Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
Mungkinkah Dia?


__ADS_3

Setelah selesai salat subuh, Larasati terlihat sibuk sekali. Dia benar-benar ingin memasak makanan yang spesial untuk putranya, dia juga membuat kue untuk putranya, Satria.


Satria memang menyukai makanan manis persis seperti Yudha, ayahnya. Puku 9 pagi semuanya sudah terhidang dengan rapi di atas meja makan.


Dia terlihat begitu puas dengan hasil masakannya, dia juga terlihat puas dengan kue yang sudah dia buat.


Dia memang memasak semuanya sendiri, karena Larasati belum mencari asisten rumah tangga.


Untuk sesaat dia terlihat memandang hasil masakannya, seulas senyum terbit dari bibir Larasati.


"Satria pasti menyukainya," ucap Larasati seraya mengusap-usap kedua tangannya.


Setelah semuanya selesai, Larasati pun membuka celemeknya dan mencuci tangannya. Lalu, dia pun segera masuk ke dalam kamarnya.


Dia ingin segera mandi dan juga bersiap untuk menjemput Satria ke Bandara, karena Angga sudah memberitahukan kepada Larasati jika dia melakukan penerbangan pukul 10.


Sudah dapat dipastikan jika mereka akan tiba di Bandara pukul 11 siang, makanya Larasati pun segera bergegas untuk membersihkan diri agar dia tidak terlambat.


Tanpa Larasati tahu, ternyata Yudha sudah mengintai kediaman Larasati sejak pagi. Awalnya dia ingin masuk kedalam rumah Larasati, namun ternyata perumahan tersebut sangat ketat penjagaannya.


Security perumahan tersebut tahu jika Larasati seorang janda, jadi... saat Yudha meminta izin untuk bertamu ke rumah Larasati, security tersebut tak mengizinkannya.


Dengan terpaksa Yudha pun hanya diam di dalam mobilnya sambil menunggu Larasati keluar dari rumahnya.


Ternyata penantian Yudha tidak sia-sia, setelah menunggu 2 jam lamanya, akhirnya Larasati pun keluar dengan mobil yang dibeli dari uang yang Yudha berikan.


"Ah, akhirnya. Untung kemarin aku meminta foto mobil yang dia beli," ucap Yudha seraya tersenyum.


Yudha langsung membuntuti kemanapun Larasati pergi, sebenarnya bukan tanpa alasan Yudha ingin mengikuti Larasati.


Hal itu dia lakukan karena selama satu bulan ini Larasati benar-benar tidak bisa ditemui, dan hal itu membuat Yudha merasa frustasi.


Dia pun menjadi penasaran, sebenarnya apa yang Larasati lakukan di belakangnya. Apakah benar membuat perusahaan baru itu membuat Larasati sangat sibuk?

__ADS_1


Atau Itu hanya alasan saja karena Larasati mempunyai kegiatan lain selain dari membangun usahanya?


Dahi Yudha nampak mengernyit kala mobil Larasati tak pergi mengarah ke Caffe yang kini sedang dia kelola, namun malah pergi menuju arah lain.


Yudha pun dengan hati-hati menjaga jarak dari Larasati, karena dia tidak ingin ketahuan jika dia sedang membuntuti dirinya.


Satu jam kemudian Larasati terlihat mekberhentikan mobilnya di depan Bandara, Yudha terlihat makin penasaran dibuatnya.


Dia pun segera memarkirkan mobilnya dan mengikuti langkah Larasati, namun ada yang Yudha anehkan dari sikap Larasati saat Larasati keluar dari dalam mobilnya.


Dia terlihat memakai topi, kaca mata dan juga masker, hal itu membuat Yudha menjadi semakin penasaran. Sebenarnya apa tujuan dari Larasati melakukan hal tersebut?


Larasati terlihat celingukan seperti mencari seseorang, tak lama dia terlihat membuka masker, kaca mata dan juga topinya.


Namun Yudha tak bisa melihat wajah Larasati, karena Larasati terlihat membelakanginya. Hal itu membuat Yudha tambah penasaran, karena tidak biasanya Larasati memakai masker, topi dan juga kacamata.


