
Seperti biasa pagi hari dengan kesibukan masing masing.
adel yang sedang hamil muda keinginan untuk tidurnya lebih banyak tak seperti biasanya.
yang biasanya bangun sebelum suaminya kini dia masih terlelap saat niko bersiap kekantor
"sayang! mas berangkat kekantor ya. kasian ferdi kalau mas bolos terus!" niko membangunkan adel
seketika adel bangun dan memeluk suaminya. beruntungnya adel tak seperti wanita hamil pada umumnya. adel hanya merasa sering mengantuk dibanding biasanya
"mmmm, maaf mas aku kesiangan lagi!" adel mengumpulkan nyawanya sambil menguap
"ngga apa apa sayang, kamu istirahat saja kalau butuh apa apa minta tolong bude sari, disti atau niken sebelum mas pulang oke!
mas akan usahakan pulang cepat!" niko mengecup puncak kepala istrinya
"iya mas, aku antar kebawah!" adel mengikuti suaminya yang sudah rapi dengan setelan formal
"pelan pelan sayang, hati hati!" niko menuntun adel perlahan menuju lantai bawah
"pagi kak!" disti menghampiri adel dan niko untuk berpamitan
"aku berangkat kuliah dulu ya kak, nanti pulangnya mau ketempat pelatihan dulu!" ucap disti pada kakaknya
"hati hati ya dek, jangan lupa makan!" adel mengingatkan adiknya agar selalu menjaga kesehatannya
"iya kak!" disti memesan ojek online untuk perjalanannya
niken kembali tinggal dirumah orang tuanya hingga disti sekarang sendiri kekampus dan tak mau merepotkan orang lain
"kita belikan mobil buat disti gimana sayang?" niko kasihan adik iparnya tak punya kendaraan
sedangkan niken diantar jemput supir. juga tak mungkin niko mengantar jemput disti tiap hari
"tak usah mas, biarkan saja dulu nanti kalau sudah perlu banget. sekarang masih bisa pakai kendaraan umum dulu!" adel tak mau adiknya makin terbabani dengan pemberian suaminya
__ADS_1
yang sudah sangat banyak membantu
"baiklah, tapi kalau memang butuh mas akan segera belikan! saya rasa tak terlalu berlebihan sayang!" niko membujuk istrinya
"iya sayang! sekarang berangkatlah sudah siang nanti telat!" ucap adel
"ngga akan ada yang marah kalau mas telat! baik baik dirumah kabari mas kalau mas tak ada kabar!" niko memcium bibir adel sekilas saat akan masuk mobil
adel masih malu malu menerima kecupan mesra suaminya.
adel masuk kerumah dan menonton acara tv kesukaanya dipagi hari
"bu mau sarapan apa?" tanya bude sari
"mau makan menu warteg bude!" adel lama tak memakan masakan warung makan sederhana kesukaanya
"mau menu apa bu, biar saya buatkan!" tanya bude sari lagi
"saya pesan online saja bude! bude mau?" tawar adel pada pembantunya
"bapak ngga makan tadi bude? kalau disti!" adel kasihan suaminya akhir akhir ini susah makan
"neng disti makan bu, bapak yang tidak!" jawab bude sari
"ya sudah terima kasih ya bude!" adel mendapatkan ide
adel bersiap dandan rapi dan memesan taxi untuk mengantarkanya kesuatu tempat
"bu mau kemana? nanti bapak marah bu!" cegah bude sari
"saya mau kekantor bapak bude, tenang saja saya aman.tolong jaga rumah ya!" adel menenteng tasnya dan masuk kedalam taxi yang sudah datang
"pak tolong berhenti ke warteg sebelah kiri yang ramai itu ya pak!" adel berpesan pada supir saat mobilnya berjalan beberapa saat
adel mampir ke warung makan kesukaanya dan suami. memesan beberapa menu
__ADS_1
dan membungkusnya lalu naik kembali ke mobil menuju kantor suaminya
kurang lebih dua puluh menit waktu ditempuh adel untuk sampai kekantor niko
dengan tentengannya ditangan
"selamat pagi bu!" sapa para karyawan pada adel
"pagi semua!" balas adel dengan senyuman manisnya
"kak sita!" adel melambaikan tangannya pada sita dan terus berjalan
adel mengetuk pintu ruangan niko dengan keras
"masuk!!!!" suara keras niko menggelegar hingga keluar ruangan
"sayang! sama siapa kesini, naik apa! kenapa ngga bilang mas!" tanya niko beruntun
khawatir pada sang istri terlebih saat ini adel sedang hamil muda
"sendiri mau anter makanan buat papanya anak aku, karena ngga mau makan dirumah!" adel menaruh makanan yang dibawanya kekantor niko
"lain kali jangan begini ya. harus dengan supir atau ferdi jika memang mas tak ada! ayo duduk sini!" niko menarik pelan tangan adel agar mengkutinya
"lain kali juga harus makan sebelum kerja, ayo makan bersama aku suapin!" adel membuka kotak bungkus nasi yang dibawanya tadi
"aaaa! buka mulutnya!" adel mengambil makanan dengan tangannya dan menyodorkan langsung ke mulut niko
niko membuka mulutnya dengan terpaksa, niko merasakan mual saat mencium bau makanan tertentu hingga membuatnya tak nafsu makan
"kalau tiap hari begini mas bisa makin mengembang del!" canda niko disela makannya
__ADS_1
rasa bahagia terpancar nyata diwajah tampan niko