
Sesuai dengan apa yang Mich katakan, pukul 11:52 siang Mich sudah berada di kampus Kinara, tentu saja dia tidak mau jika Kinara malah pulang terlebih dahulu dan akhirnya mereka tidak bertemu.
Kinara yang baru saja keluar dari kelasnya terlihat begitu kaget karena melihat Mich yang sedang berdiri seraya menyandarkan tubuhnya pada tembok, Mich terlihat begitu gagah dengan setelan kerjanya.
Hal itu membuat semua teman-teman wanita Kinara terlihat menatap penuh kagum dan penuh damba ke arah Mich, apalagi Mich terlihat lebih muda dari usia aslinya.
Kinara mendengus sebal kala melihat teman-temannya yang menatap lapar ke arah Mich, dengan cepat Kinara menghampiri Mich dan mengajak Mich untuk segera pergi dari kampusnya.
Dia terlihat menarik lengan Mich agar bisa cepat pergi dari sana, Mich menurut. Dia terlihat berjalan dengan paksaan dari Kinara, tapi Mich suka.
Kinara berlaku seperti seorang pacar yang posesif, dia seolah tidak ingin Mich berdekatan dengan teman-teman wanitanya. Mich tersenyum.
"Om ngapain sih, nungguin aku di depan kelas segala? Aturan Om menunggu Kinar di dalam mobil saja!" keluh Kinara penuh protes.
"Sorry, aku cuma takut kalau kamu nanti malah kabur karena ngga mau belajar untuk bekerja," kata Mich.
"Aku nnga bakalan kabur, Om. Lagin aku sudah bilang mau belajar kerja sama Om, aku juga mau jadi pengusaha," jawab Kinara.
"Iya-iya, jangan cerewet. Sekarang kita ke kantor aja," kata Mich.
"Iya, lebih baik kita segera pergi ke kantor dari pada Om di sini jadi tontonan gratis temen-temen aku," kata Kinara seraya mengkrucutkan bibirnya.
Mich sempat mengernyitkan dahinya karena tidak paham dengan apa yang Kinara maksudkan, memangnya dia sebuah film atau bagaimana, pikirnya.
"Maksud kamu apa sih?" tanya Mich.
"Udah deh, Om ngga usah banyak nanya. Kita sudah di parkiran, mending buruan jalan ke kantor Om," kata Kinara.
Kinara tidak tahu kenapa, tapi dia merasa tidak suka kala teman-teman wanitanya memandang ke arah Mich dengan tatapan kagum dan terlihat memandang Mich dengan tatapan penuh damba.
"Iya-iya," jawab Mich.
Mich sempat memperhatikan raut wajah kinara yang terlihat kesal, Mich jadi berpikir mungkin Kinara merasa cape dan juga merasa lapar. Makanya dia terlihat uring-uringan.
"Silakan gadis kecil," kata Mich setelah membuka pintu mobilnya.
"Terima kasih, Om," jawab Kinara.
__ADS_1
Setelah memastikan Kinara duduk dengan nyaman, Mich terlihat menutup pintu mobilnya. Kemudian, dia segera menyusul dan duduk di balik kemudi.
Tidak ada percakapan lagi di antara mereka, Mich langsung melajukan mobilnya menuju perusahaan miliknya.
Perusahaan yang dia bangun dengan susah payah, setelah masa keterpurukannya bersama dengan ayahnya dan juga Merlin.
Selama dua belas tahun ini Mich begitu sibuk bekerja, sehingga perusahaan miliknya kini bisa berkembang dengan sangat pesat.
Mich begitu sibuk dalam bekerja, sampai-sampai dia tidak pernah pergi hanya untuk berkencan dengan seorang wanita.
Jika dia rindu dengan gadis kecil ceroboh dan juga jail yang selalu menjadi penyemangatnya, dia akan memeluk foto gadia kecil itu sampai dia tertidur.
Mich sempat berpikir untuk menemui gadia kecil itu, dia berharap masih bisa bertemu kembali dengannya.
Sayangnya saat Mich datang ke tanah air, dia tidak menemukan gadis kecil itu di rumahnya. Dia hanya mendengar dari orang-orangnya jika gadis itu sudah lima tahun tinggal di negara A.
Awalnya Mich merasa sangat sedih karena dia merasa tidak bisa bertemu lagi dengan gadis kecil itu, tapi kesedihannya berubah menjadi sebuah kesenangan yang luar biasa kala dia mengetahui gadis kecil itu tinggal di negara yang sama dengan dirinya.
