega.


Dia mencoba memejamkan matanya yang memang sebenarnya memang sudah sangat lelah, dia kecup kening istrinya dan tidak lama kemudian dia juga nampak tertidur dengan pulas.


***


Selamat malam menjelang pagi Bestie, selamat beristirahat. Sebenarnya Othor pengen update dari pagi, cuma saat ini Othor lagi pilek.

__ADS_1


Kepalanya puyeng, minum obat hawanya pengen tidur aja. Jadinya baru bisa up, Maaf ya. Malam pertamanya ditunda kembali. Terima kasih sudah mau mampir di karya Othor yang satu ini.


__ADS_2