Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
Penjelasan


__ADS_3

"Daddy! Jangan, Dad. Dia tidak bersalah, dia justru yang nolongin aku. Huhuhu, Daddy jahat!" Mini nampak berteriak dengan air mata yang telah berurai.


"Dasar lelaki tak tahu diri, berani-beraninya membawa kabur anak gadis orang!" teriak Om Hendry.


Kembali dia memukul Angga dengan beringas, bi Narti nampak menangis. Dia meronta ingin membantu putranya, sayangnya tangannya dicekal oleh bodyguard om Hendry.


"Hentikan Om!" Teriak Jonathan.


Om Hendry langsung terdiam, dia lalu memalingkan wajahnya kearah Jonathan.


"Lihatlah, Jo. Lelaki ini yang sudah membawa Mini kerumahnya," kata Om Hendry.


"Om, aku sangat mengenal Angga. Dia adalah pria yang baik, walaupun usianya masih muda tapi dia begitu perhatian dan pengertian. Om pasti salah duga," ucap Jonathan membela


"Benar, Daddy. Aku yang meminta pertolongan kepada Mas Angga, tolong jangan apa-apain lagi. Kasihan muka tampannya jadi jelek seperti itu, huhuhuhu." Kembali Mini menangis dengan kencang.


*/*


Setelah mendengar ucapan Jonathan, akhirnya om Hendry mengajak Angga, Larasati, Jonathan, bi Narti dan juga Mini untuk berbicara.


Mereka kini duduk di bangku pengunjung, semua pelanggan dibubarkan. Lalu, para bodyguard om Hendry pun menjaga pintu masuk. Agar tidak ada pembeli yang datang.


Dia berkata kepada Larasati, jika Larasati tidak usah khawatir. Karena om Hendry akan membayar semua kerugian yang dia ciptakan.


"Sekarang jelaskan kepada Daddy!" ucap Om Hendry.


Mini memberanikan diri menatap daddynya, kemudian dia pun menceritakan saat dia bertemu bersama dengan lelaki dewasa yang dijodohkan oleh om Hendry.


Setelah Mini menceritakan semuanya, mata om Hendry terlihat memerah menahan amarah. Rahangnya terlihat menegas, bahkan kedua tangannya terlihat mengepal dengan sempurna.


Dia tidak menyangka jika anak dari teman bisnisnya tersebut bisa melakukan hal yang tidak senonoh terhadap putrinya.


"Lalu, bagaimana kamu bisa berada di rumah anak itu?" tanya Om Hendry.


"Semua uang jajanku habis aku belikan tiket untuk pulang, aku tidak punya uang. Aku lapar, Dad. Aku meminta tolong sama Kak Angga, eh... Mas Angga maksudnya," ucap Mini tersenyum malu.


"Ya ampun," kata Om Hendry.


Om Hendry terlihat menggelengkan kepalanya saat melihat Mini yang bertingkah malu-malu, dia tahu jika putrinya menyukai lelaki yang sudah dia anggap sebagai penculik putrinya.


Kini tatapan om Hendry beralih kepada Angga.


"Om minta maaf, karena Om sudah salah sangka. Om juga mau mengucapkan terima kasih, karena kamu sudah menjaga Putri Om dengan baik," ucap Om Hendry.


Angga tidak berkata apa pun, dia hanya menganggukkan kepalanya.


"Sebagai permintaan maaf dari Om, kita ke Rumah Sakit. Om akan membiayai semua pengobatan kamu," kata Om Hendry.

__ADS_1


"Tidak usah, saya bisa mengobati luka saya sendiri, permisi." Angga terlihat bangun dari duduknya, kemudian dia pergi menuju dapur.


Dia ingin mencari es batu dan mengompres lukanya, karena wajahnya yang babak belur terasa sangat sakit sekali. Mini yang melihat kepergian Angga, langsung bangun dan mengejarnya.


Melihat Mini yang bertingkah seperti itu, om Hendry hanya bisa menghela napas berat. Kemudian dia pun menatap bi Narti.


"Maafkan saya, karena saya tidak mendengarkan penjelasan anda terlebih dahulu," ucap Om Hendry penuh sesal.


"Tidak apa-apa, semuanya sudah berlalu," ucap Bi Narti.


Sebenarnya bi Narti merasa sangat kesal sekali kepada daddy dari Mini tersebut, namun dia tidak mungkin memarahi orang yang sudah meminta maaf.