Maka dari itu dia meminta Carlos, sang asisten pribadinya untuk mencari tahu di mana tempat tinggal gadis kecilnya.
Tiba di kantor, Mich mengajak Kinara untuk shalat berjamaah bersama. Setelah itu mereka pun langsung melakukan ritual makan siang bersama di dalam ruangan Mich.
Mich terlihat memperhatikan Kinara tanpa berniat untuk menghabiskan makanannya, Kinara yang melihat akan hal tersebut langsung menghentikan kunyahannya. Kemudian, dia menatap Mich dengan lekat.
"Eh? Kok makananan Om ngga dimakan? Kenapa? Om sudah kenyang?" tanya Kinara.
"Tidak tidak seperti itu, hanya saja melihatmu makan dengan lahap rasanya perutku sudah terasa sangat kenyang," jawab Mich seraya terkekeh.
Kinara pun ikut terkekeh karena dia merasa lucu dengan apa yang dikatakan oleh Mich, rasanya ucapan Mich terdengar lucu di telinganya.
Hanya melihat dia makan saja katanya Mich bisa merasa kenyang, bagaimana bisa seperti itu, pikirknya.
Kinara terlihat mengambil sendok dan segera mengendok nasi beserta lauknya, kemudian tanpa aba-aba di yang langsung memasukkan makanan tersebut ke dalam mulut Mich.
Mich langsung membulatkan matanya dengan sempurna saat mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kinara, dalam hati Mich merasa sangat senang karena kinara menyuapi dirinya.
Namun, dia juga merasa jika Kinara sangat kurang ajar karena menyuapi dirinya tanpa aba-aba.
__ADS_1
"Kamu tuh keterlaluan, kalau aku tersedak bagaimana?" kata Mich penuh dengan protes.
Tentunya dia mengatakan hal itu setelah makanan yang masuk ke dalam mulutnya berhasil dia telan, sungguh Kinara membuat dirinya bahagia dan juga di luar dugaan, pikirnya.
Kinara yang mendapatkan kata protes dari Mich, dia langsung tertawa dengan terbahak-bahak. Dia bahkan sampai meneteskan air matanya.
Melihat akan hal itu, kekesalan Mich langsung menghilang. Dia bahkan ikut tersenyum melihat tingkah dari Kinara yang menurutnya sangat wah itu.
"Maaf, Om. Habisnya Om lucu, dari tadi cuma diam saja ngeliatin aku makan. Jadinya aku gemas," jawab Kinara seraya mengendok nasi dan menyodorkannya ke mulut Mich.
Mich tersenyum, kemudian dia menerima suapan dari tangan Kinara dengan senang hati, tidak ada kemarahan lagi atau kekesalan di wajah Mich.
Justru dia malah begitu asik menerima suapan demi suapan yang Kinara berikan, rasanya dia ingin waktu berhenti sejenak saja. Agar dia bisa menikmati kebersamaannya dengan Kinara.
"Wow, Om itu lucu sekali. Lihatlah, Om. Kamu sudah seperti bayi besar yang menghabiskan satu piring nasi dengan lauknya," kata Kinara.
"Eh? Aku tidak menginginkanmu untuk menyuapiku, kamu sendiri loh yang berinisiatif untuk menyuapi aku," protes Mich.
"Iya, aku yang berinisiatif sendiri untuk menyuapi bayi besar yang ada di hadapanku ini," kata Kinara seraya terkekeh.
Mich terlihat menatap wajah Kinara dengan lekat, dia begitu suka saat menatap wajah Kinara yang terlihat begitu cantik di matanya.
Namun, sayangnya dia merasa jika Kinara sangat jauh dari jangkauannya. Mich merasa jika mengharapkan Kinara untuk menyukai dirinya, atau bahkan sampai mencintai dirinya dan menikah dengannya adalah hal yang merupakan sangat mustahil.
Melihat Mich yang hanya terdiam seraya menatap wajahnya, Kinara langsung menggoyang-goyangkan telapak tangan kanannya di depan wajah Mich.
"Om, Kenapa? Om baik-baik saja, kan?" tanya Kinara.
"Eh? Aku baik-baik saja, aku pengen itu, aku ehm, minum susu," jawab Mich refleks.
"Maksud, Om?" tanya Kinara.
****
Selamat pagi Bestie, selamat beraktivitas. Salam santun subuh, semoga kalian sehat selalu dan murah rezeky.
Othor punya karya baru nih, Romance Fantasi. Siapa tahu ada yang mau sambangin, baru dua bab. Ramein yuk, Othor tunggu, ya.
__ADS_1