"Sebenarnya apa yang sedang dia lakukan? Kenapa dia terlihat begitu aneh sekali?" tanya Yudha bermonolog sendiri.


Yudha terus saja memperhatikan apa yang dilakukan oleh Larasati, tak lama kemudian terlihat seorang anak kecil yang tiba-tiba saja memeluk Larasati.


"Sepertinya selain sibuk menata usaha, dia juga sibuk mengurus kedatangan putranya," kata Yudha lirih.


Yudha tersenyum saat melihat Larasati langsung menggendong putranya dan mengecupi setiap inci wajahnya, terlihat sekali saat itu Larasati sangat merindukan putranya tersebut.


Tak lama kemudian, dia melihat seorang ibu-ibu dan juga anak muda yang terlihat menghampiri Larasati.


Saat melihat pemuda tersebut, Yudha berpikir jika itu adalah adiknya dari Larasati. Namun dia begitu kaget ketika melihat sosok ibu-ibu yang sangat dia kenal kini telah memeluk Larasati.


"Laras! Bibi rindu," ucap wanita paruh baya tersebut.


Mata Yudha langsung membulat dengan sempurna kala dia melihat wanita itu ternyata adalah Bi Narti.


"Bi Narti," ucap Yudha lirih.

__ADS_1


Yudha terlihat syok sekali, dia langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Dia langsung tertunduk sambil mengusap wajahnya dengan kasar beberapa kali.


Yudha pun mulai bertanya-tanya dalam hatinya, mungkinkah Larasati yang dia kejar adalah mantan istrinya yang dia campakkan?


Namun, satu hal yang Yudha ingat. Dia memang mengucapkan talak kepada Larasati saat itu, namun sampai sekarang Yudha tak pernah mengurus perceraian mereka ke pengadilan agama.


Yudha pun jadi berpikir, jika benar itu adalah Larasati. Berarti dia masih istri sah Yudha yang masih diakui oleh negara, karena masih tercatat, hanya saja sudah tidak sah secara agama.


"Aku harus membuktikannya, kalau dia memang Larasati." Yudha terlihat berusaha untuk berdiri walaupun kakinya terasa sangat lemas.


Dia mencari sosok Larasati, namun sayangnya saat matanya mengedarkan pandangan, dia tak melihat Larasati di mana pun.


"Ya Tuhan, kalau benar itu Laras, berarti anak lelaki tadi adalah putraku." Yudha terlihat berlari ke arah parkiran, dia ingin segera mencari Larasati.


Siapa tahu dia belum terlambat dan masih bisa bertemu dengan Larasati di parkiran, namun sayangnya saat ia tiba di parkiran, dia tak menemukan Larasati.


Bahkan mobilnya pun sudah tak ada di sana, ternyata dia sudah terlambat. Namun, dia tak putus asa.


Dia pun segera masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya menuju kediaman Larasati, karena menurutnya Larasati pasti akan langsung membawa putranya ke rumahnya.


Tidak mungkin dia akan langsung membawanya jalan-jalan, karena dia bisa melihat jika putra Larasati terlihat kelelahan saat bertemu dengannya.


Anak itu nampak terlihat mengantuk, sepanjang perjalanan menuju rumah Larasati, banyak pertanyaan yang muncul di benaknya.


'Apakah mungkin itu Larasati yang dia talak dua tahun yang lalu?'


'Apakah mungkin itu adalah Larasati yang dulunya gemuk, namun kini terlihat berubah menjadi sangat cantik dan juga seksi?'


'apakah mungkin dalam waktu dua tahun Larasati bisa dengan mudahnya memperbaiki penampilannya?'


Begitu banyak lagi pertanyaan yang bertebaran di otak Yudha, entah apa yang dia rasakan saat ini dia pun tak mengerti.


Apa lagi saat melihat sosok malaikat kecil yang tiba-tiba saja datang memeluk Larasati, serasa ada sesuatu yang menggetarkan hatinya.

__ADS_1


"Aku harus cepat bertemu dengan Laras, aku harus mengetahui semuanya. Aku bisa mati penasaran!" kata Yudha seraya melajukan mobilnya dengan cepat.


__ADS_2