Balasan Untuk Sang Mantan

Balasan Untuk Sang Mantan
S2. Bab 15


__ADS_3

Setelah berunding selama satu minggu lebih, akhirnya Kinara menyetujui permintaan dari Satria.


Dia tidak jadi pergi ke Paris, setelah lulus nanti Kinara akan tinggal bersama Mini di negara A bersama dengan Satria juga.


Sebenarnya Satria merasa keberatan jika harus ikut juga bersama Kinara, karena dia tidak rela jika harus meninggalkan ibunya berduaan saja dengan Jonathan.


Bukannya tidak percaya jika Jonathan akan menyayangi Larasati, hanya saja Larasati pasti akan merasa kesepian tanpa dirinya dan Kinara.


Sebenarnya Kinara juga begitu enggan untuk tinggal bersama dengan Mini, karena dia sangat tahu pasti jika ketiga anak Mini dan juga Angga yang berjenis kelamin laki-laki itu semuanya sangat nakal.


Baik Abian, Bryan maupun Cakra. Semuanya sangat nakal, mereka selalu saja berulah. Bahkan teman-temannya saja selalu mengeluh akan kelakuan nakal dari ketiga anak dari Mini.


Namun, satu hal yang membuat tekadnya kuat untuk pergi ke negara A. Hal itu dia lakukan agar tidak bertemu lagi dengan Jeremy.


Kinara berpikir, mungkin saja dengan waktu tujuh tahun lamanya dia tidak akan memikirkan Jeremi lagi. Kinara bisa melupakan Jeremy.


Apalagi jarak mereka begitu jauh, pikirnya. Pasti Kinara bisa, dia sangat yakin akan hal itu.


Sebenarnya Larasati begitu berat jika harus merestui kepergian kedua putra-putrinya, karena itu artinya dia akan kesepian.


Hanya akan ada dirinya dan juga Jonathan, tidak akan ada lagi ocehan Kinara. Tidak akan ada lagi keributan antara Satria dan juga Kinara.


Namun, satu hal yang Larasati yakini. Semua ini demi kebaikan putrinya, dia juga tidak mungkin membiarkan putrinya terus bersedih jika berada di satu Kota yang sama bersama dengan Jeremy.


Jonathan dan Larasati bahkan sudah memutuskan, jika mereka akan mengantarkan kedua putra-putrinya menuju negara A.


"Abang mau kemana? Ini sudah malam loh?" tanya Kinara.


Kinara merasa sangat aneh, karena tidak biasanya Satria keluar saat malam tiba. Bahkan, Satria terlihat rapi.


"Abang mau ketemu Putri," jawab Satria.


"Mau apa sih, Bang?" tanya Kinara.


Kinara selalu saja merasa kurang suka jika Satria berdekatan dengan Putri, dia selalu merasa jika kasih sayang Satria lebih besar kepada Putri dari pada kepada dirinya.


Padahal, Satria menyayangi kedua adiknya dengan sama. Hanya saja, Putri terlihat lebih lembut dan apa adanya.


Berbeda dengan Kinara yang terkadang terang-terangan menolak jika Satria ingin berbicara dengannya, atau sekedar berbagi kasih sayang.

__ADS_1


"Kenapa cemberut seperti itu? Nanti cantiknya ilang loh? Ngga takut, kalau nanti ngga cantik lagi?" tanya Satria seraya mengacak pelan rambut adiknya tersebut.


kinara semakin cemberut dibuatnya, dia tidak suka dengan perlakuan dari Satria. Dia merasa jika Satria selalu saja memperlakukan dirinya bak anak SD.


"Ini sudah malam, Bang. Nanti saja Abang menemui kak putrinya, besok juga bisa, kan?" tanya Kinara.


"Besok Abang ada acara kelulusan di sekolah, pasti Abang akan sangat sibuk," kata Satria.


Sebenarnya Kinara tahu jika Satria merupakan ketua panitia acara dan dia pasti akan sangat sibuk, sayangnya dia sedang dalam masa egois.


"Pokoknya Abang tidak boleh pergi," kata Kinara.


"Tidak bisa seperti itu, besok di sekolahan pasti akan sibuk. Mengertilah Kinara, Abang ingin berbicara sebentar dengannya," jawab Satria.