"Sekarang Om, sudah dengarkan semua kebenarannya? Seharusnya Om tidak terbawa emosi," ucap Jonathan.


"Maaf, Om terlalu khawatir terhadap Mini. Kamu tahu, kan dia putri Om satu-satunya," kata Om Hendry.


Melihat kekesalan di wajah Jonathan, Larasati terlihat mengelus lembut lengan pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya tersebut.


"Sudahlah, Jo. Semuanya sudah terjadi," kata Larasati.


"Hem," jawab Jo.


"Om pulang dulu, pengen istirahat. Titip Mini," ucap Om Hendry.


Setelah berpamitan kepada Jonathan, Larasati dan juga bi Narti. Om Hendry nampak pergi dari Cafe milik Larasati, tentunya setelah dia mentransfer sejumlah uang ke rekening milik Larasati.


Selepas kepergian om Hendry dan para bodyguard-nya, Satria yang sedari tadi diam di dalam pangkuan Jonathan langsung bertanya.


"Daddy, syebenalnya ada apa syih?" tanya Satria.


"Tidak ada apa-apa, Sayang. Sekarang kita pulang saja, ya?" ajak Jonathan.


"Tapi, Daddy. Aku mau melihat ayah Angga dulu, kasyihan tadi dia telluka," ucap Satria dengan wajah polosnya.


"Om Angga sudah ada yang mengurus, kita pulang saja ya, Sayang?" ajak Jonathan.


Sebenarnya Satria ingin sekali bertemu dengan Angga, namun saat melihat wajah Larasati yang terlihat menganggukkan kepalanya, akhirnya Satria pun memutuskan untuk pulang bersama dengan Jo dan juga Larasati.


Tentunya setelah mereka berpamitan dengan bi Narti, mereka meminta bi Narti untuk memesankan taksi online saja jika Mini hendak pulang ke kediaman daddynya.


Bu Narti hanya bisa menghela napas panjang, kemudian dia hendak merapikan sisa kekacauan yang diciptakan oleh Om Hendry.


Namun beberap karyawan yang masih ada di sana melarangnya.


"Jangan, Bu. Biar kami saja," ucap salah satu karyawan.


"Ya," jawab Bi Narti seraya duduk kembali.

__ADS_1


Di dapur.


Angga nampak mengambil es batu lalu menyimpannya di atas baskom kecil, kemudian dia mengambil sapu tangan dan langsung mengompres mukanya yang kini terlihat babak belur.


Mini langsung duduk tepat di samping Angga, dia mengambil alat kompres tersebut dari tangan Angga dan berkata.


"Biar aku saja yang mengompresnya," kata Mini dengan raut wajah bersalah.


Untuk sesaat Angga menatap wajah Mini, wajahnya terlihat begitu menyedihkan di mata Angga. Namun kemudian dia berkata.


"Kamu pulanglah, aku bisa mengurus diriku sendiri," jawab Angga.


"Tapi, kamu seperti ini karena aku. Aku harus mengobati luka kamu," ucap Mini mengiba.


Angga menatap Mini dengan tatapan tidak suka.


"Aku bisa mengurus diriku sendiri, kamu pulanglah!" ucap Angga tegas.


Mini terlihat kecewa mendengar ucapan Angga,padahal niatnya baik. Dia ingin mengobati luka Angga, namun Angga malah menolaknya.


"Ya sudah, aku pulang saja kalau begitu." Mini terlihat bangun, lalu dia memberikan sapu tangannya kepada Angga.


Naas saat dia hendak melangkahkan kakinya, dia malah tersandung kaki meja. Alhasil dia pun langsung jatuh tepat di pangkuan Angga.


Refleks Mini langsung memeluk leher Angga dengan erat, hal itu membuat Angga berteriak kesakitan.


"Aaaakh!" jerit Angga.


๐Ÿ’˜


๐Ÿ’˜


Bersambung....


๐Ÿ’˜


๐Ÿ’˜


Selamat sore kesayangan, semoga kalian baik-baik saja. Hari ini Othor kurang enak badan, jadinya nulisnya kurang fokus.


Buat yang bertanya kenapa cerita Othor selalu gantung, Othor jawab sekarang ya....


Karena memang dalam sebuah cerita bersambung itu harus ada cliphangernya atau cerita menggantung yang bikin pembaca penasaran.


Buat kalian yang selalu setia baca, kasih like, vote, hadiah dan juga komentnya terima kasih banyak.


I Love You sekebon kembangโ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธ ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนโ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธ

__ADS_1


__ADS_2