
"terima kasih kerjasamanya dalam pelatihan ini! Saya harap apa yang kita pelajari disini selama satu bulan terakhir adalah pengalaman dan ilmu yang dapat bermanfaat!
Jika ada yang ingin tergabung dalam komunitas kami, nomer kontaknya ada dibagian pendaftaran.
Saya rasa cukup sekian, tetap lestarikan alam dan juga lingkungan kita" ucap rio menutup kegiatan pelatihan
Yang sudah satu bulan dan harus berakhir. Banyak peserta pelatihan yang merasa belum cukup karena terlalu menikmati dilatih oleh pelatih yang tampan tentunya
"kamu pulang sama siapa?" tanya rio menghampiri disti
"sama kakak saya pak. Itu sudah dijemput! Terima kasih atas ilmunya pak!" disti berlari menghampiri mobil kakaknya
Jadwalnya adel harus periksa kandungan karena waktu melahirkan sudah semakin dekat. Agar tak terjadi hal.hal yang diiinginkan
"kakak ngga repot jemput aku disini?" ucap disti tak enak pada niko
"tentu saja repot, kalau kamu ngga mau dijemput! Sahut niko bercanda saat disti sudah meniki mobil dan melajukannnya dengan kecepatan sedang
Adel sudah ingin mengomel dikiranya niko begitu tega mengucapkan kata jahat pada adiknya
"kakak bisa saja, terima kasih ya kakak kakaku. untung segera datang kalau ngga bisa ketemu nenek lampir!" ucap disti merasa aman tak bertemu dias
Musuh bebuyutan niken yang juga tak tahu kenapa disti sering juga jadi sasaran
"ngga boleh gitu dek, ngga baik!" adel menasehati adiknya agar tak salah langkah
"iya kak maaf, tapi dunia begitu sempit sudah pindah jauh masih saja bertemu!" ucap disti mengeluh
Adel dan niko hanya tersenyum tak menyahuti keluhan adiknya. Wajar saja usia seperti disti dan niken adalah masa dimana pemikirannya masih sangat labil
"kita sampai! ayo turun" niko membuka pintu mobil dan memutar araha membantu adel yang sudah sulit untuk turun dari mobil tinggi
__ADS_1
"makasih sayang!" ucap adel pada suaminya yang sangat baik dan juga siaga terhadapnya
"tak perlu terimakasih untuk orang yang tersayang!" jawab niko
"biar aku saja yang ambil antrian kak, kalian duduk saja disana?" ucap disti agar kakaknya tak kecapean
"terima kasih dek!" niko menggandeng adel dan duduk dikursi antrian
Disti selesai dengan pendaftaranya dan memberikan nomer antrian "kak aku tunggu ditaman ya!" pamit disti pada kedua kakaknya
Adel mengiyakan dan disti berlalu pergi
"ibu adelia!" ucap suster memanggil adel saatnya ia untuk masuk keruang dokter
"adel!" panggil seseorang dari belakang, sontak membuat adel dan niko menengok kebelakang bersamaan
"ada apa!" niko menghalangi adel agar tak berbicara pada orang yang memanggilnya tadi
"aku hanya ingin minta maaf, apa tidak boleh!" ucap rafa menggendong anak kecil yang usianya sekitar satu sampai dua tahun
"adelia! kakak minta maaf atas semua perbuatan kakak! Tolong jangan membenciku lagi
Sudah cukup aku menderita!" ucap rafa tak tahu malu ditempat umum dan juga dilihat banyak orang
Adel menarik niko dan masuk kedalam untuk memeriksakan kandungan adel. Dengan perasaan tak tenang
"bu jangan tegang nanti bayinya bisa stres, rileks saja dan jangan banyak fikiran ya. Selebihnya semua baik tinggal menunggu minggu saja!" ucap dokter setelah memeriksa adel
Keduanya langsung pulang karena tak mau bertemu hal yang tak diinginkan seperti tadi dan menghubungi disti agar segera datang kemobil
"tunggu! Adel entah apa yang kamu doakan atau lakukan untuk keluargaku, aku menyadari pernah bersalah padamu. Tapi tolong maafkanlah aku del. Kasihan anak ini tanpa ibu dan neneknya yang sudah meninggal
__ADS_1
Sekarang usaha ibuku hancur. Dan....." ucapaan rafa disekat oleh niko
"dan tak tahu malunya kamu. Beraninya menatap wajah dan mata yang sudah kamu sia siakan dan sakiti selama ini. Lalu apa hubungannya dengan istri saya jika hidupmu sengsara!
Bahkan perlakuanmu dulu sangat jauh lebih kejam dari apapun! Sekarang mau apa? Uang!
Masih belum cukup uang saya berikan agar kamu melepaskan adel. Agar tak lagi kamu manfaatkan sebagai sapi perah penghasil uangmu!
Dassar brengs*ek!!!
Jangan menjual anakmu untuk dosa yang kamu lakukan. Jika masih berani menampakan muka didepan istri saya. Lihat saja apa yang akan saya lakukan
Jangan mencoba kesabaranku!"
Niko sangat marah ia tak terima istrinya disalahkan atas apa yang menimpa orang lain
Sekuat tenaga ia membahagiakan istrinya agar tak ada lagi air mata yang menetes dipipinya.
Hingga tak sadar niko keceplosan tentang uang yang diminta rafa agar mau menceraikan dan tak mengganggu adel lagi
"mas! Sudah mas!" adel menangis betapa bodohnya dulu ia percaya jika rafa begitu saja melepaskan adel tanpa syarat apapun
Ia baru sadar selama ini suaminya lah yang menjadi pelindungnya tanpa ia sadari
Niko memeluk adel yang menangis meratapi kebodohannya dulu.
sedangkan rafa terdiam melihat kemarahan niko yang selama ini tak pernah ia perlihatkan
"jika tak membawa anakmu! Mungkin saat pulang kakimu sudah tak berfungsi lagi!" niko membawa adel kemobil dan memasangkan seatbeltnya dan mengambil tasnya
Lalu mengeluarkan uang yang cukup banyak
__ADS_1
"semoga anakmu jadi orang yang baik!" niko memberikan segepok dan meninggalkan rafa dengan hati yang sulit diartikan
Rafa berdiri terdiam tak bisa berkata apapun. Setidaknya dia bisa membelikan susu dan makan untuknya