Kinara terlihat memalingkan wajahnya, kemudian dia melipat kedua tangan di depan dada. Dia seolah benar-benar kesal terhadap Satria.


"Ya sudah, terserah Abang saja. Terus, memangnya Abang sudah minta izin kepada bunda sama daddy?" tanya Kinara.


"Sudah dong, masa belum dapat izin sudah mau pergi saja," kata Satria.


Setelah mengatakan hal itu, Satria terlihat pergi meninggalkan Kinara yang nampak memandang kepergiannya dengan raut wajah kesal.


Sepanjang perjalanan menuju rumah Juki, Satria terlihat sedih sekali karena sebentar lagi dia harus berpisah dengan adiknya tersebut.


Walaupun mereka tidak lahir dari rahim yang sama, tapi Satria begitu menyayangi Putri yang selalu saja bersikap kalem, manja dan terkadang Putri akan bersikap tegas di saat yang tepat.


Setelah sampai di rumah Juki, Satria langsung meminta waktu untuk bertemu dengan Putri. Tentu saja Jesicca mengizinkan.


"Masuklah ke kamar, Putri sedang belajar," kata Jesicca.


"Ngga Ibu, di ruang tamu saja. Kami memang bersaudara, tapi akan lebih baik kalau ngobrol di sini saja. Takutnya nanti akan menjadi fitnah," kata Satria.


Jessica tersenyum karena ternyata Satria benar-benar menyayangi Putri, Jessica terlihat melangkahkan kakinya menuju kamar Putri.


Satria terlihat anteng menunggu, lalu tidak lama kemudian. Jesicca terlihat kembali dengan Putri di sampingnya.


"Sini, Dek. Duduk sebentar, Abang mau bicara," kata Satria seraya menepuk sofa kosong di sampingnya.


Putri tersenyum, kemudian dia menghampiri Satria dan bertanya.

__ADS_1


"Ada apa Abang malam-malam ke sini?" tanya Putri.


"Abang hanya ingin memberitahukan, jika seminggu lagi Abang akan pergi ke Negara A. Abang mau ngelanjutin kuliah di sana, sekalian jaga Kinar," jawab Satria.


Putri terlihat kaget sekali mendengar apa yang dikatakan oleh Satria, tanpa aba-aba dia langsung memeluk Satria lalu menangis tanpa suara.


"Abang mau ninggalin Putri? Terus, nanti Putri kalau mau pergi kemana-mana sama siapa?" tanya Putri.


Satria terlihat melerai pelukannya, dia menatap bola mata putri dengan lekat. Dia bisa melihat kesedihan yang teramat sangat dari sorot mata Putri.


"Abang minta maaf, tapi Abang janji tiap hari akan mengirimkan kabar," kata Satria.


"Ya, Putri percaya. Namun, tetap saja Putri merasa tidak ikhlas kalau Abang pergi jauh-jauh," kata Putri jujur.


Jujur saja saat bersama dengan Satria, dia merasa nyaman. Karena dengan seperti itu dia merasa menjadi seorang adik yang selalu diperhatikan oleh abangnya.


Bahkan, dia merasa aman dari godaan-godaan lelaki yang ingin berkenalan dengan dirinya.


Karena Satria selalu bersikap tegas, hal itu tentu saja membuat orang-orang yang ingin mendekati Putri berpikir dua kali.


"Putri jangan seperti itu, Abang pergi untuk menuntut ilmu. Do'akan Abang yang terbaik, biar pulang nanti menjadi orang yang sukses," kata Satria.


"Ya, Abang. Nanti Putri akan usahakan," kata Putri.


Satria tersenyum, kemudian setelah berpamitan kepada Putri untuk pulang karena waktu sudah hampir malam.


Tidak lupa Satria juga berpamitan kepada Juki dan juga Jesicca, Juki tersenyum hangat.


Dia bahkan terlihat bangga saat mengetahui jika Satria akan menimba ilmu ke negeri paman sam.


"Hati-hati, Abang," kata Putri.


"Ya, kamu juga selalu hati-hati tanpa Abang. Jangan nakal, nurut sama ibu sama Papa dan juga Baba," ucap Satria.


"Ya, Putri akan jadi anak yang baik," jawab Putri.


***


Masih Berlanjut....

__ADS_1


Selamat malam, selamat beristirahat.


__ADS_2